Pulau Jawa Berada Di Sebelah Garis Khatulistiwa

By | November 3, 2022

Pulau Jawa Berada Di Sebelah Garis Khatulistiwa

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Garis Khatulistiwa“. Berikut dibawah ini penjelasannya: Pengertian Garis Khatulistiwa Khatulistiwa adalah satu-satunya garis di permukaan [Yuk Baca]

Jakarta

Selama sepekan, mulai tanggal 8 Oktober hingga 14 Oktober, Matahari berada di atas pulau Jawa. Fenomena ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi yang miring 66,6 derajat terhadap ekliptika.

Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa (Pussainsa) Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang menjelaskan, hal ini membuat Matahari tidak selalu berada di atas garis khatulistiwa (lintang 0°), melainkan berada di lintang 23,4°LU (garis balik utara) hingga 23,4°LS (garis balik selatan).

Wilayah yang terletak di antara dua garis balik ini memungkinkan akan mengalami Matahari di atas tempat tersebut ketika tengah hari sebanyak dua kali setahun (kasus khusus, untuk wilayah sekitar garis khatulistiwa akan mengalami Matahari di atas garis khatulistiwa ketika Ekuinoks Maret dan Ekuinoks September).

“Pulau Jawa terletak di antara lintang 6°-8°LS atau berada di sebelah selatan garis khatulistiwa. Sehingga, Matahari akan berada di atas pulau Jawa beberapa hari setelah Ekuinoks September dan beberapa hari sebelum Ekuinoks Maret,” ujar Andi seperti dikutip dari keterangan resmi.

Berdampak Hari Tanpa Bayangan

Andi menyebutkan, dampak fenomena ini adalah ketika tengah hari, tidak ada bayangan yang terbentuk dari benda tegak tak berongga (seperti tongkat, tiang, dan sebagainya). Oleh karenanya, fenomena ini disebut juga sebagai Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa.

Selain itu, saat tengah hari, ketika sinar Matahari datang tegak lurus permukaan Bumi, intensitas radiasi Matahari akan maksimum. Sehingga, ketika tutupan awan sangat minim, suhu permukaan Bumi saat siang hari akan maksimum. Hal ini tidak berlaku saat tutupan awan cukup besar sehingga suku permukaan Bumi cenderung menurun, meskipun hawa gerah tetap dapat dirasakan akibat berkurangnya kelembaban.

Andi mengimbau masyarakat agar mengkondisikan tubuh selalu terhidrasi dengan baik, dan menggunakan alat pelindung seperti tabir surya, payung, topi ataupun alat pelindung lainnya.

Baca Juga :   Dalam Siklus Pendek Penguapan Air Laut Menyebabkan Hujan Turun Di

“Untuk mengecek hilangnya bayangan saat tengah hari ketika Hari Tanpa Bayangan, siapkan benda tegak seperti tongkat, tiang, spidol, botol, dan sebagainya. Letakkan benda di permukaan yang rata,” ujarnya.

Jika tidak ada, dapat menggunakan bandulan dalam keadaan setimbang. Kalibrasikan jam yang akan digunakan untuk menandai waktu melalui https://jam.bmkg.go.id. Kemudian amati bayangan yang dihasilkan oleh benda pada tanggal dan jam yang sudah ditentukan.

Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Pulau Jawa

  • Merak: Jumat, 08 Oktober 2022 pukul 11.43.34 WIB
  • Serang: Jumat, 08 Oktober 2022 pukul 11.42.55 WIB
  • Karimunjawa: Jumat, 08 Oktober 2022 pukul 11.25.47 WIB
  • Tangerang Kota: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.40.45 WIB
  • Depok: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.39.57 WIB
  • Jakarta: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.39.54 WIB
  • Bekasi Kota: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.39.19 WIB
  • Karawang: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.37.52 WIB
  • Indramayu: Sabtu, 09 Oktober 2022 pukul 11.34.00 WIB
  • Bogor: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.39.51 WIB
  • Subang: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.36.01 WIB
  • Sumedang: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.35.02 WIB
  • Cirebon: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.32.47 WIB
  • Losari: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.31.45 WIB
  • Tegal: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.30.27 WIB
  • Pekalongan: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.28.19 WIB
  • Jepara: Minggu, 10 Oktober 2022 pukul 11.24.17 WIB
  • Pelabuhan Ratu: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.40.32 WIB
  • Sukabumi: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.39.02 WIB
  • Bandung: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.36.19 WIB
  • Semarang: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.25.07 WIB
  • Purwodadi: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.23.05 WIB
  • Lasem: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.21.12 WIB
  • Bojonegoro: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.19.13 WIB
  • Lamongan: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.17.05 WIB
  • Surabaya: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.15.44 WIB
  • Sampang: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.13.48 WIB
  • Sumenep: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.11.18 WIB
  • Kep. Kangean: Senin, 11 Oktober 2022 pukul 11.04.45 WIB
  • Garut: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.34.56 WIB
  • Tasikmalaya: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.33.37 WIB
  • Banjar: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.32.21 WIB
  • Majenang: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.31.26 WIB
  • Purbalingga: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.29.02 WIB
  • Wonosobo: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.26.53 WIB
  • Magelang: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.25.38 WIB
  • Surakarta: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.23.10 WIB
  • Madiun: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.20.24 WIB
  • Nganjuk: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.18.53 WIB
  • Jombang: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.17.34 WIB
  • Pasuruan: Selasa, 12 Oktober 2022 pukul 11.14.54 WIB
  • Pameungpeuk: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.35.42 WIB
  • Pangandaran: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.31.39 WIB
  • Cilacap: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.30.05 WIB
  • Kebumen: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.27.31 WIB
  • Yogyakarta: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.24.27 WIB
  • Wonogiri: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.22.25 WIB
  • Ponorogo: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.20.24 WIB
  • Kediri: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.18.11 WIB
  • Malang: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.15.44 WIB
  • Bondowoso: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.10.59 WIB
  • Situbondo: Rabu, 13 Oktober 2022 pukul 11.10.13 WIB
  • Pacitan: Rabu, 14 Oktober 2022 pukul 11.21.44 WIB
  • Trenggalek: Rabu, 14 Oktober 2022 pukul 11.19.12 WIB
  • Blitar: Kamis, 14 Oktober 2022 pukul 11.17.21 WIB
  • Kepanjen: Kamis, 14 Oktober 2022 pukul 11.15.44 WIB
  • Lumajang: Kamis, 14 Oktober 2022 pukul 11.13.07 WIB
  • Jember: Kamis, 14 Oktober 2022 pukul 11.11.13 WIB
  • Banyuwangi: Kamis, 14 Oktober 2022 pukul 11.08.35 WIB.
Baca Juga :   Pantun Cukup Sekian Dan Terima Kasih

Simak Video “Pria Ngaku Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa, Kasusnya Dihentikan

(rns/rns)

DALAM sepekan ini, mulai 8 hingga 14 Oktober 2022, Pulau Jawa akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan. Itu terjadi karena Matahari berada di atas Pulau Jawa disebabkan sumbu rotasi Bumi yang miring 66,6 derajat terhadap ekliptika.

Peneliti Pusat Riset Sains Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN Andi Pangerang menjelaskan Matahari tidak selalu berada di atas garis khatulistiwa (lintang 0 derajat), tetapi berada di lintang 23,4°LU hingga 23,4°LS. Wilayah yang terletak di antara dua garis balik ini memungkinkan akan mengalami Matahari di atas tempat tersebut ketika tengah hari sebanyak dua kali setahun.

“Pulau Jawa terletak di antara lintang 6°-8°LS atau berada di sebelah selatan garis khatulistiwa sehingga Matahari akan berada di atas Pulau Jawa beberapa hari setelah ekuinoks September dan beberap….

Indonesia berdasarkan letak astronomisnya membentang dari 6o LU – 11o LS dan 95o BT – 141o BT. Berdasarkan posisi lintnag tersebut dapat kita ketahui bahwa Indonesia dilalui garis khatulistiwa yaitu lintang 0o. Posisi garis khatulistiwa berada di area tengah kepulauan Indonesia, yaitu melalui beberapa pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Indonesia yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa (Lintang Selatan).
Selain Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara juga merupakan pulau-pulau yang berada di sebelah selatan garus khatulistiwa.

Garis Khatulistiwa adalah garis khayal yang membelah bumi ke dalam dua bagian yang sama yakni utara dan selatan. Garis Khatulistiwa melewati daratan atau teritori perairan 14 negara termasuk di dalamnya Indonesia (Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi). Sedangkan
Pulau Jawa terletak di sebelah selatan
garis khatulistiwa.

Baca Juga :   Proses Penguapan Air Laut Dalam Siklus Air Disebut Juga Dengan


gajah termasuk hewan​


gajah termasuk hewan​


apa saja yang membantu tumbuhan penyebarkan bijinya​


Tolong di jawab dengan benar​


Jenis patung yg digunakan sebagai sarana perubadatan


Berilah kesmpatan lain untuk bertanya mengenai informasi yang kamu presentasikan


1.apa arti materi?2.sebutkan 3 batang?3.kasih lah 5 dari suku kata yang di edaran suku yang memiliki kawasan utama….??plizz jawab ya kkno ngasal!!sa …

tu kali aja jangan ngasal jawabnya!!​


mengapa Presiden Soekarno mempercayakan tugas penyelamatan Bendera Pusaka kepada H. Mutahar?​


1.apa arti materi?2.sebutkan 3 batang?3.kasih lah 5 dari suku kata yang di edaran suku yang memiliki kawasan utama….??jawab ya kk!!!no ngasal lo​


tagor dan teman-teman bekerja sama menyusun kubus mainan mereka telah melakukan kegiatan yang menunjukkan persatuan saat….​

Pulau Jawa Berada Di Sebelah Garis Khatulistiwa

Source: https://apaartidari.com/pulau-jawa-berada-di-sebelah-titik-titik-garis-khatulistiwa