Pohon Jambu Berkembang Biak Dengan Cara

By | November 3, 2022

Pohon Jambu Berkembang Biak Dengan Cara


1. Persiapan Bibit Batang Bawah

Biji yang akan digunakan untuk benih sebaiknya diambil dari buah yang sudah masak di pohon (kulitnya sudah berwarna hijau kekuningan). Menurut hasil penelitian Rajan
et al.,
2007, menyatakan bahwa banyaknya biji yang terdapat di dalam buah jambu biji dipengaruhi secara langsung maupun tidak langsung oleh berat buah. Oleh karena itu, untuk mendapatkan biji yang banyak untuk benih, disarankan untuk memilih buah-buah yang berukuran sedang sampai besar.

Sebelum disemaikan, biji jambu biji harus dibersihkan dari daging buah dan diseleksi biji yang bernas. Untuk menentukan biji yang bernas atau tidak dapat dilakukan dengan merendam biji kedalam air. Bila biji yang direndam tersebut mengapung atau mengambang menunjukkan bahwa biji tersebut hampa atau tidak baik dan harus dibuang dan hanya biji–biji yang tenggelam yang digunakan sebagai benih.

Penyemaian biji harus dilakukan di tempat yang aman terhadap gangguan hewan maupun manusia, dekat dengan sumber air, dan letaknya strategis agar mudah penge-lolaannya. Selain itu harus memiliki naungan untuk melindungi benih dari teriknya sinar matahari langsung dan derasnya air hujan. Untuk itu perlu dibuat rumah bibit yang permanen atau sederhana. Di dalam rumah bibit selanjutnya dibuat tempat  persemaian bisa berupa kotak kayu atau batu bata  dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Selanjutnya tempat persemaian ini diisi dengan media semai (pasir halus) dengan ketebalan 10 cm atau lebih.

Biji jambu biji yang telah disiapkan segera disemaikan pada tempat persemaian dengan cara menaburkan merata di atas media persemaian kemudian ditutup dengan media persemaian tersebut setebal ± 0,5 cm. Biji yang telah disemaikan tersebut harus disiram secukupnya setiap hari untuk menjaga agar media semai tetap lembab. Biji akan tumbuh sekitar 20 – 30 hari setelah penyemaian. Untuk mempercepat pertumbuhan bibit jambu biji perlu dipupuk dan diberi zat perangsang pertumbuhan. Pupuk dan zat perangsang pertumbuhan diberikan dengan cara disemprotkan pada tanaman secara merata.

Apabila semaian jambu biji telah mencapai tinggi sekitar 5-10 cm (berumur 2-4 bulan), maka semaian tersebut harus segera dipindahkan ke dalam polibag.   Media yang digunakan untuk pembesaran semaian jambu biji adalah campuran tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Sebelum pencabutan semaian sebaiknya media tersebut sudah disiapkan ke dalam polibag ukuran 15 x 21 cm sesuai dengan jumlah semaian yang akan dipindah. Pemindahan semaian ini dilakukan dengan cara mencabut tanaman dengan hati-hati agar perakaran tidak rusak atau putus dan harus segera di tanam ke media penanaman, setelah itu lakukan penyiraman supaya semaian tidak layu.
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan terhadap gulma yang tumbuh di sekitar semaian dan penyemprotan pestisida secara berkala untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Pemeliharaan ini terus dilakukan sampai bibit siap untuk disambung atau diokulasi. Bibit siap dijadikan batang bawah bila telah berumur 6-12 bulan atau diameter batang mencapai 0,8-1 cm.

Baca Juga :   Sifat Wajib Rasul Dan Sifat Mustahil Rasul



Gambar 1.
Bibit jambu biji yang siap okulasi atau sambung pucuk

2. Pelaksanaan Perbanyakan
Tanaman jambu biji dapat diperbanyak secara vegetatif yaitu dengan cara sambung pucuk, okulasi, dan cangkok.  Keuntungan perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah :

  • Buah yang dihasilkan karakternya sama dengan induknya
  • Tanaman cepat berbuah  (misalnya dengan cangkok akan berbuah pada umur 3-4 bulan setelah tanam)
  • Arsitektur tanaman menjadi lebih rendah sehingga mudah pengelolaannya baik pemeliharaan tanaman maupun pemanenan buah.

A.  Sambung pucuk
(Grafting)

Perbanyakan jambu biji dengan cara sambung pucuk ini banyak dilakukan karena tekniknya relatif mudah dan sederhana. Selain itu bibit yang dihasilkan lebih cepat berbuah.

Tahapan pelaksanaan sambung pucuk adalah sebagai berikut:

  • Siapkan batang bawah yang berumur 6-8 bulan setelah semai dengan diameter0,5–0,8 cm
  • Batang bawah dipotong setinggi 10 – 15 cm
  • Bagian ujung potongan dibelah menjadi 2 bagian sama besarnya sepanjang ± 2 cm
  • Entres diambil dari cabang yang sudah cukup umur tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua dengan ciri-ciri kulitnya berwarna coklat kehijauan.
  • Pucuk entris dipotong sepanjang 10 – 15 cm, bagian pangkal disayat. Pucuk entris disisipkan pada celah batang bawah dan diikat dengan tali plastik, kemudian disungkup dengan kantong plastik bening.
  • Apabila entris sudah pecah tunas atau keluar daun baru, sungkup plastik sudah dapat dibuka.
Baca Juga :   Proposal Pengadaan Alat Rebana


Gambar2
bibit hasil perbanyakan sambung pucuk


B.Okulasi (Budding)


Perbanyakan jambu biji dengan cara okulasi ini paling banyak dilakukan oleh penangkar bibit, karena cara ini cukup mudah dan sederhana serta hemat entris sebab yang digunakan hanya mata tunas. Dengan keterbatasan entris maka cara perbanyakan okulasi ini akan menghasilkan bibit lebih banyak dibandingkan dengan cara sambung pucuk atau cangkok.

