Jenis Kuda Yang Ada Di Indonesia

By | November 3, 2022

Jenis Kuda Yang Ada Di Indonesia

Sumber foto: aldf.org

Agrozine.id – Selama ribuan tahun, kuda  telah menjadi salah satu hewan peliharaan yang penting secara ekonomis dan historis. Hewan ini berperan penting dalam pengangkutan orang dan barang. Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan pelana dan dapat pula digunakan untuk menarik kendaraan beroda atau bajak. Pada beberapa daerah, hewan ini juga dijadikan sebagai sumber makanan. Walaupun peternakan kuda diperkirakan telah dimulai sejak tahun 4.500 SM, tetapi penggunaannya untuk keperluan manusia baru dimulai sejak 2.000 SM.

Kuda telah memainkan peran yang luas dalam kebudayaan manusia. Hewan ini pertama kali dimanfaatkan sebagai hewan tunggangan oleh suku-suku pengembara (nomaden) di padang rumput dan gurun Asia Tengah dan Utara. Kuda dalam berbagai kebudayaan dianggap sebagai simbol kebebasan, kecerdasan, dan kekuatan. Di Indonesia, kuda dimanfaatkan sebagai kuda pacu, kuda tunggang, penghela atau transportasi, jasa angkut atau beban, kuda pasukan kepolisian dan TNI, olahraga equestrian, dan sirkus.

Jenis kuda dalam kingdom animalia disebut juga Equus dan termasuk dalam keluarga Equidae. Equus adalah golongan hewan mamalia yang terdiri dari berbagai spesies kuda, keledai, dan zebra. Ada 7 macam spesies yang masuk dalam genus Equus. Kuda dan keledai domestik tersebar diseluruh belahan dunia, sedangkan yang liar kebanyakan hidup di Afrika dan Asia. Berikut ini 7 spesies kuda yang ada di dunia.

Kuda Liar
(Equus Ferus)

Kuda liar tersebar di Eurasia. Kuda domestik modern termasuk dalam subspesies kuda ini. Tinggi kuda ini sekitar 1,6 m hingga 1,7 m dengan panjang sekitar 2,4 meter. Kuda jenis inilah yang banyak digunakan manusia untuk transportasi. Kecepatan larinya mencapai 88 km/jam. Spesies ini merupakan pemakan rumput dan senang hidup di area terbuka, seperti stepa dan padang rumput. Mereka yang hidup di alam terbuka harus berhadapan dengan predator mereka, seperti hyena, serigala, dan cougar. Kuda liar bergerak cepat dan lincah terutama saat mereka mencari makan dan lari dari bahaya. Walaupun hewan liar, kuda ini tetap dapat dijinakkan. Tentu itu bukan hal yang mudah. Namun, ketika mereka dapat dijinakan mereka bisa jadi hewan yang sangat setia dan patuh terhadap majikannya.

Baca Juga :   Gambar Alat Tulis Dalam Bahasa Arab
Kuda Kiang (Equus Kiang)

Kuda kiang tersebar di dataran tinggi Tibet. Kiang adalah keledai liar terbesar dengan ukuran dengan panjang mencapai 2,6 meter hingga ke ekor, dan berat hingga 440 kg. Kiang hidup pada ketinggian yang cukup ekstrem, yaitu 4.000 hingga 7.000 meter di atas permukaan laut. Hewan ini berasal dari daratan Tibet, di dataran tinggi dan pegunungan berumput. Hewan tersebut tersebar di Ladakh, Jammu dan Kashmir, daratan Tibet dan utara Nepal di sepanjang perbatasan Tibet. Nama umum lainnya untuk spesies ini, yaitu keledai liar Tibet,khyang, dangorkhar.

Guna bertahan pada suhu rendah, khususnya di musim dingin, bulu-bulu akan memanjang dan menebal, serta berubah warna menjadi lebih gelap untuk menyimpan panas. Kiang punya nafsu makan yang besar, hampir 3 kali lipat jika dibanding kambing liar.

African Wild Ass (Equus africanus)

Kuda ini merupakan spesies keledai liar Afrika dan banyak tersebar di daerah Horn Afrika, Eritrea, Ethiopia, dan Somalia. African wild ass dipercaya sebagai nenek moyang dari keledai domestik.

