Kepik Hijau Menyerang Tanaman Kedelai Pada Bagian

By | November 3, 2022

Kepik Hijau Menyerang Tanaman Kedelai Pada Bagian

Sumber Gambar : Dokuen Pribadi

Hama Tanaman Kedelai
– Tanaman kedelai juga seperti tanaman budidaya lainnya, tak luput dari gangguan hama dan penyakit atau organisme pengganggu tanaman (OPT).  Lebih dari 100 jenis serangga hama dapat menyerang dan mengganggu tanaman kedelai. Pengendalian hama oleh petani umumnya dilakukan dengan penyemprotan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia adalah alternatif terakhir dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Namun jika dilakukan dengan cara yang tidak tepat berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan masalah resistensi hama.  Hama yang sering menyerang tanaman kedelai antara lain lalat bibit, lalat batang, ulat grayak, oteng-oteng, penggulung daun, ulat jengkal, penggerek polong, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, dan kepik hijau. Berikut jenis hama tanaman kedelai dan cara pengendaliannya:


  1. Lalat bibit/ lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon) (Diptera: Agromyzidae)

Lalat bibit biasanya menyerang benih kedelai yang baru ditanam dan belum tumbuh.Benih yang terserang terdapat lubang-lubang kecil bekas gigitan.Serangan bisa menyebabkan benih tidak tumbuh dan membusuk.Hama ini juga menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.Serangan lalat kacang ditandai oleh adanya bintik-bintik putih kecil pada keeping biji, daun pertama atau kedua.Bintik-bintik tersebut adalah bekas tusukan alat peletak telur (ovipositor) dari lalat kacang betina.Pengendalian dapat dilakukan dengan perlakuan benih, mulsa jerami, sanitasi lahan dan pergiliran tanaman. Perlakuan benih dapat dilakukan dengan cara mencampur 10 kg benih dengan 100 gram insektisida berbahan aktif metomil sebelum tanam. Pengendalian dengan penyemprotan insektisida dapat dilakukan saat tanaman berumur 7 hari setelah tanam, bila populasi hama mencapai ambang kendali (1 imago/50 rumpun).


  1. Lalat Batang (Melanagromyza sojae) (Diptera: Agromyzidae)

Selain pada tanaman kedelai, lalat batang juga dapat menyerang kacang hijau dan kacang-kacangan yang lain. Pada daun muda, terdapat bintik-bintik bekas tusukan alat peletak telur.Lubang gerekan larva pada batang dapat menyebabkan tanaman layu, mongering, dan mati. Pengendalian dapat dilakukan dengan pemasangan perangkap, mulsa jerami, perlakuan benih, dan aplikasi insektisida saat tanaman berumur 12 hari setelah tanam, bila populasi hama mencapai ambang kendali, yaitu 1 imago/50 rumpun. Lalat buah menyerang buah kedelai dan menyebabkan polong membusuk. Telur lalat buah disimpan didalam polong dan akan menetas menjadi larva.


  1. Ulat Grayak (Spodotera litura F) (Lepidoptera: Noctuidae)
Baca Juga :   Roller Alat Berat

Ulat grayak menyerang dan merusak seluruh bagian tanaman, mulai dari daun, batang dan buah. Serangan ulat grayak jika sudah terlanjur parah akan menyebabkan tanaman mati dan mengering. Ulat grayak aktif makan pada malam hari, meninggalkan epidermis atas dan tulang daun sehingga daun yang terserang akan terlihat putih. Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, sanitasi yang baik, varietas toleran, penggunaan insektisida hayati (SI NPV), dan aplikasi insektisida kimia bila mencapai ambang kendali (kerusakan daun 12,5%).


  1. Oteng-oteng/ Penggerek Daun (Epilachna sp.) (Coleoptera: Coccinellidae)

Hama oteng-oteng menyerang dan merusak daun tanaman kedelai, baik daun muda maupun daun tua.Serangan lebih sering terjadi pada daun tanaman muda. Serangan menyebabkan daun berlubang-lubang, kemudian daun akan mengering dan mati. Larva dan serangga dewasa memakan permukaan daun bagian atas dan bawah sedangkan lapisan epidermis dan tulang daun ditinggalkan.Selain kedelai, tanaman inang lainnya yaitu bayam, kacang panjang, kangkung, kentang, terung, mentimun, tomat, semangka, paria, dan oyong. Pengendalian dilakukan dengan cara sanitasi dan pergiliran tanaman. Penyemprotan insektisida harus dilakukan sesuai rekomendasi, dengan bahan aktif antara lain metomil dan profenofos.


  1. Ulat Penggulung Daun (Lamprosema indicata F) (Lepidoptera: Pyralidae)

Hama penggulung daun menyerang dan merusak daun tanaman kedelai.Gejala serangan terlihat jika terdapat daun-daun tanaman kedelai yang menggulung. Hama ini terdapat pada daun yang menggulung tersebut, kemudian akan memakan daun dan tulang daun yang menyebabkan daun menjadi rusak. Ulat ini merekatkan daun yang satu dengan yang lainnya dari sisi dalam dengan zat perekat yang dihasilkannya.Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, rotasi tanaman, sanitasi dan penyemprotan insektisida. Aplikasi insektisida kimia dilakukan bila telah mencapai ambang kendali (kerusakan daun 12,5%).

