Buah Yang Dijadikan Maskot Dki Jakarta Adalah

Buah Yang Dijadikan Maskot Dki Jakarta Adalah

Salak Condet, Salak Asli Jakarta

Pangannews.id

Kamis, 27 Januari 2022 05:31 WIB


news

Foto : Kunjungan Dit. Perbenihan Hortikultura ke Cagar Alam, Kebun Salak Condet. (21/1/2022)

PanganNews.id
Jakarta – Salah satu maskot DKI Jakarta, salak condet, kini semakin langka. Buah dengan nama latin Salacca edulis Cognita itu sudah jarang sekali ditemukan di pasar-pasar Jakarta, namun salak condet masih bisa ditemukan Cagar Buah Condet, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Mulanya, Cagar Buah Condet sempat terbengkelai hampir 7 tahun lamanya meski sudah diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta. Tak adanya petugas resmi yang dikirimkan pemerintah untuk menjaga dan merawat lokasi cagar, mengetuk hati warga Condet untuk mengurusnya sendiri tanpa honorarium. Barulah pada tahun 2013, Pemprov DKI Jakarta melalui Suku Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Jakarta Timur menugaskan beberapa Pekerja Harian Lepas (PHL) untuk merawat Cagar Buah Condet bersama-sama dengan warga Condet. Kini, jumlah pekerja yang bertugas menjaga area cagar berjumlah 6 orang.

Setelah sebelumnya area kebun diberi pembatas pagar besi keliling, komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk melestarikan Cagar Buah Condet sebagai identitas suku Betawi kembali terlihat dengan dibangunnya berbagai sarana dan prasarana penunjang wilayah cagar. Di tahun 2016, Cagar Buah Condet telah memiliki fasilitas seperti rumah benih, kantor pengelola, walking track, bangku-bangku untuk pengunjung, dan lampu penerang. Salah satu tujuan penyediaan fasilitas tersebut adalah sebagai daya tarik masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk mau berkunjung ke salah satu warisan budaya asli Betawi ini. Hal tersebut didukung dengan diterbitkannya SK Gubernur No.646 Tahun 2016 yang mengatur Percepatan Cagar Budaya dan Buah-Buahan Asli Condet.

Baca Juga :   Salah Satu Ciri Perairan Yang Tercemar Adalah

Sebagai salah satu maskot kota Jakarta, salak condet menjadi pohon buah yang paling mendominasi jenis tanaman yang ada di Cagar Buah Condet. kini jumlah pohon salak di area cagar mencapai lebih dari 2.000 pohon atau sekitar 80 persen dari total varietas tanaman yang ada di wilayah cagar. Jumlah tersebut terdiri dari pohon salak yang sudah berusia ratusan tahun dan beberapa pohon salak hasil cangkokan. Soal cita rasa, salak condet memiliki beraneka macam jenis rasa, dari mulai sepat, asam, hingga manis. Ciri khas rasa inilah yang membedakannya dengan jenis salak lain seperti salak pondoh, salak gula manis dan yang lainnya.

Jenis tanaman buah kedua yang paling banyak tumbuh di area kebun Condet adalah pohon duku condet. Jumlahnya kurang lebih sebanyak 250 pohon atau sekitar 12 persen dari seluruh pohon duku yang tumbuh, baik pohon berukuran besar maupun yang masih berukuran kecil.

Rasanya tak kalah dengan duku yang lain. Ali menyebut, duku Condet memang mempunyai kelebihan tersendiri. “Duku Condet ini bedanya abis dipetik bisa langsung dimakan dan rasanya manis sekali, ” kata dia.

Cagar buah Condet ini masuk dalam wilayah kerja Balai Benih Hortikultura Provinsi DKI Jakarta. Pengelola Cagar Buah,
Mali
mengatakan . “Saya ditugaskan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi koordinator kebun,” kata Mali saat ditemui di lokasi, Jumat (21/01/2022). Mali bersama lima pegawai honorer lainnya, sehari-hari mengelola kebun seluas 3,5 hektar itu sejak pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dia menyampaikan kendala-kendala yang dia alami selama mengelola Cagar Buah Condet. “Di sini sering banjir. Pas sudah berbunga, kena air, jadi hasilnya tidak maksimal,” kata dia. Belum lagi, banyaknya pohon-pohon besar di sekitar kebun, kata Mali, membuat salak condet lama berbuah “Kan harus butuh banyak matahari. Di sini sulit karena banyak pohon-pohon besar,” ujar dia.

Baca Juga :   Kawasan Asia Tenggara Sebagian Besar Beriklim

Inti Pertiwi Nashwari, Direktur Perbenihan Hortikultura (Plt) dalam kunjungan kerjanya ke Kebun Buah Condet ( 21/1/2022) menyampaikan bahwa salak condet ini merupakan kekayaan hortikultura kita, dan bernilai ekonomi cukup bagus, harus tetap dilestarikan. Untuk itu pemasyarakatan benih ini wajib dilakukan sehingga salak condet ini tidak hanya menjadi sejarah saja tetapi akan tetap dikenal sampai ke generasi berikutnya. “Salak Condet harus tetap lestari dan dijaga keberadaannya sebagai salah satu potret identitas asli masyarakat Betawi” imbuhnya.

Kepala Balai Benih Hortikultura Prov DKI Jakarta,
Ali Nurdin, mengatakan bahwa saat ini pengembangan perbenihan salak condet ini sudah dilaksanakan dengan adanya rumah bibit di lokasi cagar alam tersebut. Bicara tentang rumah bibit yang ada di Cagar Buah Condet, benih-benih tanaman seperti salak condet memang sengaja dibudidayakan baik untuk pemasyarakatan maupun untuk dijual kepada masyarakat.

Harga benihnya sendiri bervariasi, tergantung besar kecilnya benih tanaman. Untuk harga benih salak condet berada di kisaran Rp35.000 dan Rp60.000 untuk harga benih duku condet. Pembelian benih akan dilayani oleh petugas yang sedang bertugas. Hasil panennya sendiri memang tidak lagi dijual ke pasaran atau ke para tengkulak buah, namun diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta dan beberapa warga yang turut membantu mengelola kebun.

Jadi kalau masih ada yang penasaran dengan salak condet, mari beramai-ramai ke Cagar Buah Condet.

Ditulis oleh

Rimta Terra Rosa Br Pinem

Pengawas Benih Tanaman Muda.



Buah Yang Dijadikan Maskot Dki Jakarta Adalah

Source: https://pangannews.id/berita/1643244805/salak-condet-salak-asli-jakarta