Rs Bhayangkara Kota Medan Sumatera Utara

By | September 12, 2022

Rs Bhayangkara Kota Medan Sumatera Utara

BATANGTORU, METRODAILY–
Kali kedelapan, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menggelar Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” untuk masyarakat di Tapanuli Selatan dan Medan, Sumatera Utara, September hingga November 2022. Direktur RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh, dr Syarifuddin A.Sp.M, selaku mitra PTAR dalam bakti sosial tersebut, mengatakan hingga kini katarak hanya bisa diatasi dengan operasi.

“Tapi masyarakat tak perlu takut. Operasi katarak dengan teknik SICS (Small Incition Cataract Surgery), dan teknik operasi katarak Phacoemulsification (sistem sedot menggunakan mesin) hanya butuh waktu 15 menit per mata. Paling lama 30 menit kalau pasien banyak gerak. Secara umum pasien takkan merasa sakit karena dibius,” katanya di sela-sela operasi katarak gratis yang digelar PTAR, di RS Bhayangkara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Rabu (14/9/2022).

Pada hari pertama operasi katarak gratis tahun 2022 ini, jumlah mata yang dioperasi ditargetkan 110-120 mata. Operasi ditangani 3 dokter, yang didatangkan dari RS Khusus Mata Mencirim 77 Medan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Batangtoru, dr. Tommy Rivelino, Sp.B mengaku senang dengan kerja sama Operasi Katarak Gratis ini. “Kalau ini berjalan baik, mudah-mudahan PTAR akan menjalin kerja sama lagi dengan kita untuk tahun berikutnya,” katanya.

PTAR selaku penyelenggara menurunkan 31 relawan, terdiri dari karyawan PTAR sendiri dan mitra-mitra binaan UMKM.

“Ada yang berbeda dari penyelenggaraan operasi katarak gratis kali ini. Selain memakai dua teknik operasi, sistem screening juga berbeda,” kata Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, kepada wartawan.

Foto: Dame/Metro Tabagsel
Para calon pasien operasi katarak gratis yang diselenggarakan PT Agincourt Resources, menunggu giliran operasi di di RS Bhayangkara Batangtoru, Rabu (14/9/2022). Operasi katarak gratis tahun ini menargetkan minimal 600 mata, di dua lokasi yakni di Batangtoru dan Medan.

Kali ini, sosialisasi dan sistem screening mata dilakukan dengan cara jemput bola ke kantong-kantong masyarakat. Cara ini terkait juga dengan penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Tim screening mata diturunkan dari RS Khusus Mata Mencirim 77, yang keliling ke sejumlah daerah selama 1,5 bulan.

“Dengan teknik ini, masyarakat yang hadir ke RS adalah yang benar-benar penderita katarak dan layak operasi. Operasi juga dijadwalkan pada tiga tanggal berbeda. Jadi yang datang ke RS adalah yang pasien sesuai giliran yang ditetapkan. Cara ini membuat penumpukan pasien bisa dihindari,” kata Katarina.

Di RS, pasien tinggal menjalani cek kesehatan umum untuk kesiapan operasi, sebelum dioperasi.

Kali ini, pasien yang rumahnya dekat dengan RS juga dibolehkan pulang ke rumah, dan datang lagi keesokan harinya untuk buka perban. Jadi tidak mesti bermalam di rumah sakit.

Baca Juga :   Cerita Liburan Ke Jogja Dalam Bahasa Inggris Singkat

“Hingga hari ini, yang sudah fix terkonfirmasi layak operasi sebanyak 170 mata. Pendaftaran masih dibuka untuk operasi berikutnya tanggal 24 September dan 15 Oktober. Pendaftaran dan pemeriksaan mata sekaligus dapat dilakukan langsung di RS Bhayangkara setiap hari kerja,” jelasnya.

Dari Batangtoru, operasi katarak akan dilanjutkan di Medan, tepatnya di RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan, dengan jadwal operasi pada 22 Oktober, 12 November, dan 23 November.

Personil medis RS Bhayangkara Batangtoru, Bripka RH Damanik dan rekannya, mengatakan pihaknya melakukabln sosialisasi operasi katarak gratis via medsos dan juga menginfokan ke kepala desa.

