Dalam Pembuatan Oncom Digunakan Jamur Neurospora Sitophila Yang Berperan Untuk

By | November 3, 2022

Dalam Pembuatan Oncom Digunakan Jamur Neurospora Sitophila Yang Berperan Untuk


Jamur yang nama ilmiahnya
Neurospora sitophila, dahulu bernama
Monilia sitophila.  Nama Neurospora berasal dari kata neuron (= sel saraf), karena guratan-guratan pada sporanya menyerupai bentuk akson.   Jamur oncom termasuk dalam kelompok kapang (jamur berbentuk filamen).  Sebelum diketahui perkembangbiakannya secara seksual, jamur oncom masuk ke dalam kelompok Deuteromycota, namun setelah diketahui fase seksualnya atau fase teleomorph-nya, yaitu dengan pembentukan askus, maka jamur oncom digolongankan ke dalam Ascomycota (lihat diagram The Biologi of Neurospora, 2000: 13)

Secara umum klasifikasi Jamur oncom, sebagai berikut:

Kingdom: Fungi
Phylum: Ascomycota
Subphylum: Pezizomycotina
Class: Ascomycetes
Order: Sordariales
Family: Sordariaceae
Genus:
Neurospora

Jamur
N. crassa
dikenal pula sebagai kontaminan, terutama di dalam laboratorium. Sebagai contoh tinggalkanlah sebonggol jagung rebus.   Biarkanlah di tempat terbuka (tidak terkena sinar matahari secara langsung) selama 2 – 3 hari, apakah yang kamu temukan ?

Pada umumnya bonggol jagung tersebut  akan terkontaminasi oleh jamur oncom, sehingga warnanya menjadi dominan jingga.  Di luar labortorium
N. crassa

juga terkenal sebagai kontaminan bagi pabrik pengolahan makanan seperti bakeri (roti), karena dapat menimbulkan kerusakan pada produk yang dihasilkan.

Pertumbuhan kapangNeurospora yang sangat pesat, warna jingganya yang khas, serta bentuk spora (konidia) yang seperti tepung merupakan ciri khas kapang ini. Kapang dari genus
Neurospora
telah lama diketahui dan telah dipelajari sejak 1843.  species
N. crassa banyak digunakan di dalam penelitian di laboratorium sejak 1941.N. Crasa telah menjadi obyek penelitian yang “disukai” oleh pakar mikrobiologi sebagai model dasar penelitian untuk kapang
(filamentous fungi). Menurut Shear and Dodge (1927), tahapan aseksual dari kapang ini adalah warna sporanya yang dominan orange atau jingga terang, sedangkan tahapan seksualnya dari
N. sitophila,
N. crassa, dan
N. tetrasperma
tidak diakui pada awalnya, karena tidak mudah diamati pada kondisi alamiah serta membutuhkan strain dari kedua dua tipe kawin untuk penyempurnaan tahapan seksual tersebut.

Baca Juga :   Rumah Adat Daerah Sumatera Barat Dikenal Dengan Sebutan Nama

Ciri   khas  konidia  dari  beberapa  spesies, yaitu:N. crassa,  N. sitophila,  N. intermedia,  N. tetrasperma, dan
N. discreta bentuknya sangat mencolok,  karena  warnanya  jingga. Pertumbuhan kapang  ini  sangat  cepat  dan  masif serta  produksi  konidia yang  sangat  berlimpah,  berbentuk seperti bubuk (powdery).   Observasi   secara  ekstensif   telah  dilakukan  terhadap  terjadinya Neurospora  di luar laboratorium  pada substrat alami dan buatan di  seluruh dunia. Neurospora umum ditemukan di daerah tropis yang  lembab  ataupun di lahan subtropis.  Diduga  askospora  dari  Neurospra  yang  tidak  atau  belum   aktif,  dapat  diaktifkan  oleh  panas  akibat   kebakaran  hutan atau lahan.  Pertumbuhan    dan   perkembangan   askospora   itu   terjadi   setelah   vegetasi  yang  berada  pada  lahan   tersebut  terbakar  baik  secara  alami  ataupun  buatan.  Meskipun  Neurospora  dikaitkan  dengan api, namun   masih  belum  diketahui  secara  pasti siklus hidup
Neurospora
di alam liar termasuk  reproduksi, diseminasi ,  dan   kelangsungan  hidup di antara  peristiwa  kebakaran  yang terjadi di berbagai vegetasi  (Jacobson et al., 2004, Pandit & Maheshwari 1996, Perkins 2002).

