Bagaimana Cara Membuat Energi Alternatif Dari Limbah Kulit Pisang

By | November 3, 2022

Bagaimana Cara Membuat Energi Alternatif Dari Limbah Kulit Pisang

Jakarta, CNN Indonesia

Jagat Twitter diramaikan dengan cuitan anak Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep yang mengatakan aliran listrik dapat dihasilkan oleh pisang. Dalam cuitanya, ia mengajak kolaborasi dengan bos

mobil listrik


Tesla,


Elon Musk

untuk berkolaborasi dengan usaha kulinernya yang menjual olahan pisang.

Sebuah jurnal yang diunggah di OSF menjelaskan mekanisme mengubah pisang menjadi listrik. Penelitian yang dilakukan oleh Cindy Nur Anggreani itu menjelaskan eksperimen yang mengubah kulit pisang menjadi energi listrik dengan menyertakan modifikasi pada sebuah baterai.

Dalam eksperimen tersebut, peneliti menggunakan limbah baterai yang dikeluarkan isinya, lalu digantikan dengan kulit pisang. Ia kemudian merendam 5gram kulit pisang dengan air selama 30 menit, lalu kulit pisang dihaluskan menggunakan blender agar mudah dimasukkan ke dalam limbah baterai.

Cindy melihat kandungan kulit pisang dapat menghantarkan arus listrik karena memiliki konstruksi yang sama dengan baterai pada umumnya, yaitu kandungan elektroit.

[Gambas:Twitter]

Kandungan yang dihasilkan dari limbah kulit pisang meliputi Potasium atau kalium (K+) yang tinggi, klorida, Magnesium dan Zink. Peneliti melihat kandungan kalium dan klorida dalam kulit pisang paling banyak, maka kalium yang bereaksi dengan klorida sangat berperan dalam menghantarkan arus listrik.

Akhirnya listrik dapat tercipta dari limbah kulit pisang yang dihaluskan dan dimasukkan ke selongsong limbah baterai dengan mengalirkan listrik ke rangkaian lampu LED pararel.

Arus listrik yang mengalir karena terdapat kandungan Zink akan terjadi reaksi ionisasi jika zink dan tembaga bersentuhan dengan pasta kulit pisang sehingga terjadi arus listrik. Jika kedua elektroda dihubungkan dengan lampu, maka akan terdapat arus listrik yang mengalir sehingga lampu dapat menyala.

Kulit pisang dapat menghantarkan arus listrik karena kulit pisang mengandung kalium, klorida, magnesium, dan zink. Bio-baterai dari kulit pisang dapat meminimalisir limbah kulit pisang.

[Gambas:Twitter]

Dikutip dari Patnabeats, seorang pemuda asal India juga telah melakukan penelitian serupa yang mengolah pisang menjadi energi bio-baterai. Hasil penelitiannya menghasilkan 12 volt yang dapat menyalakan dua lampu LED dari satu batang pisang yang dapat menyalakan 1 bohlam LED selama tiga jam.

“Saya menemukan energi dalam asam sitrat yang ditemukan di batang pisang. Saya membeli dua elektroda – satu seng dan satu tembaga – menempatkannya dalam sel dan menghubungkannya ke dua batang pisang berukuran masing-masing satu kaki,” ujar Gopal Jee.

Kini temuannya digunakan untuk warga yang kekurangan sumber daya listrik di kampung halamannya Naugachia, India. Berkat temuannya, Gopal dianugerahi penghargaan Inspire Award 2016 tingkat negara bagian India.

Baca Juga :   Manfaat Flora Dan Fauna Bagi Manusia

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]

Oleh
Adi Sucipto K

KOMPAS.com
– Kulit durian dan kulit pisang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Kandungan natrium, kalium, dan magnesium kulit buah bisa digunakan sebagai sumber energi pada baterai bekas yang sudah dibuang isinya.

Memanfaatkan kulit pisang dan kulit durian sebagai sumber energi listrik sangat mudah. Alat yang perlu disiapkan hanya tang, obeng, pisau, multimeter atau AVO (ampere, volt, ohm) meter, lampu LED, kabel, dan blender. Media yang disiapkan adalah kulit bagian dalam durian atau kulit pisang.

Kulit durian atau kulit pisang diblender, kemudian dimasukkan ke dalam wadah baterai kosong, lalu dipadatkan. Baterai ditutup rapat dan disegel. Baterai yang sudah diisi kulit pisang atau kulit durian diuji dengan AVO meter untuk mengetahui daya kuat arus dan beda potensial (tegangan) yang dihasilkan.

