Daging Rimpang Dari Tumbuhan Temulawak Berwarna

By | November 3, 2022

Daging Rimpang Dari Tumbuhan Temulawak Berwarna

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb)

Tanaman

Temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza

Roxb
) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembangbiak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutama pada tanah gembur, sehingga buah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada  setiap  helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang  agak panjang. Temulawak mempunyai bunga  yang berbentuk unik  (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging  buahnya berwarna kekuning-kuningan. Rimpang cabang dan ranting bentuknya silindris, berwarna kuning. Menurut Susanto (2001) tanaman ini lebih produktif di tanah tebuka dan terkena sinar matahari. Daerah tumbuhnya  selain di dataran rendah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut (Anonymous, 2011a). Berikut Tabel perkembangan produksi temulawak tahun 2002-2004.

Tabel Perkembangan Areal & Produksi Temulawak dari Tahun 2002 – 2004.

No

Provinsi

Areal (m2)

Produksi (Kg)

2002

2003

2004

2002

2003

2004

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

Sumut

Riau

Jambi

DKI Jakarta

Jabar

Jateng

Jatim

DIY

Banten

Bali

Kalbar

Kaltim

Sulut

Sulsel

Gorontalo

20.823

146.376

29.194

1.005

317.276

2.316.448

1.077.307

1.022.048

51.805

10.503

7.509

1.475

17.406

52.817

3.694

33.843

194.467

26.018

2.535

276.000

3.496.844

1.275.644

1.275.240

103.420

19.302

49.596

6.635

25.627

55.471

4.309

33.843

143.280

10.936

3.472

485.905

3.600.103

4.556.396

1.405.251

132.788

13.597

23.989

20.104

34.371

72.380

11.618

46.627

69.742

60.818

1.049

958.767

2.501.602

2.335.185

991.451

78.484

18.472

5.932

1.811

38.282

57.753

6.992

53.654

93.282

30.503

3.860

502.526

4.992.053

3.133.644

2.521.625

189.519

34.225

45.893

41.989

55.305

55.772

8.134

53.654

252.766

34.461

4.579

1.528.789

6.765.546

5.140.245

2.375.621

205.071

29.916

31.229

42.839

83.915

100.248

17.625

JUMLAH

2.759.240

5.421.511

10.239.495

7.172.969

11.761.984

16.666.504

Sumber : Pusat Data dan Informasi Departemen Pertanian, 2005

Menurut Rukmana (2000) kedudukan tanaman temulawak dalam tatanaman (sistematika) tumbuhan termasuk kedalam klasifikasi sebagai berikut:

Kingdom         :
Plantae

Divisi
: Spermatophyta

Sub divisi        :
Angiospermae

Kelas               :
Zingiberales

Keluarga          :
Zingiberaceae

Genus              :
Curcuma

Spesies            :
Curcuma xanthorrhiza R
oxb
.

Temulawak banyak tumbuh liar di padang alang-alang dan tanah-tanah kering. Temulawak juga tumbuh dengan baik di lahan-lahan yang teduh dan terlindungi dari terik sinar matahari. Meskipun demikian, temulawak juga dapat tumbuh di tempat yang terik, seperti di tanah tegalan. Tanaman ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai cuaca di daerah beriklim tropis. Suhu udara yang baik untuk budidaya tanaman ini antara 19-30oC. Tanaman ini memerlukan curah hujan tahunan antara 1000-4000 mm/tahun. Temulawak dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi, sampai ketinggian 1.500m dari permukaan laut (dpl) (Afifah, 2003). Gambar rimpang temulawak dapat dilihat pada Gambar berikut:

Rimpang temulawak segar mengandung air sekitar 75%. Selain itu mengandung minyak atsiri, lemak (fixed oil), zat warna, protein,
resin, selulosa, pati, mineral, dan zat-zat penyebab rasa pahit (Nurdjanah, 1987). Menurut Sugiharto  (2004), temulawak segar memiliki kadar air 86,85%, nilai aktivitas antioksidan 58,10%, pH 5,41. Flach dan Rumawas (1996) menyatakan bahwa rimpang temulawak kering mengandung 12% kadar air, 7,30% minyak atsiri, 37-61% karbohidrat dan 1-4%
c
ur
c
umin. Minyak atsiri temulawak terdiri dari 40 komponen yang sebagian besar terdiri dari
c
ur
c
umin
41,4% dan
xanthorrizhol
21,5%. Kedua zat tersebut merupakan ciri khas minyak atsiri temulawak (Zwaving, 1992).

artikel

Daging Rimpang Dari Tumbuhan Temulawak Berwarna

Source: http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/08/temulawak-curcuma-xanthorrhiza-roxb/

Baca Juga :   Teks Mc Upacara Bendera 17 Agustus