Tahapan pelaksanaan okulasi :

  • Siapkan batang bawah umur 8-12 bulan setelah semai. Batang bawah disayat selebar  0,5 – 0,7 cm, panjang  3 – 4 cm, kemudian tarik bagian kulit yang telah disayat tersebut sehingga nampak berbentuk seperti lidah. Tinggi sayatan okulasi  10 – 15 cm dari permukaan tanah.
  • Penyayatan entris dilakukan dari arah bawah ke atas dengan mengikutkan kayunya sedikit. Potong kulit tersebut sehingga bentuk dan ukurannya sama dengan sayatan batang bawah.  Cabang entris  yang digunakan yang telah berwarna kecoklatan dengan mata tunas yang sudah padat.
  • Kayu yang masih menempel pada sayatan dibuang secara perlahan-lahan agar kelang-sungan hidup kulit bisa terjamin.
  • Tempelkan segera sayatan mata tunas tersebut pada batang bawah, kemudian diikat rapat dengan tali plastik.
  • Tiga minggu setelah pelaksanaan okulasi tali balutan dibuka. Apabila bidang okulasi masih hijau berarti okulasi jadi.
  • Batang bawah dikerat sedikit  ± 10 cm di atas bidang okulasi
  • Jika tunas telah berdaun 2–3 pasang dan diperkirakan daun tersebut mampu berasi-milasi, batang bawah dipotong tepat pada keratan


Gambar3
Bibit hasil perbanyakan secara okulas

i





C.  Cangkok

Perbanyakan jambu biji dengan cara mencangkok memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan cara mencangkok dari jambu biji adalah bibit yang diperoleh memiliki sifat yang sama dengan induknya, tanaman cepat besar, cepat berbuah, teknik pelaksanaannya mudah dan sederhana, dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi. Kekurangannya adalah susah untuk mendapatkan bibit dalam jumlah banyak dan tidak mempunyai akar tunggang, sehingga tanaman mudah rebah.

Tahapan pelaksanaan mencangkok :

  • Pilih cabang/ranting generatif dengan diameter ± 2 cm.
  • Sayat cabang/ranting  ± 10 cm dan beri zat pengatur tumbuh akar.
  • Gunakan media tumbuh campuran tanah + pupuk kandang (2 : 1)
  • Bungkus dengan plastik/sabut kelapa dan ikat pada bagian pangkal dan ujungnya.
  • Lakukan penyiraman secara rutin bila kering atau tidak ada hujan.
  • Setelah keluar akar (umur 2-3 bulan), hasil cangkokan bisa dipotong dan dipindahkan ke polibag.
  • Siram hasil cangkokan dan letakkan ditempat teduh dan lembab. Untuk mengurangi penguapan, sebagian cabang dipotong dengan menyisakan satu atau dua cabang saja.
Baca Juga :   Alat Suling Minyak

Setelah bibit tumbuh kuat dan baik (berumur 3–5 bulan), bibit cangkokan jambu biji dapat ditanam di kebun



Gambar 4

Bibit hasil perbanyakan secara cangkok



3. Pemeliharaan tanaman di pembibitan

Sebelum bibit ditanam di kebun, bibit perlu mendapat perawatan intensif agar tumbuh dengan baik dan sehat. Perawatan bibit memerlukan perhatian khusus karena tanaman masih lemah dan peka terhadap lingkungan.



a. Penyiraman

Penyiraman bibit dapat dilakukan dua kali sehari agar media tanam bibit tetap lembab. Namun penyiraman jangan berlebihan. Penyiraman bisa menggunakan selang plastik atau gembor dan harus hati-hati agar tidak merusak media tanam.



b. Penyiangan

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman atau di polibag harus segera dicabut agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit. Tempat pembibitan harus bersih dari sampah agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit yang membahayakan bibit.



c. Pemupukan

Pemupukan pada bibit bisa menggunakan pupuk NPK atau pupuk daun. Pupuk NPK bisa diberikan secara butiran maupun cair. Butiran diberikan dengan dosis 3 g /tanaman dengan interval 2 bulan sekali, sedangkan cair 15 g/10 l air diberikan dengan interval waktu 1 bulan sekali. Untuk pupuk daun, takaran yang digunakan adalah 2 g/liter air  dengan interval waktu 2 minggu sekali.



e. Pengendalian hama dan penyakit


Hama yang sering menyerang tanaman jambu biji di pembibitan adalah belalang, ulat, beberapa jenis kutu  (Tungau
sp;
Aphid
sp, dan Thrip), serta penyakit yang disebabkan oleh jamur/cendawan. Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida baik bersifat kontak maupun sistemik, dan sebaiknya disemprotkan pada pagi hari agar lebih efektif. Sedangkan untuk penyakit pengendalian dilakukan dengan penyemprotan fungisida.

[email protected]





Pohon Jambu Berkembang Biak Dengan Cara

Source: http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/527-perbanyakan-tanaman-jambu-biji#:~:text=Tanaman%20jambu%20biji%20dapat%20diperbanyak,pucuk%2C%20okulasi%2C%20dan%20cangkok.