Mengapa Banyak Negara Melarang Penggunaan Bensin Bertimbal

By | November 3, 2022

Mengapa Banyak Negara Melarang Penggunaan Bensin Bertimbal

New Jersey


Pakar kimia Thomas Midgley bersikeras bahwa timbal merupakan zat yang tidak berbahaya. (Science Photo Library)

Bensin bertimbal itu aman. Itulah yang sangat diyakini olehpenemunya.

Di hadapan para wartawan yang skeptis pada sebuah konferensi pers yang digelar pada Oktober 1924, Thomas Midgley secara dramatis mengeluarkan timbal atau timah tetraethyl -zat kimia aditif- dalam sebuah wadah dan mencuci tangannya di dalam wadah tersebut.

“Ini bukan berarti saya mengambil risiko,” kata Midgley. “Saya juga tidak akan melakukannya setiap hari.”

Midgley – mungkin – sedikit tidak jujur. Dia baru saja menghabiskan beberapa bulan di Florida, memulihkan diri dari keracunan timbal.

Beberapa lagi tidak begitu beruntung, karena itulah wartawan tertarik.

  • Dari Jakarta sampai London: Bagaimana kota-kota dunia melawan polusi udara?
  • Jakarta “Krisis Alat Pemantau Kualitas Udara?
  • Kepolisian Cina kerahkan personel tangani polusi asap Beijing

Pada hari Kamis sebelum konferensi pers Midgley, di pabrik Standard Oil di New Jersey, seorang pekerja bernama Ernest Oelgert mengalami halusinasi. Pada hari Jumatnya, dia berlari mengelilingi laboratorium, berteriak-teriak ketakutan.

Pada hari Sabtu, keadaan Oelgert yang semakin berbahaya dan tidak terkontrol, sehingga adiknya memanggil polisi. Dia dibawa ke rumah sakit dan ditenangkan secara paksa. Pada hari Minggu, dia meninggal. Dalam seminggu, empat rekannya mengalami nasib yang sama – sementara 35 lainnya dirawat di rumah sakit.

Padahal hanya 49 orang yang bekerja di sana.

‘Gedung gas sinting’

Semua itu sama sekali tak mengejutkan bagi pekerja di tempat selain di fasilitas Standard Oil. Mereka tahu ada masalah dengan timbal tetraetil.

Seperti yang Gerald Markowitz dan David Rosner catat dalam buku mereka Deceit and Denial: The Deadly Politics of Industrial Pollution, laboratorium tempat zat itu dikembangkan dikenal sebagai “gedung gas gila”

Hal itu juga tak akan mengejutkan bagi Standard Oil, General Motors dan DuPont Corporation, tiga perusahaan terlibat dalam langkah menambahkan timbal pada bensin.

An aerial photograph of DuPont's Deepwater factory site, where tetraethyl lead (TEL) was developed
Gambar pabrik Deepwater milik DuPont’, tempat dikembangkannya timah tetraethyl. (Science Photo Library)

Jalur produksi pertama di Ohio telah ditutup setelah dua orang meninggal. Terdapat satu korban jiwa juga di pabrik ketiga yang berlokasi di New Jersey. Para buruh terus berhalusinasi tentang serangga- laboratorium itu dikenal sebagai “rumah kupu-kupu”.

Baca Juga :   Luas Terumbu Karang Yang Terdapat Di Wilayah Perairan Indonesia Adalah

Jika praktek kerja dibuat lebih baik, timbal tetraethyl bisa aman untuk diproduksi. Tapi apakah masuk akal untuk menambahkannya ke dalam bensin, ketika asapnya akan menyesaki jalanan kota?

Sekitar satu abad yang lalu, ketika General Motors pertama kali mengusulkan penambahan timbal ke dalam bensin – untuk meningkatkan performa kendaraan – para ilmuwan terkejut. Mereka mendesak pemerintah untuk menyelidiki implikasinya terhadap kesehatan masyarakat.

  • Cara kota-kota terbesar di dunia melawan kabut asap
  • Atasi kabut asap, Cina batasi penjualan petasan selama Imlek
  • Racun timbal bunuh 100.000 burung setiap tahunnya

Midgley meyakinkan bahwa “jalanan umum kemungkinan akan sangat bebas dari timbal sehingga tidak mungkin untuk mendeteksi zat itu atau penyerapannya”, walaupun dia mengakui bahwa mereka “tidak punya data berdasarkan eksperimen yang sebenarnya,”.

