Koleksi Tumbuhan Di Kebun Raya Bogor

By | November 3, 2022

Koleksi Tumbuhan Di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor berdiri pada 18 Mei 1817. Pemrakarsa berdirinya Kebun Raya Bogor adalah Reinward, seorang ahli Botani dari Jerman. Awalnya luas Kebun Raya Bogor sekitar 47 ha namun kemudian dikembangkan menjadi 87 ha. Kebun Raya Bogor merupakan salah satu kawasan konservasi ex-situ yang bertujuan untuk koleksi tumbuhan tropika dataran renah basah. Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 200 mdpl dengan curah hujan 3000-4300 mm/ tahun. Jumlah koleksi tanaman di Kebun Raya ini sekitar 222 suku (famili), 1257 Marga, dan 3423 jumlah spesies. Sedangkan jumlah spesimen hidup di kebun raya sekitar 13.684 spesimen.

Kebun Raya Bogor memiliki tugas atau fungsi


Kebun Raya, antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai tempat konservasi Ex-situ,
  2. Sebagai sarana penelitian, terutama penelitian tumbuhan,
  3. Sebagai sarana penunjang pendidikan, dan
  4. Sebagai sarana wisata.

A. Fabaceae

  • Kempas (Koompasia excelsa)

Jenis ini merupakan pohon yang biasa dikunjungi oleh beruang madu. Hal ini dikarenakan pohon kempas memiliki banir yang sangat disukai oleh beruang madu (Helactos malayanus).

  • Merbau (Intsia bijuga)

Pohon ini banyak terdapat di Papua. Pohon ini memiliki ciri khas kulit batang yang terlihat seperti “bopeng”. Banirnya tidak terlalu besar, bahkan hampir tidak berbanir.

  • Angsana (Pterocarpus indicus)

Pohon ini merupakan salah satu marga Fabaceae yang bergetah merah. Banyak dijumpai di pinggir jalan sebagai peneduh. Pohon ini termasuk pohon tua yang di tanam di Kebun Raya Bogor, yakni pada tahun 1844. ­Root grapting
(persambungan akar)

pada angsana merupakan jenis perakaran khas tanaman Hutan Tropik.

Gambar 1. Angsana

  • Saga (Adenantera pavonina)

Saga dapat digunakan sebagai obat sariawan. Daunnnya di rebus dan diminum. Buahnya berwarna merah dan kering.

  • Gayam (Inocarpus vageferdis)

Gayam merupakan satu-satunya angoota Fabaceae yang berdaun tunggal. Batangnya memiliki banyak percabangan. Selain itu dapat juga digunakan sebagai peneduh.

Gambar 2. Pohon sindur

  • Sindur (Sindora siamensis). Batangnya tidak berbanir dan paling tinggi diantara fabaceae lainnya.
  • Ki Hujan (Samanea saman). Tanaman ini tidak tinggi dan tidak pula berbanir. Dapat digunakan sebagai tanaman peneduh.
  • Parkia (Parkia timoriana). Berbanir papan. Biasa dikenal dengan kedawung dan saat ini tanaman ini sudah mulai langka. Bijinya dapat digunakan sebagai pelancar pencernaan.
Baca Juga :   Berikut Yang Bukan Merupakan Ciri Serat Asbes Adalah

B.

Sonneratiaceae

  • Pedada (Sonneratia caseolaris), pedada merupakan salah satu cirri khas hutan mangrove.

C.

Myrtaceae

Ciri-ciri Myrtaceae adalah berdaun harum, kulit batang mengelupas, batang secara umum terlihat seperti terpilin (tidak normal) akan tetapi biasanya terlihat lurus (jika normal). Umunya terdapat di Indonesia bagian Timur.

  • Ampupu (Eucaliptus alba)

D.

Lecitidaceae

  • Keben (Barringtonia asiatica)

Keben merupakan tumbuhan berdaun lebar, mirip ketapang dan berbatang tipe simpodial. Tumbuhan ini biasa tumbuh di hutan pantai. Selain itu dapat juga dimanfaatkan sebagai racun ikan, yaitu buahnya.

