Mengapa Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Tinggi

By | November 3, 2022

Mengapa Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Tinggi




Pertanyaan ini selalu saja muncul ketika berbicara mengenai

keanekaragaman hayati atau yang biasa disingkat dengan kehati
.

A
pakah urgensi kehati dalam kehidupan ini?

B
egitu pentingkah kehati ini, sehingga perlu dilestarikanya? Apa akibatnya ketika kehati ini tidak lestari? Pertanyaan-pertanyaan

tersebut

terlontar dari berbagai kalangan, bukan saja dari kalangan masyarakat awam. Pertanyaan akan semakin banyak dilontarkan terutama jika sudah bersinggungan dengan subyektifitas kepentingan ekonomi. Pertanyaan senada juga akan ditemui ketika pembicaraan kehati bertema tentang organisme hayati yang belum banyak dimengerti manfaatnya secara ekonomi.

Kesimpulan dari berbagai pertanyaan tentang kehati ini ternyata selalu bermuara pada kepentingan ekonomi.

K
ehati akan selalu menjadi korban pada saat bernilai ekonomi tinggi dan tidak bernilai

pada saat

belum diketahui nilai ekonominya.

P
ada organisme yang bernilai ekonomi tinggi terancam dengan over eksploitasi sedangkan pada organisme yang tidak bernilai atau belum diketahui nilai ekonominya terancam dengan eradikasi.

Dalam kerangka upaya pelestarian sumber daya kehati, menyajikan jawaban terhadap berbagai pertanyaan tersebut sangatlah penting, tentunya adalah jawaban yang dapat mengeliminir sikap negatif dan menumbuhkan sikap positif terhadap upaya pelestarian kehati, yaitu berupa informasi tentang arti pentingnya kehati secara komprehensif dari aspek ekonomi, lingkungan dan sosial begitu juga akibat buruk yang harus diterima jika kehati terabaikan. Berikut ini sekelumit informasi

tentang pentingnya pelestarian kehati.


JIKA KEHATI LESTARI

Jika sumber daya kehati lestari
,

manfaat apakah yang akan didapatkan dalam kehidupan ini?

S
ecara umum sumber daya kehati mempunyai tiga manfaat besar, yaitu; manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan.

K
etiga jenis manfaat ini muaranya adalah pada peningkatan taraf hidup manusia, makhluk Tuhan yang paling banyak jenis kebutuhan hidupnya.


1.



Manfaat Ekonomi

Manfaat ini merupakan jenis manfaat yang paling mudah difahami dan disadari manusia.

M
anfaat ekonomi ini berupa pemenuhan kebutuhan secara ekonomi antara lain:
;

pangan, sandang, papan dan industri. Terhadap kepentingan pangan

,

kehati memenuhi kebutuhan bahan pangan yang meliputi; berbagai jenis bahan makanan pokok, ternak, perikanan, buah-buahan dan sayuran. Dalam kepentingan papan

,

kehati memenuhi kebutuhan bahan bangunan berupa berbagai jenis kayu. Untuk kepentingan sandang

,

kehati memenuhi kebutuhan berbagai serat untuk.pembuatan pakaian. Sedangkan untuk kepentingan industri kehati memenuhi kebutuhan bahan baku industri, seperti; olahan pangan, olahan kebutuhan sandang, industri minyak atsiri, industri kertas, industri energi, industri transportasi dan masih banyak lagi.


2.



Manfaat Lingkungan (Ekologi)

Manfaat secara ekologi adalah jenis manfaat keberadaan kehati yang cenderung diabaikan dan luput dari pemahaman manusia, sementara manfaat secara ekologi ini adalah manfaat yang tidak kalah pentingnya dengan manfaat ekonomi, bahkan manfaat ini adalah menjadi prasarat untuk terwujudnya manfaat yang lain termasuk manfaat ekonomi. Beberapa manfaat secara ekologi adalah sebagai berikut:

Baca Juga :   Contoh Kalimat Tidak Efektif Dan Efektif


a.