Di negara subtropis dan  tropis, makanan fermentasi dari kapang  telah banyak ditemukan di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Rhizopus, Amylomyces, Mucor, Monascus
dan
Neurospora
telah berperan sebagai mikoflora. Dalam kehidupan sehari-hari kapang
Neurospora

telah memegang peranan penting terutama dalam pengolahan makanan  fermentasi.  Kapang
Neurospora
telah dimanfaatkan untuk membuat oncom yang sangat populer bagi masyarakat Jawa Barat.  Di beberapa negara berkembang seperti Brazil,
Neurospora
telah digunakan dalam proses pengolahan singkong menjadi minuman fermentasi.  Menurut Ogbonna (2004, 350) beberapa strain dari
Neurospora crassa, dapat mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi ethanol.

oncom-bandung

Oncom Bandung

biakan
(culture) Neurospora crassa
dalam cawan petri

Baca Juga :   Sayur Dan Buah Merupakan Sumber Daya Alam

kultur-neurospora-dalam-erlenmeyer

Kultur
Neurospora
dalam erlenmeyer

the-biology-of-neurospora

Siklus Hidup
Neurospora

bentuk dari spora
Neurospora

(perhatikan guratan-guratan di permukaan spora tsb.)

Bentuk askospora dari
N. crassa

Foto mikroskopik
Neurospora crassa
dengan SEM dari spora yang telah berkecambah

Glosarium
Anamorph

Fase tidak sempurna dari jamur (Fungi Imperfecti) atau fase aseksual (vegetatif) yang berkembang biak secara mitosis.

Koloni Jamur

Pertumbuhan individual jamur pada kultur agar-agar atau secara alamiah bertumbuh pada substrat tertentu.  Koloni jamur yang telah tumbuh tersebut dapat mudah diamati dengan mata telanjang atau dengan atau dengan mikroskop.

Konidia  (tunggal = konidium)

Spora aseksual yang bersifat non-motil.

Konidiofor
Bentuk khusus dari hifa – tempat konidia dihasilkan.

Miselium (tunggal = hifa)

Filamen Individual jamur yang membentuk koloni fungi.

Spora

Bentuk reproduksi individual dari jamur yang dapat dianalogikan seperti  sebutir benih tanaman.

Struktur penghasil spora

Bagian tubuh jamur yang terlibat dalam memproduksi spora seperti hifa, konidiofor, fialid, dan tubuh buah lainnya

Teleomorph

Fase sempurna dari fungi atau perkembangbiakan jamur secara seksual yang melibatkan perkembangbiakan secara meiois atau dihasilkannya spora seksual dari jamur tersebut. Melalui fase inilah jamur tersebut dapat digolongkan secara pasti ke dalam kelompoknya berdasarkan spora seksual yang dihasilkannya. Contoh:  jika spora seksual yang dihasilkan adalah askus, maka tergolong Ascomycota, jika sporanya berbentuk basidium, maka dapat digolongkan ke dalam Basidiomycota.



Daftar Acuan

Davis, R. H. (2000). Neurospora: Contributions of a Model Organism. Oxford University Press, New York, N.Y.

Jacobson, D. J., A. J. Powell, J. R. Dettman, G. S. Saenz, M. M. Barton, M. D. Hiltz, W. H. Dvorachek, Jr., N. L. Glass, J. W., Taylor, and D. O. Natvig. (2004). Neurospora in temperate forests of western North America. Mycologia 96:55-74.

Baca Juga :   Rumus Keliling Dan Luas Segitiga Sama Kaki

Ogbonna, J.C. (2004). Fuel Ethanol Production from Renewable Biomass Resources dalam Pandey, A. Concise encyclopedia of bioresource technology, Haworth Press Inc. New York. USA. 346-362.

Pandit, A. and Maheshwari, R. 1996. Life history of Neurospora intermedia in a sugar cane field. J Biosci 21:57-79.

Perkins, D. D. 2002. Neurospora perithecia: the first sighting. Fungal Genet Newsl 49:9-10.

Shear, C. L., & B. O. Dodge. (1927). Life histories and heterothallism of the red bread-mold fungi of the Monilia sitophila group. /. Agric. Res. 34:1019-1042.

http://berkeleysciencereview.com/article/sweet-on-biofuels/ 



Dalam Pembuatan Oncom Digunakan Jamur Neurospora Sitophila Yang Berperan Untuk

Source: https://mudarwan.wordpress.com/2010/06/03/jamur-oncom/