General Motors membiayai sebuah lembaga pemerintah untuk melakukan sejumlah riset, dengan satu klausul bahwa penemuan-penemuannya hanya bisa disepakati kalau mereka ikut memberikan persetujuan.

Chemist Thomas Midgley with the Delco laboratory test engine
Ahli kimia Thomas Midgley dengan mesin uji Delco (Science Photo Library)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berisiko, tapi berguna?

Laporan lembaga tersebut diterbitkan di tengah perhatian media pada rekan-rekan kerja Oelgert yang keracunan. Hal ini mendorong dicantumkannya timbal dalam rancangan rancangan undang-undang tentang kesehatan dan disambut dengan skeptis.

Di bawah tekanan, pemerintah mengadakan sebuah konferensi di Washington DC pada bulan Mei 1925. Perdebatan di sana menunjukkan dua pendekatan ekstrem terhadap gagasan baru yang terlihat berisiko, namun bermanfaat.

Di salah satu sudut: Frank Howard, wakil presiden Ethyl Corporation – perusahaan patungan antara General Motors dan Standard Oil. Dia menyebut bensin bertimbal sebagai ‘hadiah dari Tuhan,’ dengan alasan bahwa “keberlanjutan pengembangan bahan bakar motor sangat penting untuk peradaban kita”.

Di sudut lain: Dr Alice Hamilton, otoritas paling utama tentang timbal di Amerika.

Dia berpendapat bensin bertimbal adalah pertaruhan yang tidak layak untuk diambil. “Di mana ada timbal,” katanya, “banyak kasus keracunan timbal cepat atau lambat berkembang, bahkan kendati di lokasi yang berada di bawah pengawasan ketat.”

  • Sekitar 24 anak di Cina keracunan timbal
  • Cina selidiki pusat produksi ‘saus dan bumbu penyedap makanan palsu’
  • Inggris temukan pemicu kanker pada boneka

Hamilton tahu bahwa timbal telah meracuni orang selama ribuan tahun. Pada tahun 1678, pekerja yang membuat timbal putih – pigmen untuk cat – digambarkan mengalami penyakit berat, antara lain “pusing, dengan rasa sakit terus-menerus di alis, kebutaan, kebodohan.”

Baca Juga :   Rumah Adat Tambi Asal Provinsi Dan Keunikannya

Orang Romawi menggunakan timbal di pipa air. Penambang timbal sering kali akhirnya gila atau mati – dan banyak yang menyadari bahwa bukan hal yang bijak untuk terpapar dalam jangka panjang.

“Air yang mengalir melalui pipa tanah lebih sehat ketimbang yang melalui timbal,” tulis insinyur sipil Vitruvius, 2.000 tahun yang lalu. “Ini bisa diverifikasi dengan mengamati pekerja di timbal, yang kulitnya pucat.”

Polusi vs kemajuan

Banyak yang masih bergulat dengan pertanyaan umum yang membuat Howard dan Hamilton berselisih: berapa tingkat polusi yang bisa ditoleransi sebagai harga untuk kemajuan?

Sejumlah bukti menunjukkan bahwa ketika suatu negara semakin kaya, mereka mulanya cenderung tidak mementingkan kebersihan lingkungan, baru di kemudian hari membersihkannya.

Para ekonom menyebut ini sebagai “kurva lingkungan Kuznets,” dan ini masuk akal. Jika Anda miskin, Anda memprioritaskan pemasukan material. Seiring bertambahnya penghasilan, Anda akan memilih untuk menggunakan sebagian dari uang itu di lingkungan yang lebih baik dan lebih aman.

Tapi apakah bensin bebas timbal itu benar-benar kemewahan yang mahal? Benar, aditif timbal memecahkan masalah: memungkinkan mesin untuk menggunakan rasio kompresi yang lebih tinggi, yang membuat mobil lebih kuat.

Namun, itu bukan satu-satunya cara untuk memecahkan masalah.

Etil alkohol memiliki efek yang sama dan tidak akan membuat kepala anda berantakan, kecuali anda meminumnya. Midgley tahu ini, setelah menggabungkan bensin dengan hampir semua zat yang bisa dibayangkan, mulai dari yodium sampai kapur bar sampai mentega cair.