Menekan ledakan hama dan penyakit tanaman

Sumber hama dan penyakit tanaman

a
dalah unsur hayati sebagai bagian dari kehati.

O
rganisme ini menjelma menjadi hama maupun penyakit ketika mereka berada jumlah populasi yang

tidak seimbang dengan persediaan pakan ataupun predatornya. Misalnya, populasinya

terlalu besar melebihi daya dukung populasi organisme sumber pakan mereka, d
a
lam kondisi seperti ini, mereka akan menjadi hama maupun penyakit bagi organisme sumber pakanya.

Dalam kondisi kehati yang optimal, setiap organisme penyusun hayati jumlah populasinya akan saling dikontrol dalam mekanisme rantai makanan. Mekanisme ini terbentuk karena setiap organisme hidup berada pada sebuah sistem keseimbangan interaksi antar unsur organisme dalam sebuah lingkungan kehidupan, seluruh unsur hayati memperoleh kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupannya dan mendapatkan fasilitas kebutuhan hidupnya.

Contohnya, kera ekor panjang (Macaca fascicularis), yang populasinya berkembang tidak terkendali, cenderung menjadi hama bagi tanaman-tanaman yang dibudidayakan manusia (kebun, pekarangan, dan lain-lain).


 Gambar1. Kera ekor panjang (Macaca fascicularis) cenderung menjadi hama ketika populasinya berlebihan.


b.



Menekan munculnya sumber penyakit manusia

Sumber penyakit manusia sebagian bersumber dari organisme tertentu, salah satu contohnya adalah demam berdarah. Sumber penyakit ini akan meningkat menjadi sebuah wabah ketika populasinya jumlahnya mengalami ledakan. Untuk mengatasi wabah penyakit ini solusi terbaiknya adalah menekan pertumbuhan organisme sumber penyakit tersebut, yaitu dengan melestarikan keseimbangan kehati.


c.



Pelestarian sumber daya air dan tanah

Sumber daya kehati mempunyai peran yang cukup penting terhadap pelestarian kedua sumber daya alam ini.

B
eberapa jenis tanaman terbukti mempunyai kemampuan untuk melestarikan sumber daya tanah dan air ini. Jenis-jenis tanaman yang mempunyai kemampuan untuk pelestarian sumber daya tanah dan air adalah jenis tanaman yang mempunyai karakter sebagai berikut: selalu hijau (evergreen), tingkat penguapan rendah, tingkat konsumsi air rendah, sistem perakaran kuat, biomas
a

seresah terutama daun mudah terdekomposisi, mampu memperbaiki kesuburan dan ketebalan solum tanah dengan cepat.

Contoh jenis-jenis tumbuhan yang memiliki manfaat sebagai pelestari sumber daya air, misalnya; pohon-pohon dari keluarga Ficus (beringin) seperti beringin (Ficus benjamina) dan preh (Ficus retusa); gayam (Inocarpus fagifer) dan lain-lain.

Gambar2. Beringin (Ficus benjamina) dikenal sebagai pohon yang mampu menyimpan air


d.



Menekan pencemaran lingkungan

Sumber daya hayati sangat berperan dalam menjaga kebersihan dan kesegaran udara, berbagai penelitian membuktikan bahwa berbagai komunitas tumbuhan menyumbangkan peranya dalam menjaga kualitas udara. Berikut peran berbagai komunitas tanaman terhadap tingkat kualitas udara terutama penurunan zat emiter karbon dan peningkatan kadar oksigen udara.


§



Komunitas hutan

H
utan yang sehat menyerap karbon dioksida dari atmosfer untuk membantu proses fotosintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 15 persen dari 32 miliar ton karbon dioksida yang dihasilkan setiap tahun oleh kegiatan manusia diserap oleh hutan. Jadi, ketika hutan rusak, kita rugi berkali-kali. Kita tidak hanya melepas karbon dari pohon, tetapi juga kehilangan kemampuan hutan untuk menyerap karbon dan kehilangan kemampuan pohon untuk menghasilkan oksigen.

