Cara Ambil Madu Dari Sarang Lebah

By | November 3, 2022

Cara Ambil Madu Dari Sarang Lebah

SOLOPOS.COM – Guru Besar Fakultas Pertanian UNS, Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M. P. (Istimewa)


Kasus Covid-19 yang menurun dari hari ke hari menyebabkan berbagai sektor kegiatan berangsur-angsur kembali seperti semula. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang kembali dipadati oleh pengunjung. Sektor pariwisata merupakan sektor andalan di Indonesia karena dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi regional dan penerimaan devisa pada skala nasional.

Pada tahun 2022, sebelum adanya pandemi Covid-19, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa negara terbesar ke empat setelah migas, batu bara, dan kelapa sawit. Salah satu pengembangan sektor pariwisata yang tidak banyak dibicarakan adalah pariwisata pedesaan.



PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Pengembangan pariwisata pedesaan berguna untuk meningkatkan manfaat bersih bagi masyarakat pedesaan, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam mengelola produk pariwisata. Apabila pariwisata dapat dikembangkan di daerah pedesaan, terutama dengan cara yang melibatkan partisipasi lokal yang tinggi dalam keputusan, maka dampak kemiskinan dapat berkurang.

Salah satu desa di Kabupaten Karanganyar yang sedang mengembangkan kepariwisataan adalah Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo. Desa Gempolan mempunyai potensi sumber daya alam dan panorama alam yang patut dikembangkan berbasis ekowisata. Masyarakat Gempolan, khususnya Dusun Semang sejauh ini telah memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada untuk pengembangan industri pariwisata berbasis ekowisata. Pengembangan ini berada di kawasan Gunung Tirah.

Desa Gempolan merupakan satu desa yang berada di atas Waduk Gondang dan memiliki pesona alam yang menakjubkan. Salah satu adalah obyek wisata alam Gunung Tirah. Gunung Tirah merupakan mutiara terpendam di belantara alas karet atau yang biasa dikenal alaska Desa Gempolan Kerjo, Karanganyar. Pemandangan dari Gunung Tirah dengan latar belakang Waduk Gondang merupakan pemandangan yang sangat menawan.

Baca Juga :   Kreasi Kerajinan Dari Stik Es Krim


Baca Juga: 9 Bakal Calon Rektor UNS Solo Miliki Segudang Prestasi, Termuda Usia 38 Tahun

Selain pemandangan Waduk Gondang, pepohonan karet banyak ditemukan di area Gunung Tirah. Meskipun disebut gunung, sebenarnya areal ini hanyak sedikit membukit dan lebih banyak menyajikan pemandangan Bendungan Gondang.

Masyarakat Dusun Semang melakukan pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya alam di sekitar sebagai objek wisata yang kemudian dikenal sebagai Objek Wisata Gunung Tirah.

Usaha masyarakat dalam pengembangan wisata di Gunung Tirah sejauh ini, yaitu masyarakat telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menarik para pengunjung, seperti menyediakan gazebo-gazebo, ban warna-warni, tempat bermain anak-anak, menyediakan gardu pandang untuk melihat panorama alam yang terbentang di atas gunung, dan juga membangun lapak-lapak pedagang untuk memenuhi kebutuhan perut wisatawan. Dari sinilah dapat dilihat adanya upaya dan inovasi masyarakat yang ditujukan untuk menarik perhatian wisatawan.

Pengembangan sektor pariwisata dengan konsep ekowisata merupakan salah satu upaya pemanfaatan optimal sumberdaya alam. Pengembangan pariwisata berbasis ekowisata bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan/fungsi ekologi, sosial, dan ekonomi.


Baca Juga: Dukung Pemerintahan yang Baik dan Bersih, UNS Jalin Kerja Sama dengan BPKP

Ekowisata Berbasis Kreativitas

Pengembangan pariwisata berbasis ekowisata memerlukan kreativitas, inovasi, kerjasama, koordinasi, promosi dan pemasaran yang baik. Oleh karena itu, pengembangan ekowisata di kawasan ini menuntut adanya keterlibatan unsur-unsur wilayah serta partisipasi dan campur tangan aktif masyarakat.

Salah satu upaya pengembangan pariwisata Gunung Tirah adalah dengan budidaya lebah klanceng. Budidaya lebah madu klanceng dirasa mampu menjadi daya tarik wisata. Selain itu hal ini juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dari hasil panen madu klanceng.

Jenis lebah klanceng yang telah banyak dipelihara oleh para pemelihara lebah antara lain Heterotrigona itama, Geniotrigona thoracica, Lepidotrigona terminata, Tetragonula biroi, dan T. laeviceps.

Baca Juga :   Apa Nama Waduk Terbesar Di Indonesia

Pengembangan demplot budi daya lebah madu klanceng dapat menjadi sarana belajar pengunjung obyek wisata alam Gunung Tirah, terutama untuk menumbuhkan minat berwirausaha. Selain itu, budidaya lebah klanceng juga bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan, dan sebagai salah daya tarik ekowisata sebagai kawasan wisata alam.

Hal pertama yang perlu disiapkan dalam budidaya lebah klanceng yaitu media sarang. Media sarang merupakan tempat untuk meletakkan koloni lebah. Media sarang juga kenal dengan stup lebah adalah wadah yang digunakan untuk tempat pemeliharaan, tempat hidup, dan berkembang biak suatu koloni lebah. Pada stup ini lah lebah akan membangun sarang, meletakkan telur, merawat lebah muda, dan menyimpan cadangan makanan.


Baca Juga: 107 Peserta Meriahkan Arabic Fair 2022 yang Diadakan Sastra Arab UNS Solo

Kelangsungan hidup satu koloni tergantung pada stup lebah ini. Oleh karena itu, lokasi peletakkan stup lebah hendaknya memperhatikan ketersediaan sumber pakan bagi lebah klanceng itu sendiri. Salah satu lokasi yang memiliki sumber pakan bagi lebah klanceng di Dusun Semang adalah kebun karet.

Selain itu untuk mempermudah lebah mendapatkan makanan, sebaiknya di sekitar tempat peletakkan stup lebah juga ditanami dengan bunga yang disukai lebah. Tanaman bunga tersebut antara lain bunga matahari, bunga kertas, calendula, lantana, mawar, kembang sepatu, bunga markisa, dan masih banyak lagi. Selain itu, bunga tanaman herba seperti mint dan rosemary juga disukai oleh lebah.

Pengembangan budidaya lebah klanceng memiliki prospek tinggi untuk dikembangkan karena lokasi Dusun Semang yang dekat dengan perkebunan karet perhutani yang dapat memenuhi kebutuhan pakan lebah. Hal ini memastikan lebah klanceng dapat mengakses sumber pakan dengan mudah. Walaupun pengembangan budidaya lebah klanceng ini dapat dilakukan secara mandiri, sebaiknya ada monitoring dan pembimbingan dari pemerintah daerah yang bekerja sama dengan kelompok tani hutan.

Baca Juga :   Apakah Saron Termasuk Alat Musik Melodis

Pariwisata pedesaan perlu dikembangkan terus- menerus. Masyarakat sekitar tentu saja tidak bisa bergerak sendiri. Masyarakat perlu bantuan dan bimbingan stakeholder terkait dalam mengembangkannya. Harapannya, pariwisata pedesaan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi daya tarik wisata, khususnya pariwisata di Gunung Tirah, Desa Gempolan.

Cara Ambil Madu Dari Sarang Lebah

Source: https://www.solopos.com/pengembangan-pariwisata-dengan-lebah-tanpa-sengat-1444332