Baca Juga :   Kerajaan Ternate Dan Tidore Terletak Di Pulau

  1. Ulat Jengkal (Chrysodeixis chalcitesEsp) (Lepidoptera: Noctuidae)

Ulat jengkal adalah pemangsa segala jenis tanaman (polifag).Larva ulat jengkal menyerang seluruh bagian tanaman, terutama daun muda.Serangan mengakibatkan daun-daun yang rusak berlubang-lubang tidak beraturan.Ulat makan daun dari arah pinggir.Serangan berat mengakibatkan yang tersisa tinggal tulang-tulang daunnya.Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, sanitasi yang baik dan penyemprotan insektisida. Aplikasi insektisida kimia dilakukan bila telah mencapai ambang kendali (kerusakan daun 12,5%).


  1. Penggerek Polong Kedelai (Etiella zinckenella Treit) (Lepidoptera: Pyralidae)

Hama ini menyerang polong dan tinggal didalamnya.Serangangan menyebabkan polong menjadi busuk dan rusak. Serangan pada bunga akan menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk polong. Tanda serangan berupa lubang gerek berbentuk bundar pada kulit polong.Apabila terdapat dua lubang gerek pada polong berarti ulat sudah meninggalkan polong. Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, rotasi tanaman, sanitasi dan pelepasan parasitoid Trichogramma sp. Aplikasi insektisida harus dilakukan sesuai dosis rekomendasi dengan bahan aktif antara lain sipermetrin dan carbosulfan.


  1. Ulat Buah/ Ulat Polong (Helicoverpa armigera Hubner) (Lepidoptera: Noctuidae)

Ulat polong memiliki tipe serangan yang mirip dengan penggerek polong, yaitu tinggal di dalam polong dan memakannya.Sehingga menyebabkan polong berlubang dan rusak. Ciri khusus cara makan ulat ini adalah kepala dan sebagian tubuhnya masuk ke dalam polong. Selain makan polong, ulat muda juga menyerang daun dan bunga.Pengendalian dilakukan dengan penanaman serempak, sanitasi, rotasi tanaman dan penanaman tanaman perangkap (jagung) di pematang.Pestisida hayati yang dapat digunakan yaitu HaNPV. Aplikasi insektisida harus dilakukan sesuai anjuran, dengan bahan aktif antara lain permetrin dan sipermetrin.


  1. Kutu Daun (Aphis glycines) (Hemiptera: Aphididae)

Kutu daun menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun dan menyebabkan daun tanaman menjadi keriting. Serangan kutu daun mengakibatkan tanaman tumbuh kerdil dan menurunkan produktivitas.Serangan pada pucuk tanaman muda menyebabkan pertumbuhan tanaman kerdil.Hama ini juga bertindak sebagai vektor virus kacang-kacangan. Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, sanitasi yang baik, rotasi tanaman dan pemantauan hama ini secara rutin. Penyemprotan insektisida dilakukan sesuai ambang kendali, apabila populasi tinggi.


  1. Kutu Kebul (Bemisia tabacci) (Hemiptera: Aleyrodidae)
Baca Juga :   5 Contoh Globalisasi Di Bidang Iptek

Serangan kutu kebul menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan kerdil.Kutu kebul bergerombol di bawah daun dan menyebabkan daun mengkerut dan menguning.Serangga muda dan dewasa mengisap cairan daun. Kutu kebul merupakan vektor penyakit CMMV pada kedelai dan kacang-kacangan lain. Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, sanitasi yang baik, rotasi tanaman dan pemantauan secara rutin. Pestisida nabati asap cair dapat diaplikasikan sebagai repellent untuk hama ini. Aplikasi insektisida kimia harus dilakukan sesuai rekomendasi, berbahan aktif antara lain abamectin dan imidakloprid.


  1. Kepik Hijau (Nezara viridula) (Hemiptera: Pentatomidae)

Kepik hijau biasanya bergerombol di balik daun.Hama ini menyerang dan merusak polong dan menyebabkan polong mengempis dan kering.Kepik muda dan dewasa merusak polong dan biji dengan menusukkan stiletnya pada kulit polong terus ke biji kemudian mengisap cairan biji.Kerusakan yang diakibatkan oleh kepik ini menyebabkan penurunan hasil dan kualitas biji. Pengendalian dapat dilakukan dengan tanam serempak, rotasi tanaman, penanaman tanaman perangkap Sesbania rostrata, serta penggunaan pestisida nabati asap cair sebagai repellent. Penyemprotan insektisida berbahan aktif harus dilakukan sesuai rekomendasi, antara lain berbahan aktif BPMC, metomil dan profenofos.

Sumber: Balitkabi (2013); https://mitalom.com/hama-tanaman-kedelai/

Penyusun: Suryani dan Danarsi Diptaningsari

Kepik Hijau Menyerang Tanaman Kedelai Pada Bagian

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/94323/hama-pada-tanaman-kedelai-/