Baca Juga :   Merk Alat Berat Buatan China

Secara rata-rata, dalam daur hidupnya setiap pohon bisa mencukupi oksigen (O
2
) untuk kebutuhan 18 (delapan belas) orang dan menyerap karbondioksida (CO
2
) dari mobil yang berjalan sekitar 41.834 km. Pohon besar menyerap kira-kira sebesar 120-240
pounds
partikel kecil

a
tau gas polutan. Hanya tumbuhanlah yang menghasilkan oksigen di bumi ini (Jalal 2007). Menurut Bernatzky (1978) pohon dengan tinggi 25 m dan diameter batang 15 m, akan mempunyai luas tutupan batang 160 m² dan luas permukaan daun sebesar 1600 m², akan menghasilkan oksigen sebanyak 1712 gram. Sedangkan untuk satu hektar lahan hijau dengan total luas permukaan daun lima hektar akan membutuhkan 900 kg CO
2

untuk melakukan fotosintesis selama 12 jam, dan pada waktu yang sama




akan




menghasilkan




600 kg O
2
.


§



Komunitas ganggang laut

Algae atau gangnggang laut menyerap banyak CO₂ untuk pertumbuhannya. A
lgae (ganggang) di laut membesar 20-25 kali hanya dalam 15 hari dengan diberi makan karbondioksida (CO2).

“Ganggang dari jenis
Chaetoceros sp.
dengan jumlah sel awal 40.000 sel per mililiter setelah diberi CO2 menjadi sebesar 780.000 sel per ml dalam 15 hari, bahkan
Chlorella sp. dengan jumlah sel awal 40.000 sel per ml menjadi sejuta sel per ml dalam 15 hari.”


§



Komunitas rumput laut

serapan karbon beberapa jenis rumput laut Genus Kappaphycus SPP

Jenis

Luas




( Km² )

Standing stok  (g/m²)

Serapan Karbon (TonC/siklus tanam)


K. alvarezii(Maumere)

0,15

508,00±48,37

219,12±36,89


K.denticulatum

0,15

473,00±28,60

458,33±58,04


K.alvarezii ( golo-golo )

0,15

502,50±74,02

236,57±18,80


K. striatum

0,15

624,00±119,07

367,07±90,42


§



Komunitas padang lamun





Padang lamun mampu menyerap karbon sebesar 83.000 metrik ton setiap Km²


§



Komunitas terumbu karang dan fito plankton

Berdasarkan penelitian DKP tahun 2007 menyatakan bahwa terumbu karang kita mampu menyerap 65,7 juta ton/tahun
. Padang lamun sebanyak 50,3 juta ton/tahun. Fitoplankton sebanyak 36,1 juta ton/tahun dan hutan bakau sebanyak 67,7 juta ton/tahun. Secara keseluruhan potensi laut kita menyerap CO
2
 sebesar 219,8 juta ton/tahun.


3.



Manfaat Sosial Budaya

Manfaat ini meliputi beberapa kepentingan antara lain: Kesehatan, Ilmu Pengetahuan dan seni budaya.


a.



Kesehatan

Manfaat kehati dalam kepentingan kesehatan; sebagai bahan pembuatan obat-obatan dan bahan makanan untuk menjaga kesehatan. Sebagai bahan pembuatan obat beberapa jenis tanaman maupun hewan terbukti banyak dimanfaatkan untuk bahan pembuatan obat berbagai penyakit. Sedangkan untuk kepentingan menjaga kesehatan beberapa jenis tanaman dan hewan dikonsumsi untuk mencegah munculnya penyakit, menambah daya tahan tubuh dan meningkatkan kebugaran badan serta meningkatkan kualitas proses metabolisme tubuh.


b.