“Respon masyarakat sangat antusias. Kami perkirakan, jumlah pendaftar melebihi target 600 mata. Terbanyak dari wilayah Batangtoru dan Padang Sidempuan,” katanya.

Meski sedikit capek karena cuaca panas saat sosialisasi ke desa-desa, mereka mengaku tetap semangat. “Apalagi melihat pasien ramai begini. Rasanya semangat. Maklum, sebagai RS baru, pasien belum terlalu banyak. Apalagi kita belum ada layanan BPJS,” katanya.

Ditanya kendala selama sosialisasi dan selama baksos berlangsung, ia menyebut faktor bahasa. Pihaknya belum terlalu mengerti bahasa Tapsel. Sementara sebagian masyarakat belum lancar bahasa Indonesia. “Tapi secara umum, tidak ada kendala berarti,” katanya

General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis, sebelumnya menyatakan dengan menggelar Operasi Katarak Gratis, perusahaan berharap dapat membebaskan 600 mata buta katarak. Jumlah itu dinilai relatif moderat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang sudah terkendali.

Namun, menurutnya, jika antusiasme masyarakat selama rangkaian operasi katarak begitu besar, tidak tertutup kemungkinan PTAR menggelar operasi tambahan, dengan tetap memperhatikan situasi penyebaran Covid-19.

Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness tahun 2014–2016 menyebut prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia sebesar 1,9%, dengan 77,7% penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan terbesar adalah katarak yang tidak dioperasi. Khusus di Sumatra Utara saja, hampir 80% kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas disebabkan katarak yang tidak dioperasi.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan perusahaan sejauh ini sudah tujuh kali menggelar operasi katarak gratis, PTAR telah membantu kesembuhan 8.118 mata katarak, sekaligus menyokong harapan hidup 7.131 orang.
(Mea)

Baca Juga :   Tanah Dijual Di Cipayung Jakarta Timur

BATANGTORU, METRODAILY–
Kali kedelapan, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menggelar Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” untuk masyarakat di Tapanuli Selatan dan Medan, Sumatera Utara, September hingga November 2022. Direktur RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh, dr Syarifuddin A.Sp.M, selaku mitra PTAR dalam bakti sosial tersebut, mengatakan hingga kini katarak hanya bisa diatasi dengan operasi.

“Tapi masyarakat tak perlu takut. Operasi katarak dengan teknik SICS (Small Incition Cataract Surgery), dan teknik operasi katarak Phacoemulsification (sistem sedot menggunakan mesin) hanya butuh waktu 15 menit per mata. Paling lama 30 menit kalau pasien banyak gerak. Secara umum pasien takkan merasa sakit karena dibius,” katanya di sela-sela operasi katarak gratis yang digelar PTAR, di RS Bhayangkara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Rabu (14/9/2022).

Pada hari pertama operasi katarak gratis tahun 2022 ini, jumlah mata yang dioperasi ditargetkan 110-120 mata. Operasi ditangani 3 dokter, yang didatangkan dari RS Khusus Mata Mencirim 77 Medan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Batangtoru, dr. Tommy Rivelino, Sp.B mengaku senang dengan kerja sama Operasi Katarak Gratis ini. “Kalau ini berjalan baik, mudah-mudahan PTAR akan menjalin kerja sama lagi dengan kita untuk tahun berikutnya,” katanya.

PTAR selaku penyelenggara menurunkan 31 relawan, terdiri dari karyawan PTAR sendiri dan mitra-mitra binaan UMKM.

“Ada yang berbeda dari penyelenggaraan operasi katarak gratis kali ini. Selain memakai dua teknik operasi, sistem screening juga berbeda,” kata Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, kepada wartawan.

Foto: Dame/Metro Tabagsel
Para calon pasien operasi katarak gratis yang diselenggarakan PT Agincourt Resources, menunggu giliran operasi di di RS Bhayangkara Batangtoru, Rabu (14/9/2022). Operasi katarak gratis tahun ini menargetkan minimal 600 mata, di dua lokasi yakni di Batangtoru dan Medan.

