Mengapa Manusia Dan Keindahan Tak Bisa Dipisahkan

By | November 3, 2022

Mengapa Manusia Dan Keindahan Tak Bisa Dipisahkan



M


A


K


A


L


AH


M


AN


U


S


I


A DAN



KEIN


DAHAN

Disusun untuk memenuhi tugas mandiri tidak terstruktur map
e
l

Ilmu

B

u
daya Dasar

D
i
s
u
s
u
n

Oleh :

Fitrotul Ulla
(

2024215503
)


KELAS






L




P


R


O


D


I






P


GRA RS

Pengampu Mapel :

Hj.
N
u
r

K
hasanah,
M
.Ag


S


E


KOL


AH T


I


NGG


I



AGA



MA I


S


L


A


M






N


EGR


I


TAHUN PELAJARAN 201


5


/201


6





DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………
i


DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………
ii


KATA PENGANTAR……………………………………………………………………….
iii


BAB I PENDAHULUAN


A.



Latar Belakang…………………………………………………………………….

…….
1


B.





Rumusan Masalah
1


C.



Tujuan Masalah………………………………………………………………………….
1


BAB II PEMBAHASAN


A.



Pengertian m
anusia

……………………………………………………………………..
2


B.



Pengertian keindahan



…………………………………………………………………
2


C.



Hakikat dari keindahan

……………………………………………………………….
3


D.



H
ubungan manusia dengan keindahan

…………………………………………..
4


E.



C
ara untuk mengetahui suatu keindahan

……………………………………….
5


BAB III PENUTUP

Kesimpulan………………………………………………………………………………………….
8


DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………
9


KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha P
e
nyayang,

saya

panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada

saya
,

sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul
“ Manusia dan Keindahan “
 ini dengan sebaik-baiknya.

Makalah ini disusun untuk memenuhi penilaian tugas dalam mata kuliah Ilmu Sosial Budaya dengan judul
“Manusia dan Keindahan “
. Makalah ini ditunjang dengan adanya pembahasan dan studi kasus, yang bertujuan untuk memperlengkap pemahaman makalah sesuai dengan tema. Semua terjabarkan secara lengkap dan tidak meniggalkan aspek lingkungan sekitar yang berhubungan dengan makalah yang telah disusun.

Terlepas dari semua itu,


Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.


Oleh karena itu dengan tangan terbuka

saya

menerima segala saran dan kritik dari



pembaca agar

saya


dapat


memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata saya berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan pembelajaran dan penambahan ilmu pengetahuan untuk mahasiswa yang lain. Saya ucapkan terima kasih dan semoga penulisan laporan ini berguna bagi para pembaca dan khususnya penulis sendiri.

Pekalongan, 13 September 2015

 Penulis




BAB  I


PENDAHULUAN



A.





Latar Belakang



Setiap manusia dilahirkan dan dibekali dengan banyak sekali keindahan. Keindahannya baik dari dalam, dari luar, maupun yang ada disekitarnya. Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal. Keindahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai benda tertentu yang indah.



B.





Rumusan Masalah




A.



Apa yang dimaksud dengan manusia?


B.



Apa yang dimaksud dengan keindahan?


C.



Hakikat dari keindahan?


D.



Apa hubungan manusia dengan keindahan?


E.



Bagaimana cara untuk mengetahui suatu keindahan?


C.




Tujuan Pembahasan

Tujuan dari pembahasan materi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan dan keterkaitan antara manusia dan keindahan. Mulai dari pengertian masing-masing dan hubungan keduanya.

Baca Juga :   Properti Yang Digunakan Pada Tari Payung Adalah


BAB II


PEMBAHASAN



A.





Pengertian Manusia

Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan yang tidak dilakukan, dan kita pun bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau buruk (negatif) buat diri kita sendiri. Selain itu dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial.
Karena bukan hanya diri sendiri saja tetapi manusia perlu bantuan dari orang lain. Maka sebab itu manusia adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.

Pengertian manusia dapat dilihat dari berbagai segi. Secara bahasa manusia berasal dari kata“manu” (Sansekerta),“mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang mampu menguasai makhluk lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Secara biologi, manusia diartikan sebagai sebuah spesiesprimata dari golonganmamalia yang dilengkapiotak berkemampuan tinggi.


Secara umum manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkaninteraksi dengan manusia yang lain.



