Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi Artinya

Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi Artinya


Contoh Peribahasa –
Peribahasa adalah salah satu bentuk kebahasaan yang digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan suatu hal yang terlintas dalam pikiran manusia.Dalam peribahasa terkandung makna kiasan yang berisi perbandingan, prinsip hidup, perumpamaan, nasihat, aturan-aturan, tingkah laku dan lain sebagainya.

Makna yang terdapat dalam peribahasa memiliki penyimpangan dari bentuk arti aslinya. Maka dari itu, peribahasa yang juga disebut sebagai sastra lisan, tidak dapat diartikan secara langsung atau “mentah”, melainkan harus melalui sebuah pemahaman yang benar.

Peribahasa lahir dari kebudayaan, setiap daerah seperti sunda, jawa, minang, batak, bugis, melayu, Papua dll pasti memiliki suatu peribahasa tertentu yang lahir dari lingkungan,  budaya dan juga kultur yang terdapat di daerahnya masing- masing.

Daftar Isi Artikel

  • Jenis- Jenis Peribahasa
  • Contoh Peribahasa dan Artinya
    • Contoh Peribahasa Huruf A
    • Contoh Peribahasa B
    • Contoh Peribahasa C
    • Contoh Peribahasa D
    • Contoh Peribahasa E
    • Contoh Peribahasa F
    • Contoh Peribahasa G
    • Contoh Peribahasa H
    • Contoh Pribahasa I – M
    • Contoh Peribahasa N – R
    • Contoh Peribahasa S
    • Contoh Peribahasa T
    • Contoh Peribahasa U-Z
  • Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia
  • ARTIKEL LAINNYA






Jenis- Jenis Peribahasa


contoh peribahasa
contoh peribahasa | pixabay.com

Peribahasa digolongkan menjadi beberapa jenis, Menurut Rumadi, peribahasa digolongkan menjadi 3 , yakni:


  1. Pepatah


    Jenis peribahasa yang mengandung ajaran atau nasihat yang berasal dari orang tua.

  2. Perumpamaan


    Perumpamaan adalah peribahasa yang berupa perbandingan.

  3. Ungkapan
    Suatu kata khusus yang manyatakan maksud dalam bentuk kiasan.

Nah, dari ketiga jenis peribahasa tersebut beberapa ungkapannya pasti sering kita dengar baik itu dalam kehidupan sehari hari ataupun anda mengenal istilah tersebut di media cetak seperti koran ataupun media televisi.





Contoh Peribahasa dan Artinya



contoh peribahasa dan artinya
pixabay.com

Berikut ini adalah beberapa contoh peribahasa bahasa Indonesia yang sering digunakan dan populer dan artinya serta penjelasannya singkat.



Contoh Peribahasa Huruf A


  1. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang
    (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta)
  2. Ada udang dibalik batu
    ada maksud tersembunyi
  3. Ada gula ada semut


    dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian
  4. Ada asap ada api


    segala akibat pasti ada sebabnya
  5. Air beriak tanda tak dalam

    orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu

  6. Air tenang menghanyutkan

    orang pendiam, tapi banyak ilmu

  7. Air susu dibalas dengan air tuba
    kebaikan yang dibalas dengan kejahatan
  8. Air tenang jangan disangka tiada buayanya
    orang pendiam belum tentu penakut
  9. Anjing menggonggong kafilah berlalu
    tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain

  10. Ayam berkokok hari siang


    mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan
  11. Adat pasang berturung naik


    nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih
  12. Air jernih ikannya jinak


    suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah
  13. Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga
    kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga



Contoh Peribahasa B


  1. Bagai air di daun talas
    Orang yang tidak tetap pendiriannya / plin plan
  2. Bergantung pada akar lapuk


    Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan
  3. Bagai makan buah simalakama


    Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah)
  4. Bagai pungguk merindukan bulan


    Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan
  5. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi


    Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat
  6. Bagai telur diujung tanduk


    Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting.
  7. Bagai aur dengan tebing


    Saling tolong menolong
  8. Bagai api dengan asap
    persahabatan yang erat dan tak terpisahkan
  9. Bagai anjing menyalak di ekor gajah
    Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya
  10. Bagai musuh dalam selimut


    Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat
  11. Bagai bumi dan langit


    Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain
  12. Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian


    Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah
  13. Bagai katak dalam tempurung


    Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit
  14. Bagai mentimun dengan durian


    orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa
  15. Besar pasak daripada tiang