Kali ini, sosialisasi dan sistem screening mata dilakukan dengan cara jemput bola ke kantong-kantong masyarakat. Cara ini terkait juga dengan penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19. Tim screening mata diturunkan dari RS Khusus Mata Mencirim 77, yang keliling ke sejumlah daerah selama 1,5 bulan.

“Dengan teknik ini, masyarakat yang hadir ke RS adalah yang benar-benar penderita katarak dan layak operasi. Operasi juga dijadwalkan pada tiga tanggal berbeda. Jadi yang datang ke RS adalah yang pasien sesuai giliran yang ditetapkan. Cara ini membuat penumpukan pasien bisa dihindari,” kata Katarina.

Di RS, pasien tinggal menjalani cek kesehatan umum untuk kesiapan operasi, sebelum dioperasi.

Kali ini, pasien yang rumahnya dekat dengan RS juga dibolehkan pulang ke rumah, dan datang lagi keesokan harinya untuk buka perban. Jadi tidak mesti bermalam di rumah sakit.

Baca Juga :   Harga Tiket Pesawat Batam Medan Besok

“Hingga hari ini, yang sudah fix terkonfirmasi layak operasi sebanyak 170 mata. Pendaftaran masih dibuka untuk operasi berikutnya tanggal 24 September dan 15 Oktober. Pendaftaran dan pemeriksaan mata sekaligus dapat dilakukan langsung di RS Bhayangkara setiap hari kerja,” jelasnya.

Dari Batangtoru, operasi katarak akan dilanjutkan di Medan, tepatnya di RS Khusus Mata Mencirim Tujuh Tujuh Medan, dengan jadwal operasi pada 22 Oktober, 12 November, dan 23 November.

Personil medis RS Bhayangkara Batangtoru, Bripka RH Damanik dan rekannya, mengatakan pihaknya melakukabln sosialisasi operasi katarak gratis via medsos dan juga menginfokan ke kepala desa.

“Respon masyarakat sangat antusias. Kami perkirakan, jumlah pendaftar melebihi target 600 mata. Terbanyak dari wilayah Batangtoru dan Padang Sidempuan,” katanya.

Meski sedikit capek karena cuaca panas saat sosialisasi ke desa-desa, mereka mengaku tetap semangat. “Apalagi melihat pasien ramai begini. Rasanya semangat. Maklum, sebagai RS baru, pasien belum terlalu banyak. Apalagi kita belum ada layanan BPJS,” katanya.

Ditanya kendala selama sosialisasi dan selama baksos berlangsung, ia menyebut faktor bahasa. Pihaknya belum terlalu mengerti bahasa Tapsel. Sementara sebagian masyarakat belum lancar bahasa Indonesia. “Tapi secara umum, tidak ada kendala berarti,” katanya

General Manager Operations PTAR, Rahmat Lubis, sebelumnya menyatakan dengan menggelar Operasi Katarak Gratis, perusahaan berharap dapat membebaskan 600 mata buta katarak. Jumlah itu dinilai relatif moderat di tengah situasi pandemi Covid-19 yang sudah terkendali.

Namun, menurutnya, jika antusiasme masyarakat selama rangkaian operasi katarak begitu besar, tidak tertutup kemungkinan PTAR menggelar operasi tambahan, dengan tetap memperhatikan situasi penyebaran Covid-19.

Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness tahun 2014–2016 menyebut prevalensi kebutaan akibat katarak di Indonesia sebesar 1,9%, dengan 77,7% penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan terbesar adalah katarak yang tidak dioperasi. Khusus di Sumatra Utara saja, hampir 80% kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas disebabkan katarak yang tidak dioperasi.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan perusahaan sejauh ini sudah tujuh kali menggelar operasi katarak gratis, PTAR telah membantu kesembuhan 8.118 mata katarak, sekaligus menyokong harapan hidup 7.131 orang.
(Mea)

Rs Bhayangkara Kota Medan Sumatera Utara

Sumber: https://metrodaily.jawapos.com/sumut/14/09/2022/dokter-solusi-katarak-hanya-operasi-paling-lama-30-menit/