Ilmu Pengetahuan dan

T
eknologi

Sumber daya kehati mempunyai peran sebagai obyek pengembangan Ipteg dan sumber inspirasi penciptaan teknologi baru. Sebagai obyek pengembangan Ipteg, berrbagai sumber daya hayati banyak dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu dalam bidang kesehatan, pangan, lingkungan dan energi. Sedangkan sebagai sumber inspirasi, beberapa unsur kehati terbukti mampu menginspirasi pada beberapa pengembangan teknologi antara lain; penerbangan, eksploitasi sumber daya alam, transportasi dan pemuliaan tanaman maupun ternak.


Baca Juga :   Arti Alat Ukur Tidak Baku


c.



Seni
dan Budaya

Seni dan budaya merupakan dua aspek yang cukup dekat dengan kehidupan manusia, kedua aspek ini diproduksi oleh komunitas manusia sebagai hasil interaksinya dengan lingkungan kehidupannya, termasuk dalam hal ini aspek hayati. Dalam aspek seni,
beberapa kehati terbukti mempunyai peran sebagai sumber inspirasi maupun bahan untuk karya seni. Sedangkan dalam aspek budaya sunber daya hayati melahirkan budaya atau karifan lokal antara lain: budaya mata pencaharian atau profesi untuk pemenuhan kebutuhan hidup, disamping itu juga menjadi sebab tumbuhnya budaya lokal yang berupa model bangunan rumah.


JIKA KEHATI
TIDAK LESTARI

Jika kehati tidak lestari atau terusik eksistensinya apakah yang akan terjadi?

S
ecara umum jika kehati terganggu maka yang akan terjadi adalah ketidak stabilan atau gangguan terhadap aspek ekonomi, aspek ekologi, aspek sosial dan budaya.


1.



Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi yang sensitif terhadap terjadinya kerusakan sumber daya kehati antara lain; produktifitas komoditas agro yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan. Penyebab utama terhadap kasus ini adalah munculnya berbagai jenis hama dan penyakit tanaman dan ternak. Serta perikanan yang disebabkan oleh terganggunya keseimbangan alam. Bentuk akibat lainya adalah penurunan produktifitas komoditas agrikultur yang disebabkan terbatasnya materi genetik untuk kepentingan pemuliaan tanaman, ternak dan perikanan


2.



Aspek Ekologi

Aspek ekologi adalah

aspek yang paling terkena

akibat langsung dari terjadinya kerusakan sumber daya hayati.

B
entuk gangguan ekologis yang disebabkan oleh kerusakan sumber daya kehati ini antara lain; terganggunya keseimbangan alam dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Terganggunya keseimbangan alam ini terjadi sebagai akibat terusiknya sistim kontrol secara alami pada sebuah ekosistem yang disebabkan oleh menurun
n
ya atau bahkan punahnya suatu populasi hayati tertentu, sementara semua populasi hayati mempunyai peranan yang sama pentingnya dalam sebuah ekosistem.

Bentuk penurunan kualitas lingkungan yang diakibatkan oleh terganggunya sumber daya hayati adalah; penurunan kualitas udara dan kualitas perairan  yang disebabkan oleh pencemaran serta penurunan kualitas lahan.







3.



Aspek Sosial Budaya

Akibat pada aspek sosial dan budaya dari terjadinya gangguan pada sumber daya hayati adalah merupakan puncak dari seluruh akibat yang terjadi dari aspek ekonomi dan ekologi. Bentuk akibat dari aspek sosial dan budaya antara lain: kekurangan pangan, kekurangan energi, kekurangan bahan sandang, penurunan kualitas kesehatan lingkungan, peningkatan sumber penyebab penyakit dan peningkatan aktitas distrukti atau kejahatan manusia.



Muh. Taufik J. P

Mengapa Keanekaragaman Hayati Di Indonesia Tinggi

Source: https://dlhk.jogjaprov.go.id/keanekaragaman-hayati-mengapa-harus-lestari