    Besar pengeluaran daripada pendapatan
  16. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing


    Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah




Contoh Peribahasa C



  1. Cempedak berbuah nangka


    Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan
  2. Cepat kaki ringan tangan


    Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan





Contoh Peribahasa D


  1. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri
    sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.
  2. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi
    sejajar dalam martabat/tingkat/kedudukanya
  3. Dikasih hati minta jantung


    Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak
  4. Dunia tak selebar daun kelor


    Dunia itu luas dan tidak sempit
  5. Datang tidak berjemput pulang tidak berantar


    Tidak dipedulikan atau diabaikan
  6. Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh


    Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula
  7. Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung


    Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada
  8. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi


    Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya.
  9. Datang tampak muka, pulang tampak punggung


    Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang
  10. Diatas langit masih ada langit


    Diatas orang hebat/pintar/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.



Contoh Peribahasa E


  1. Embun diujung rumput
    Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah
  2. Emas disangka loyang
    Orang jahat disangka orang baik / orang pintar disangka orang bodoh
  3. Esa hilang dua terbilang


    Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai

  4. Emas berkilau hendak disimpan
  5. Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan



    Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu



Contoh Peribahasa F


  1. Fajar menyingsing elang menyongsong



    Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih



Contoh Peribahasa G


  1. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak.


    Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas.
  2. Gali lubang tutup lubang


    Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya



  3. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari


    Seorang pendidik / pemimpin /orang tua haruslah memberi contoh yang baik .
  4. Gayung bersambut kata berjawab


    Menangkis atau menjawab pertanyaan orang
  5. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang.


    Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada.
  6. Gajah mati karena gadingnya.



    Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya



Contoh Peribahasa H


  1. Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua.


    meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya.
  2. Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.


    ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian.
  3. Hangat hangat tahi ayam


    kemauan yang tidak tetap
  4. hati gatal mata digaruk
    punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya.
  5. hidup berkerat rotan
  6. harum semerbak mengandung mala
  7. hangat hangat kuku
    agak hangat
  8. hidup berakal mati beriman
  9. Habis manis sepah dibuah


    setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan
  10. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama

  11. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai
Baca Juga :   Benda Langit Yang Dapat Memancarkan Cahayanya Sendiri Disebut






Contoh Pribahasa I – M


  1. Indah kabar daripada rupa
    suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya.
  2. Jatuh diatas tilam
    mendapat keuntungan besar
  3. Jangan memancing di air keruh
    mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan
  4. Kacang lupa akan kulitnya
    lupa akan asalnya atau tak tahu diri
  5. Karena nila setitik rusak susu sebelangga
    karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan
  6. Kura kura dalam perahu
    menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya


  7. Kecil-kecil cabai rawit

    tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan
  8. Lempar batu sembunyi tangan
    melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut
  9. Malu bertanya sesat dijalan
    segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan.
  10. Musang berbulu ayam
    orang jahat yang bertingkah seperti orang baik
  11. Menang jadi arang, kalah jadi abu


    Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian
  12. Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri.


    bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri
  13. Membasuh muka dengan air liur.


    hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya.
  14. Membasuh arang dimuka


    melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu
  15. Menjilat air ludah


    meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan/ tak tahu malu






Contoh Peribahasa N – R


  1. Nasi sudah menjadi bubur
    perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi
  2. Pagar makan tanaman


    orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya*


  3. Pucuk dicinta ulam pun tiba


    mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan/harapan yang terwujud



Contoh Peribahasa S


  1. Seperti anjing dan kucing


    selalu bertengkar tak pernah rukun
  2. Seperti labu dibenam
  3. Setali tiga uang
  4. Sudah jatung tertimpa tangga


    mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut)
  5. Sambil menyelam minum air
    mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan/ masalah orang lain
  6. Sebagai api makan sekam
    suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan
  7. Seperti kayu terapung dilatu
    pekerjaan atau perkara yang tak terutus
  8. Seperti ayam kehilangan induk
    menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin
  9. Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga


    sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan



  10. Seperti air di dalam kolam


    orang yang memiliki pembawaan tenang
  11. Sedia payung sebelum hujan


    mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang
  12. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit


    usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil
  13. Seperti pinang dibelah dua


    orang yang memiliki wajah atau karakter mirip
  14. Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk


    semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati
  15. Senjata makan tuan

    sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri
  16. Serigala berburu domba
    orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam/jahat/curang.