Habitatnya kebanyakan di daerah padang pasir atau tempat kering lainnya. Ada sekitar 570 ekor yang hidup di alam liar, termasuk juga di Sudan, Mesir, dan Libya.

Secara fisik, keledai liar afrika memiliki panjang sekitar 2 meter dengan tinggi sekitar 1,25 meter hingga 1,45 meter. Panjang ekor keledai ini mencapai 30 hingga 50 cm dengan berat keseluruhan mencapai 230 hingga 275 kg. Warna rambut keledai ini abu-abu terang keputih-putihan. Bagian kaki hingga ke pangkalnya terdapat belang-belang mirip seperti zebra. Mereka mempunyai rambut cepak di belakang kepala hingga ke punggung  yang mirip dengan sikat.

Onager
(Equus hemionus)

Onager sering disebut dengan
hemione
atau keledai liar Asiatik. Mereka lebih besar dibanding dengan keledai liar Afrika. Beratnya mencapai 290 kg dengan panjang badan mencapai 2,1 meter belum termasuk ekor. Warna rambutnya merah kecokelatan atau kuning kecokelatan dan memiliki garis punggung lebar di bagian tengah punggung. Tidak seperti kebanyakan kuda dan keledai, onagers tidak pernah dijinakkan. Onager bisa berlari 64 km/jam hingga 70 km/jam. Selain gurun, onager hidup di padang rumput, dataran, stepa, dan sabana. Onagers telah diklasifikasikan sebagai Hampir Terancam oleh IUCN pada tahun 2015.

Baca Juga :   Berikut Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Sandang Adalah
Zebra Grevy
(Equus grevi)

Zebra Grevy lebih dikenal dengan sebutan zebra imperial dan banyak tersebar di daerah Kenya dan Ethiopia. Populasi mereka semakin berkurang, ada sekitar 3.000 ekor yang hidup di alam liar.

Dibandingkan dengan zebra lainnya, zebra Grevi lebih tinggi dan mempunyai telinga yang tinggi dengan belang yang lebih sempit (padat). Habitatnya di daerah padang rumput semi-arid dan bisa bertahan beberapa hari tanpa minum. Zebra ini termasuk jenis kuda yang paling besar dengan tinggi 1, 45 hingga 1,6 meter. Panjang mereka mencapai 2,5 hingga 2,75 m, belum termasuk panjang ekor mereka, yaitu sekitar 55 – 75 cm, beratnya bisa mencapai 350 sampai 450 kg.

Zebra Daratan
(Equus quagga)

Zebra daratan atau plains zebra (Equus quagga, sebelumnyaEquus burchellii), juga dikenal sebagai common zebra atau zebra burchell adalah spesies zebra yang paling umum dan meluas secara geografis. Keberadaannya berkisar dari selatan Ethiopia sepanjang Afrika Timur ke selatan sejauh Botswana dan Afrika Selatan timur. Zebra dataran terancam oleh aktivitas manusia seperti berburu daging dan kulitnya, serta persaingan dengan ternak, dan perambahan untuk bertani di sebagian besar habitatnya. Zebra ini sudah menjadi kuda domestik dan banyak dikembangbiakkan di beberapa kebun binatang.

Zebra Gunung
(Equus Zebra)

Zebra gunung banyak tersebar di daerah barat daya Angola, Namibia, dan Afsel. Seperti namanya, zebra ini habitatnya di daerah pegunungan.  Zebra gunung adalah pendaki yang terampil, mendiami lereng gunung hingga ketinggian 6.500 kaki di atas permukaan laut. Zebra ini memiliki belang vertikal di lehernya, sekaligus garis belang horizontal di bagian paha mereka. Dalam catatan IUCN, zebra ini masuk dalam kategori
vulnerable
(rentan), artinya spesies yang menghadapi risiko kepunahan di alam liar di waktu yang akan datang.

Baca Juga :   Pantun Lucu Banget Bikin Ngakak Abis

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

Jenis Kuda Yang Ada Di Indonesia

Source: https://agrozine.id/kuda-manfaat-dan-jenisnya/