Bagaimana Cara Bunglon Mengubah Warna Kulitnya

By | November 3, 2022

Bagaimana Cara Bunglon Mengubah Warna Kulitnya

bunglon


TEMPO.CO, Jenewa –
Kemampuan bunglon mengubah warna kulitnya seringkali membuat kita bingung. Pertanyaanya: bagaimana cara mereka melakukannya? Sekelompok ilmuwan dari University of Geneva, Swiss, berhasil menjawab rasa penasaran kita. Ternyata, bunglon mengubah warna kulitnya dengan cara menyesuaikan lapisan sel-sel khusus yang terdapat di kulit mereka.

Tidak seperti gurita dan cumi-cumi yang juga dapat mengubah warna kulit mereka, bunglon tidak mengubah warna dengan mengumpulkan pigmen warna dalam sel kulit. “Sebaliknya, hewan reptil ini mengandalkan perubahan struktural yang dipengaruhi pantulan cahaya ke kulitnya,” kata Michel Milinkovitch, pemimpin studi yang juga seorang profesor evolusi genetika, seperti dikutip dari
Livescience.

Untuk menyelidiki proses perubahan warna hewan reptil ini para peneliti mempelajari lima bunglon jantan dewasa, empat bunglon betina, dan empat bunglon panther (Furcifer pardalis) remaja–sejenis bunglon yang hidup di Madagaskar. Para ilmuwan mendapati bunglon memiliki dua lapisan tebal di sel iridofor, sel penghasil pigmen dan bertugas untuk memantulkan cahaya.

Baca Juga :   Penebangan Dan Pembakaran Hutan Dapat Menyebabkan Perubahan Lingkungan Yaitu

Sel iridofor ini mengandung nanokristal berbagai ukuran, bentuk, dan struktur. Sel ini merupakan kunci perubahan warna dramatis bunglon. Dengan sel ini, bunglon mengubah susunan struktural lapisan sel kulit atas dengan santai dan menarik kulit ke dalam tubuh, yang kemudian mengganti warnanya.

Para peneliti menggunakan beberapa metode untuk mempelajari perubahan warna di dalam sel iridofor. Pertama, Milinkovitch dan rekan-rekan penelitiannya merekan perubahan warna bunglon menggunakan kamera video beresolusi tinggi. Kemudian, peneliti membuat model numerik untuk memprediksi bagaimana nanokristal memantulkan cahaya.

Tim ilmuwan juga memanipulasi sel tersebut untuk mengetahui penyebab sel membengkak atau menyusut. Manipulasi sel ini menggunakan metode pengubahan jarak antara nanokristal dan sel iridofor.

Saat kulit dalam kedaan santai, Milinkovitch bercerita, nanokristal dalam sel iridofor sangat dekat satu sama lain. Bagian sel dari nanokristal tersebut mengeluarkan gelombang warna pendek, seperti biru.

Dalam kondisi sedang bersemangat, jarak antara nanokristal dan sel iridofor menjauh. Sel pun mengeluarkan gelombang warna panjang, seperti kuning, jingga, atau merah. Meski begitu, tubuh bunglon juga menyimpan pigmen warna lain, seperti kuning dan hijau. “Dalam keadaan tertentu, warna tubuh bunglon tidak berubah, hanya cahaya yang meningkat,” ujar Milinkovitch.

Temuan ini diterbirkan dalam jurnal
Nature Communications
edisi 10 Maret 2015.

LIVESCIENCE | AMRI MAHBUB






Rekomendasi Berita

Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

50 hari lalu


Tips Menulis Esai Ilmiah dengan Baik, Mahasiswa Perlu Tahu

Simak tips menulis esai ilmiah yang baik dari Universitas Airlangga.

Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

23 Februari 2022


Mengapa Tikus Digunakan sebagai Hewan Percobaan Medis?

Baca Juga :   Berita Globalisasi Di Bidang Sosial Budaya

Para ilmuwan meneliti tikus, karena ukurannya yang kecil, mudah disimpan dan dipelihara. Tikus juga dapat beradaptasi di lingkungan baru

Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

2 Februari 2022


Rizky Putri, Lulusan Fakultas Psikologi Unpad Pertama Lewat Skema Artikel Ilmiah

Rizky Putri Amalia menjadi sarjana psikologi Unpad pertama yang lulus dengan skema artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

25 Januari 2022


Cara UMY Agar Karya Ilmiah Tak Sekedar Kejar Publikasi, Tapi Juga Solutif

Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Gunawan Budiyanto menuturkan keberadaan karya ilmiah bisa menjadi solusi berbagai permasalahan.

Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

18 Januari 2022


Raja Salman Beri Penghargaan dan Dukung Penelitian Bidang Disabilitas

Raja Salman ingin meningkatkan peran Arab Saudi dalam penelitian ilmiah di bidang disabilitas.

Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2022

20 Juni 2022


Turki Bangun Pangkalan Ilmiah Bersama 30 Negara Lain pada 2022

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan rencana proyek pangkalan penelitian ilmiah di Antartika bersama 30 negara lain pada 2022.

Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

3 April 2022


Teliti Jintan Hitam Obat Kanker Mulut, Mahasiswa Jember Juara

Tiga mahasiswi FKG Universitas Jember juara Moestopo Dentistry Scientific Competition berkat penelitian tentang jintan hitam sebagai obat kanker mulut

Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

18 Februari 2022


Salah paham yang Viral dalam Kentang Goreng, Simak Kata Peneliti

Baca Juga :   Cara Membuat Rumah Rumahan Dari Gabus

Anda suka membeli kentang goreng di restoran siap saji? Awalnya peneliti Jepang mengatakan kentang goreng dapat menumbuhkan rambut. Ternyata..

Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

8 Februari 2022


Menumbuhkan Rambut dalam Beberapa Hari? Intip Penelitiannya

Tim ilmuwan di Jepang menemukan cara menumbuhkan rambut hanya dalam beberapa hari. Apakah minyak cepat saji juga bisa menumbuhkan rambut?

Ekstrovert Lebih Rentan Obesitas, Simak Hasil Penelitian Lainnya

30 November 2017


Ekstrovert Lebih Rentan Obesitas, Simak Hasil Penelitian Lainnya

Sebuah penelitian di University of Nottingham dan University of California melihat tipe kepribadian yang berbeda. Simak juga risiko penyakitnya.

Bagaimana Cara Bunglon Mengubah Warna Kulitnya

Source: https://tekno.tempo.co/read/649910/terungkap-cara-bunglon-ubah-warna-tubuh