E.

Pandanaceae

Pandan-pandanan (Pandanus amarylifolius) dan
Pandanus connoideus. Pandan ini memiliki system perakaran yang unik dan terlihat indah, percabangannya jelas diatas permukaan tanah. Akar tunjangnya membuat pandan ini banyak tumbuh di dekat pantai (hutan pantai). Pandan ini banyak terdapat di Papua dan dapat digunakan sebagai obat HIV, kebugaran, dan lain sebagainya. Dilidah, pandan ini terasa seperti minyak. Berwarna merah, dan agak mengental.

F.
Dilleniaceae

  • Sempur (Dillenia pteropoda)

Sempur merupakan pohon yang memiliki banyak cabang. Daunnya mengelompok di ujung. Banyak terdapat bekas daun penumpu. Tepi daun bergerigi, tulang sekunder langsung ke tepi daun, dan batang serta rantingnya berbuku.


Gambar 3. Perakaran pandan

G.
Ebenaceae

  • Bisbul (Diospyros philippensis), berbatang hitam namun berbeda dengan kayu hitam.

H.
Arecaceae

  • Sawit (Elayus guinensis), dikembangkan secara besar-besaran di Sumatera dan Kalimantan.
  • Sagu (Metroxylon sagu), merupakan tanaman monocarpic (usai berbuah atau berbunga akan mati). Sagu biasa tumbuh di tempat-tempat basah.
  • Kelapa (Cocos nucifera) merupakan tanaman
    multi purpose trispecies.
  • Lontar (Borassus flabellifer). Tumbuh di Indonesia Timur (daerah kering). Daun lontar dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kertas.

I.
Araucariaceae

Araucaria (Araucaria hunsteinii). Ciri yang membedakan dengan araucaria lainnya adalah kulit batang yang mengelupas, daun lebih besar dari pada
Araucaria cunninghamii. Banyak terdapat di Papua.

Baca Juga :   Contoh Penerapan Ilmu Geografi Dalam Masyarakat
  • Agathis (Agathis dammara)

K. Pinaceae

  • Pinus (Pinus caribaea)

Pinus ini berasal dari Pulau Karibia. Batangnya beralur dalam (Pinaceae) yang dapat menghasilkan terpentin atau dikenal dengan gondorukem.

L.
Rubiaceae

  • Kopi (Coffea canephora)

Kopi ini merupakan kopi jenis Robusta. Banyak ditemukan di Sumatera (Bengkulu). Tepi daunnya bergelombang, daun sekunder memanjang hingga ke tepi daun. Selain itu juga terdapat daun penumpu (Interpetiolaris Stipule).

M.
Sapindaceae

  • Matoa (Pometia pinnata).

Tanaman ini berdaun majemuk dan tidak terdapat anak daun di ujung ranting. Matoa biasa juga disebut dengan rambutan Irian karena banyak dijumpai di daerah tersebut. Akan tetapi saat ini sudah banyak ditemukan di tanam di daerah-daerah lain di Indonesia.

  • Rambutan (Nephelium lappaceum).

Rambutan ini sekilas hampir mirip dengan rambutan
N. mutabile. Perbedaannya terletak pada daun. Daun rambutan ini lebih bulat dibandingkan dengan
N. mutabile.

  • Leci (Litchi chinensis).

Leci merupakan tanaman tertua yang ada di Kebun Raya Bogor. Tanaman ini ditanam pada tahun 1823, enam tahun setelah berdirinya Kebun Raya Bogor.

N.

Moraceae

Ciri-ciri Moraceae adalah daun muda tertutup oleh daun penumpu dan membentuk cincin.

  1. Karet Kerbau (Ficus elastica)

Karet kerbau memiliki akar gantung dan bergetah putih. Dahulu rakyat Indonesia memanfaatkan getah tanaman ini sebagai mata pencarian sebelum ditemukan karet yang sering disadap sekarang (Hevea brasilliensis).