Mengapa perusahaan bensin memaksa untuk menggunakan timbal tetraetil, bukan etil alkohol? Para periset yang mempelajari keputusan tersebut tetap bingung. Orang-orang sinis mungkin menunjukkan bahwa setiap petani tua bisa menyaring etil alkohol dari gandum. Jadi tidak bisa dipatenkan, atau distribusinya bisa dengan mudah dikontrol. Timbal tidak bisa.

Kaitan kejahatan

AS tidak mematok pajak untuk bensin bertimbal sampai tahun 1970an, lalu akhirnya melarangnya dalam undang-undang udara bersih, seiring pergerakan negara tersebut di tepi luar kurva lingkungan Kuznets.

Dua dekade kemudian, pada 1990-an, tingkat kejahatan kekerasan mulai turun. Banyak alasan mengapa hal ini terjadi, namun ekonom Jessica Reyes memiliki pemikiran yang menarik.

Baca Juga :   Karakter Orang Yang Suka Pemandangan Alam

Otak anak-anak sangat rentan terhadap keracunan timbal kronis. Mungkinkah anak-anak yang tidak menghirup asap bensin bertimbal tumbuh menjad suatu generasi dengan kekerasan yang lebih rendah?

Reyes bisa menguji hipotesisnya: berbagai negara bagian AS menghapuskan bensin bertimbal pada waktu yang berbeda-beda.

Dengan membandingkan tanggal pemberlakuan undang-undang udara bersih dengan data kejahatan, dia menyimpulkan bahwa lebih dari setengah penurunan tingkat kejahatan – 56% – dkarenakan beralihnya bahan-bakar mobil ke bensin tanpa timbal.

Peneliti lain juga menemukan hubungan yang sama antara pipa air bertimbal dan tingkat pembunuhan di perkotaan.

Sengketa ilmu dan penundaan aturan

Indeks penurunan kejahatan bisa dinilai dengan uang, Reyes menyimpulkan. Nilainya sekitar 20 kali lebih tinggi dari biaya penghapusan bensin bertimbal – dan itu sebelum masalah lain yang diderita anak-anak yang menghirup timbal, seperti prestasi yang buruk di sekolah.

Bagaimana AS bisa begitu salah begitu lama?

Ini kisah sengketa sains dan peraturan yang tertunda, sebagaimana asbes, atau tembakau, atau produk lain yang sekarang kita tahu membunuh kita dengan perlahan.

Masalahnya, orang yang ingin melarang hal-hal seperti itu tidak selalu seperti Hamilton yang visioner. Terkadang mereka bisa jadi sangat obstruktif. Satu-satunya cara untuk mengubah keadaan adalah dengan melakukan penelitian.

Dan seperti yang ditekankan oleh Gerald Markowitz dan David Rosner, “Selama empat dekade berikutnya, semua penelitian tentang penggunaan timbal tetraetil dilakukan oleh laboratorium dan ilmuwan yang didanai oleh Ethyl Corporation dan General Motors”.

Dan bagaimana dengan ilmuwan yang pertama kali menuangkan timbal dalam bensin?

Bagaimana pun, Midgley adalah pria ramah yang bahkan mungkin percaya pada permainannya sendiri tentang amannya penggunaan timbal untuk mencuci tangan sehari-hari.

Tapi, sebagai seorang penemu, inspirasinya sepertinya telah dikutuk. Kontribusi besarnya yang kedua terhadap peradaban adalah chlorofluorocarbon, atau CFC, yang meningkatkan kinerja kulkas, namun menghancurkan lapisan ozon.

Di usia lanjut, Midgley yang menderita polio, menggunakan otak penemunya untuk mengangkat tubuhnya yang lemah dari tempat tidur. Dia merancang suatu sistem katrol dan dawai yang praktis. Yang dijeratkan ke lehernya, dan membunuhnya.

Tim Harford menulis kolom Undercover Economist di harian Financial Times. Program 50 Things That Made the Modern Economy disiarkan di BBC World Service.

(ita/ita)

Mengapa Banyak Negara Melarang Penggunaan Bensin Bertimbal

Source: https://news.detik.com/bbc-world/d-3661624/riwayat-bensin-bertimbal-dan-tragedi-ilmuwan-penemunya