Tegangan harus minimal 1,3 volt untuk bisa dimanfaatkan. Baterai bisa pula diuji untuk menghidupkan radio, jam dinding, atau lampu senter.

Video Rekomendasi

Hasil penelitian siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menunjukkan, kulit pisang bisa menghasilkan tegangan 1,3 volt, sedangkan kulit durian bisa menghasilkan 1,5 volt. Tegangan yang dihasilkan bergantung kadar air dan kandungan kalsium, natrium, dan magnesium kulit buah.

Menurut siswa Jurusan Kimia Industri yang melakukan penelitian, yakni Ahmad Ferianto, Andi Bagus, Aditya Dharma Putra, dan Arifin, tingkat kematangan durian menentukan besar tegangan yang dihasilkan. Durian yang terlalu matang ataupun yang masih muda hasilnya kurang bagus.

”Hanya durian yang betul-betul masaknya pas dan layak konsumsi yang bisa menghasilkan tegangan maksimal hingga 1,5 volt. Selain itu, jenis durian montong Tuban hasilnya lebih bagus dari varietas lain,” kata Aditya.

Kandungan mineral

Guru pembina SMK Negeri 1 Cerme, Imam Mukhlis, menuturkan, pemanfaatan kulit durian untuk sumber energi listrik bukan hal baru. Tujuannya memanfaatkan limbah baterai yang terbuang serta memanfaatkan kulit durian dan kulit pisang yang selama ini dianggap sampah.

Liputan6.com, Malang –
Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur, memproduksi energi listrik yang memanfaatkan bakteri anaerob dari pembusukan limbah kulit pisang yang diberi nama “Mikrobial Fuellcell”.

“Konsep ini masih jarang. Biasanya yang diolah kan limbah cair, tapi kami olah limbah padat. Kulit pisang mudah didapat, mulai dari penjual pisang goreng hingga di daerah industri keripik pisang,” kata salah seorang mahasiswa pencipta Mikrobial Fuellcell, Chrisma Virginia di Malang, Minggu 6 November 2016, dilansir Antara.

Baca Juga :   Pakaian Adat Dari Sumatera Barat Adalah

Selain Charisma, mahasiswa lain yang tergabung dalam penciptaan Generator Listrik dari Limbah Kulit Buah Pisang Mikrobial Fuellcell) itu adalah Muhammad Errel Prasetyo dan Sang Aji Arif Setyawan.

Ide tersebut berawal dari kian berkurangnya sumber daya alam minyak bumi sebagai sumber energi utama, sehingga perlu ada pengganti energi yang bisa diperbarui dan berkelanjutan.

“Kami memilih kulit pisang, karena potensinya sangat besar dan bisa didapatkan kapan saja dan di mana saja,” katanya.

Ia menjelaskan cara kerja alat tersebut, pertama adalah menghancurkan kulit pisang dengan cara ditumbuk, namun tidak boleh ditambah air karena nanti berkurang substratnya. Selanjutnya, kulit yang sudah halus seperti bubur dimasukkan dalam kotak reaktor atau bio chamber.

Kotak reaktor dibagi dua, yakni kotak anoda dan katoda. Pada setiap kompartemen terdapat elektroda. Pada anoda, diisi kulit pisang yang halus, sedangkan kotak katoda diisi aquades. Prinsip kerjanya cukup mudah, yakni kulit pisang akan difermentasi mikroba dan menghasilkan elektron yang dialirkan dari anoda ke katoda.

Kedua kotak tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 1,5 volt dan mampu menghidupkan lampu LED merah. Saat ini, tim tersebut masih mencari cara agar alatnya bisa menghasilkan 5 volt listrik, sehingga bisa menyalakan lampu dan mengisi powerbank.

“Kami akan mengembangkan jenis elektrodanya. Rencananya akan kami ganti grafit, tetapi dari isi pensil karena alat ini sifatnya recycle,” mahasiswa Unibraw itu memungkasi.

sumber foto: ytimg.com (youtube)

Energi alternatif adalah sebuah sumber energi yang dibuat tanpa menggunakan bahan bakar minyak dan sejenisnya. Ada banyak cara membuat energi alternatif dan juga bahan yang sangat mudah didapat. Karena kemudahan inilah yang membuat sebuah sumber energi bisa disebut dengan sumber energi alternatif.