  17. Seperti kerbau dicocok hidung
    o
    rang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain

  18. Seperti katak dalam tempurung

    orang yang wawasannya kurang luas



Contoh Peribahasa T


  1. Tak ada gading yang tak retak


    tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya
  2. Tangan mencencang bahu memikul


    siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya
  3. Tikus mati dilumbung padi
    negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut
  4. Terdorong gajah karena besarnya
  5. Tong kosong nyaring bunyinya


    orang yang kurang ilmu banyak bicara
  6. Tak ada rotan akar pun jadi


    apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan
  7. tercoreng arang di kening
    mendapat malu
  8. tajam ke bawah tumpul ke atas
    galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya/berkuasa
  9. Tua tua keladi makin tua makin menjadi


    orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda



Contoh Peribahasa U-Z


  1. Usul menunjukan asal
    Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya
  2. Udang tidak tahu bongkoknya


    orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki

  3. Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya


    orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri
  4. Umur setahun jagung


    belum berpengalaman
  5. Waktu adalah uang


    waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu)
  6. Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh


    orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan
  7. Yang secupak takkan jadi segantang


    sesuatu yang tak dapat diubah lagi

  8. Zaman beralih musim bertukar

    segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman
  9. Zaman beredar musim berganti




    musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti.





Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia



Selain membahas contoh peribahasa dan artinya seperti pada
list
diatas. Kita juga memberikan beberapa contoh kalimat menggunakan peribahasa- peribahasa tersebut. Berikut beberapa diantaranya.

Baca Juga :   Cara Membuat Bunga Dari Tutup Botol


Contoh Kalimat Peribahasa

  • Dian dan Fatimah sudah berteman sejak kelas 1 SD, dimana ada Dian, disitu pasti ada Fatimah.
    Mereka bagai api dengan asap.
    (tak dapat terpisahkan).
  • Kau jangan sombong dengan kepintaranmu!. Ingat!

    Diatas langit masih ada langit

    (diatas orang pintar/kaya dll masih ada yang lebih tinggi lagi).
  • Pak Asmuri tidak mungkin manghukum Rio tanpa alasan yang jelas, dia pasti telah melakukan kesalahan.

    Ada asap pasti ada api.

    ada akibat pasti ada sebabnya.
  • Setelah sukses sebagai pengusaha bengkel Motor di desanya. Yuda menjadi sombong, menyapa teman- temanya saja sudah tidak mau. Padahal teman- temannya dulu sering membantunya ketika hidupnya kesusahan. Yuda seperti K
    acang lupa kulitnya.

  • Wajah Sulastri mirip sekali seperti wajah Nisa Sabyan. Mereka

    Seperti pinang dibelah dua.

  • Awalnya Jojo berniat menjahili Adi yang sedang tidur dengan melemparkan petasan disamping kasur. Namun petasan itu malah meledak ketika dinyalakan ditangannya sehingga melukai tangan kanannya. dia terkena
    Senjata makan tuan.



  • Jeri dan Herli hidupnya gak pernah akur. setiap hari mereka selalu bertengkar hanya karena masalah yang kadang sepele. Mereka

    Seperti kucing dan anjing.

  • Padahal aku sudah meminjamkannya uang lima ribu, eh dia malah memaksa dan minta dipinjami uang sepuluh ribu. Sudah

    Dikasih hati malah minta jantung.

  • Hukum di negara ini memang
    T

    ajam keatas tumpul kebawah.

    Koruptor yang korupsi uang negara sampai ratusan milyar hanya dihukum 4 tahun penjara. sedangkan maling ayam malah dihukum 6 tahun.
  • Adiknya pendiam, pintar dan rajin mengaji, Sedangkan kakaknya banyak bicara, bodoh dan  sering mabuk-mabukan. Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung. Tapi sifat mereka

    Bagaikan langit dan bumi
    .

Itulah beberapa Contoh Peribahasa dan artinya dalam bahasa Indonesia yang biasa ditemukan di pergaulan keseharian kita.

Baca Juga :   Jelaskan Tentang Keadaan Iklim Negara Brazil


Baca Juga :

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku



Beberapa daftar kumpulan peribahasa akan mengalami penambahan atau pembaharuan dari segi jumlah kata dan pemutakhiran maknannya.
Sekian, Terima Kasih dan
#Wassalam


credits:



saldian

,


anadler


,


lie yan

,


seka ayu

Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi Artinya

Source: https://salamadian.com/contoh-peribahasa-dan-artinya/