B.





Pengertian Keindahan

Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata
 “
indah “

, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.


Keindahan

ataukeelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya Garis Besar Estetik (filsafat Keindahan), keindahan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan kata“beautiful”,
Prancis“beao” sedangkan Italy dan Spanyol”beloo”.
diterjemahkan dari kata“bellum” Akar katanya adalah“benum” yang berarti kebaikan. Kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi
“bonellum”
dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis
“bellum”.



C.





Hakikat dari Keindahan

Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).

Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :


1.



Keindahan dalam arti luas, keindahan mengandung ide kebaikan, watak hukum, pikiran, pendapat dan sebagainya.


2.



Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya yang meliputi keindahan seni, alam, moral dan intelektual.


3.



Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna

Baca Juga :   Rumah Adat Yang Berasal Dari Jawa Tengah Adalah

Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.

Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :


1.



Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.


2.




Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.



D.





Hubungan Manusia dengan Keindahan

Keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan merupakan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu hanya tiruan lukisan Monalisa yang tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep dalam seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.

Manusia yang menikmati keindahan berarti manusia mempunyai pengalaman keindahan. Pengalaman  keindahan biasanya bersifat terlihat (visual) atau terdengar (auditory) walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut.

Keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu adalah wajar tidak berlebihan dan tidak kurang. Konsep keindahan itu sendiri sangatlah abstrak ia identik dengan kebenaran. Batas keindahan akan behenti pada pada sesuatu yang indah dan bukan pada keindahan itu sendiri. Keindahan mempunyai daya tarik yang  selalu bertambah,  sedangkan yang tidak ada unsur keindahanya tidak mempunyai daya tarik. Orang yang mempunyai konsep keindahan adalah orang yang mampu berimajinasi, rajin dan kreatif dalam menghubungkan benda satu dengan yang lainya. Dengan kata lain imajinasi merupakan proses menghubungkan suatu benda dengan benda lain sebagai objek imajinasi. Demikian pula kata indah diterapkan untuk persatuan orang-orang yang beriman, para nabi, orang yang menghargai kebenaran dalam agama, kata dan perbuatan serta orang –orang yang saleh merupakan persahabatan yang paling indah.



E.





Cara untuk Mengetahui Keindahan


1.



Renungan

Renungan berasal dari kata renung, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sama lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.

Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu:


a.



Teori pengungkapan, seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan berupa gambaran angan-angan melalui gerak, garis, warna, suara dan sebagainya sehingga orang-orang dapat merasakan perasaan yang sama.


b.



Teori metafisik, seni yang dibuat oleh manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi.

Baca Juga :   Agar Tanah Liat Tidak Lengket Kita Menggunakan


c.



Teori psikologi, seni yang dibuat oleh manusia sebagai bentuk pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadarnya.


2.



Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.

Keserasian identik dengan keindahan. Keindahan adalah suatu susunan keserasian yang dapat menciptakan kesenangan bagi penglihatan dan pendengaran. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.


a.



Teori objektif dan teori subyektif

Teori objektif berpendapat bahwa keindahan adalah kualitas yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan terlepas dari orang yang mengamatinya. Teori subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.


b.



Teori perimbangan

Teori perimbangan merupakan hubungan dari bagian-bagian angka yang menciptakan keindahan.

Keserasian tidak ada hubungannya dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk dan ukuran. Atau keserasian merupakan pertentangan antara nada-nada tinggi-renda, keras-lembut,dan panjang-pendek. Kadang-kadang kemewahan menunjang keserasian tetapi tidak selalu.

  1. Kehalusan

Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.

Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.

  1. Kontemplasi

Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.


BAB III


PENUTUP



A.





Kesimpulan

Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH swt yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah,artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Jadi keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast). Dari ciri-ciri tersebut dapat disimpulkan bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia, karena keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Cara untuk mengetahui keindahan yaitu dengan renungan, keserasian, kehalusan, dan kontemplasi.


DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sujadi, M.P. 2010.
Manusia dan Keindahan.

Musfirotun Yusuf. 2015.
Manusia dan Kebudayaan. Pekalongan : Media Utama

Futikha. 2014.
Manusia dan Kebudayaan. Pekalongan
: Media Utama






Mengapa Manusia Dan Keindahan Tak Bisa Dipisahkan

Source: https://manusia-dan-keindahan.blogspot.com/