Salah satu bahan yang bisa dijadikan sumber energi alternatif adalah kulit pisang. Mungkin ini adalah satu hal baru akan tetapi kulit pisang ini sudah diteliti dan diuji. Dimana kulit pisang ini ternyata mampu untuk menghasilkan elektron yang bisa menghasilkan tenaga listrik.

Untuk cara membuat energi alternatif menggunakan kulit pisang ini cukup dengan membuatnya menjadi sebuah baterai kering. Pada sebuah baterai kering berbahan kulit pisang ini memiliki rataan elektrolit sebesar 1,24 volt. Dan jika digunakan untuk menghidupkan sebuah jam dinding bisa bertahan selama 135 jam atau 5 hari 6 jam. Pada dasarnya konstruksi dari baterai berbahan kulit pisang ini sama dengan baterai lainnya. Perbedaannya pada elektron positifnya uang berupa kalium pada untuk kutub positif. Sedangkan untuk negatifnya menggunakan klorida.

Baca Juga :   Sarana Dan Prasarana Lari Jarak Pendek

Pada reaksi yang terjadi antara potassium dengan garam akan membentuk sebuah kalium klorida. Dimana kalium klorida ini adalah sebuah elektrolit kuat yang bisa menjadi ion dan menghantarkan sebuah arus listrik. Selain itu, dalam cara membuat energi alternatif menjadi baterai juga terdapat sebuah kandungan magnesium dan juga seng.

Magnesium ini juga bisa melakukan reaksi dengan klorida sehingga bisa menghasilkan sebuah elektrolit yang kuat. Jumlah magnesium dalam kulit pisang sendiri jumlahnya hanya 14 % dari keseluruhan kandungan pisang. Akan tetapi jumlah ini sudah cukup untuk menjadikan baterai kulit pisang.

Kandungan seng pada pisang juga masuk dalam elektrolit yang baik. Pada baterai kulit pisang ini seng berfungsi sebagai elektron positif yang sangat baik. Akan tetapi kandungan seng pada kulit pisang ini terbilang kecil yang hanya berkisar 2 %. Jadi pada baterai kulit pisang ini zat yang paling berperan adalah potassium yang kemudian melakukan reaksi dengan garam. Baterai kulit pisang ini juga terbilang cukup awet maksimal 6 hari. Hanya beda satu hari dari baterai konvensional biasa. Tentu tidak terlalu mengecewakan untuk hasilnya.

Dalam cara membuat energi alternatif dibutuhkan beberapa bahan yakni: kulit pisang ambon dan wadah baterai bekas. Kulit pisang ambon ini dipilih karena lebih besar dan padat. Selain itu, kandungan berbagai macam zat dalam kulit pisang ambon juga yang paling baik. Untuk tempat baterainya bebas menggunakan baterai apa saja. Yang terpenting bateri tersebut sudah tidak dipakai. Jangan lupa untuk terlebih dahulu membersihkan tempat baterai yang akan digunakan. Cara membuat baterai kering dengan menggunakan kulit pisang sangatlah mudah. Langsung saja simak ulasannya berikut.

Cara membuat energi alternatif dengan menggunakan kulit pisang adalah langkah yang sederhana. pertama-tama Anda buka merk pada baterai bekas yang akan digunakan. Setelah itu Anda buka bagian atas baterai dengan rapi jangan lupa untuk membuka plastiknya. Kemudian, keluarkan serbuk berwarna hitam yang ada dalam baterai. Berikutnya Anda potong kulit pisang hingga lembut.

Pastikan kulit pisang benar-benar lembut. Setelah lembut, baru Anda bisa masukkan kulit pisang pada wadah baterai yang tadi telah dibersihkan. Terakhir tinggal tutup rapat baterai. Pastikan baterai benar-benar rapat. Jika tidak rapat maka akan membuat elektrolit pada baterai akan hilang. Dalam membersihkan baterai juga jangan sampai membuang pipa hitam yang ada pada bagian tengah baterai karena benda inilah yang menjadi kutub positif dari baterai.

sumber :
benergi.com

Bagaimana Cara Membuat Energi Alternatif Dari Limbah Kulit Pisang

Source: https://apamaksud.com/bagaimana-cara-memanfaatkan-kulit-pisang-agar-bisa-menghasilkan-energi-listrik