  1. Keluarga Beringin (Ficus superba)
  2. Keluarga beringin (Ficus albipila). Merupakan salah satu pohon yang dikenal dengan pohon jodoh (bersama pohon meranti).
  3. Terep (Artocarpus odoratissimus)

Daun muda terep berbelah, mirip dengan daun muda pada kemiri. Akan tetapi ketika daun tersebut mulai tua, akan mirip seperti daun jati.

  • Artocarpus kemando

O.

Apocinaceae

  • Bintaro (Cerbera odollam)
  • Jelutung (Diera costulata)

P.
Sapotaceae

  1. Payena lerii
  2. Nyatoh (Palaquium rostratum)
  3. Keluarga sawo (Manilkara fasciculata). Batangnya
    terminalia bransistem.
  4. Sawo Kecik (Manilkara kauki). Batangnya
    terminalia bransistem.
  5. Tanjung (Mimusops elengi)

Q.
Sterculiaceae

  1. Coklat (Theobroma cacao). Theobroma berarti: “makanan untuk Dewa”, sehingga coklat dikenal sebagai salah satu bahan baku pembuat makanan Para Dewa.
  2. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia). Tanaman ini memiliki ciri tepi daun bergerigi tumpul, berbulu, dan tata daunnya alternate.
Baca Juga :   Pemeliharaan Peralatan Laboratorium

R.
Clusiaceae

  1. Keluarga Jambu-jambuan (Garcinia sizygiifolia). Tanaman ini hampir menyerupai tanaman manggis. Hal ini terlihat jelas pada bentuk daunnya.
  2. Mammea (Mammea siamensis). Tanaman ini memiliki getah yang berwarna kuning.

S.
Bombacaceae

  1. Durian (Durio zibethinus)

Durian merupakan jenis tanaman yang memiliki buah yang enak dan lezat, sangat disukai oleh mayoritas penduduk Indonesia. Akan tetapi dibeberapa daerah di Indonesia, harga durian sangat mahal.

T.
Anacardiaceae

  1. Bouea oppositifolia
  2. Gluta wallichii. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil getah beracun. Ditanam pad tahun 1866.

U.
Dipterocarpaceae

  1. Dipterocarpus turbinatus

Spesies ini merupakan tanaman yang memiliki buah bersayap. Sayap terdiri dari tiga hingga lima helai sayap. Tanaman ini banyak tumbuh di hutan dataran rendah. Kayunya dapat digunakan sebagai kayu lapis (Ply wood).

  1. Resak (Vatica pauciflora)
  2. Merawan (Hopea sangal). Berbanir papan.
  3. Kamper (Dryobalanops aromatica). Perbedaannya dengan kamper tanduk adalah daun kamper ini lebih kecil dari pada kamper tanduk.
  4. Meranti merah (Shorea pinanga)
  5. Meranti (Shore leprosula). Merupakan pasangan pohon jodoh dengan
    Ficus albipila.

V.
Burseraceae

  1. Kenari (Canarium zeylanicum). Kenari memiliki daun yang
    imparipinate, yakni di ujung ranting terdapat anak daun dan bersifat resinus (harum).

W.

Lauraceae

  1. Kayu manis (Cinnamomum burmanni)
  2. Ki besi/ Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri). Kayu Ulin merupakan tanaman Apendiks 1 dan sangat mahal. Karena kualitas kayu yang sangat baik, kayu ulin dimanfaatkan sebagai atap shirap yang mahal.


Gambar 6. Daun Ki Besi (Ulin)

X.
Casuarinaceae

  1. Cemara aru (Casuarina sumatrana)

Y.

Annonaceae

  1. Burahol (Stelechocarpus burahol).

Burahol merupakan tumbuhan yang memiliki buah jenis
cauliflora
(menempel di batang). Manfaat buah tersebut adalah dapat digunakan sebagai pengurang dan penghilang bau badan.

Z.
Tanaman lainnya

  1. Teratai (Victoria amazonia)

Koleksi Tumbuhan Di Kebun Raya Bogor

Source: http://novriyanti.staff.unja.ac.id/?p=73