Mengapa Katak Disebut Sebagai Hewan Amfibi

By | November 3, 2022

Mengapa Katak Disebut Sebagai Hewan Amfibi

Lihat Foto

Ilustrasi katak air

KOMPAS.com –
Hewan amfibi adalah vertebrata kecil yang membutuhkan air atau lingkungan yang lembap untuk bertahan hidup.

Beberapa spesies yang termasuk hewan amfibi adalah kodok, katak, salamander, kadal air, dan sebagainya.

Selengkapnya, dilansir dari National Geographic, berikut adalah fakta hewan amfibi yang penting untuk diketahui:

1. Hewan amfibi memiliki kulit yang sangat tipis

Semua hewan amfibi bisa bernapas dan menyerap air melalui kulit mereka yang sangat tipis. Selain itu, mereka juga memiliki kelenjar kulit khusus yang menghasilkan protein yang berguna.

Beberapa berguna untuk mengangkut air, oksigen, dan karbon dioksida, baik ke dalam atau keluar dari tubuh.

Baca juga: Mengenal Gajah Laut, Hewan Laut yang Punya Belalai

Lainnya berfungsi untuk melawan bakteri atau infeksi jamur dan, setidaknya, dalam setiap spesies, digunakan untuk pertahanan.

2. Hewan amfibi berdarah dingin

Seperti reptil, hewan amfibi merupakan makhluk berdarah dingin karena kulit khusus mereka membutuhkan kondisi hidup yang sangat spesifik.

Lingkungan yang terlalu banyak sinar matahari dapat merusak sel-sel hewan amfibi. Akibatnya, amfibi adalah yang pertama mati ketika habitatnya terganggu atau terkontaminasi oleh bahan kimia.

Ini pula yang menjadi alasan utama lebih dari separuh spesies katak berada dalam ancaman kepunahan.

3. Ciri khusus hewan amfibi

Salah satu ciri khusus hewan amfibi adalah mengalami siklus hidup telur-larva-dewasa. Larva hewan amfibi hidup di air dan berenang bebas.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Hewan Ovovivipar

Mengenal dunia binatang memang sangat mengasyikkan. Selain mengetahui hewan apa saja yang terdapat di muka bumi, pasti kamu penasaran dengan kehidupan makhluk hidup yang satu ini.

Tapi, tahukah kamu bahwa ada hewan yang bisa hidup di dua alam lho. Yup, jenis hewan ini sering disebut dengan hewan amfibi, dimana dapat hidup di darat maupun di air.

Apa itu hewan amfibi?

Unsplash/Ulrike Langner

Hewan amfibi mengalami proses metamorfosis yang mana memiliki bentuk berubah-ubah pada setiap fase hidupnya, mulai dari telur hingga dewasa. Beberapa hewan amfibi bernapas melalui kulit dan lainnya bernapas dengan paru-paru.

Kulit hewan unik yang satu ini harus tetap basah dan terjaga kelembapannya agar mampu menyerap oksigen. Menurut Mistar, dalam Panduan Lapangan Amfibi Kawasan Ekosistem Leuser tahun 2003, amfibi termasuk hewan poikiloterm (berdarah dingin) yang rentan terhadap perubahan cuaca.

Popmama.com
berhasil merangkum 10 contoh hewan amfibi yang perlu kamu ketahui. Simak penjelasannya yuk!

1. Kodok (Buso sp)

Freepik/wirestock

Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan kodok yang satu ini kan? Hewan yang memiliki nama latin Buso sp ini adalah salah satu jenis hewan amfibi ini bisa kamu jumpai di sawah, got, sungai, rawa, dan tempat lainnya.

Kodok memiliki kuku dan selaput pada kakinya yang digunakan untuk berenang saat hidup di dalam air. Kaki kodok yang panjang membuatnya memiliki kemampuan untuk melompat dengan jarak yang jauh.

Hewan amfibi ini memiliki warna yang gelap, seperti hitam dan kecokelatan serta hidup di permukaan tanah. Itulah mengapa kodok disebut sebagai hewan amfibi. Tak hanya itu, kodok memiliki lendir yang bercaun pada bagian kulitnya yang kasar.

2. Katak sawah (Rana sp)

Unsplash/davidclode

Jenis katak yang satu ini memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibanding kodok. Hewan amfibi ini sering ditemukan di sawah yang tergenang air. Katak memiliki kaki dan berselaput yang membuatnya lihai berenang.

Kulit katak sangat licin dan memiliki warna yang tidak mencolok. Meski katak memiliki kulit yang licin, namun lendir yang dihasilkan tidak beracun seperti kodok.

Baca Juga :   Warna Merah Kuning Biru Disebut Warna

Katak bernafas dengan insang saat masih menjadi kecebong, namun saat dewasa ia menggunakan sistem pernafasan invertebrate. Makanan kesukaan katak adalah serangga kecil yang ada di tepian sawah.

3. Katak Pohon (Hyla sp)

Unsplash/davidclode

Katak pohon memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dari katak sawah dan kodok. Warna dari katak pohon ini sangat mencolok dan memiliki lendir yang beracun. Hewan amfibi ini menggunakan juluran lidahnya untuk memakan serangga kecil.

Kaki katak telah dilengkapi dengan bantalan yang bisa membuatnya melompat sejauh mungkin dari satu pohon ke pohon lainnya. Katak pohon merupakan contoh hewan yang memiliki metamorfosis sempurna.

4. Salamander (Salamander sp)

Freepik/vladimircech

Salamander dikenal dengan bentuk tubuhnya yang mirip seperti cicak. Salamander bisa kamu temui di habitatnya yang lembab, seperti rawa. Sama halnya dengan cicak, salamander akan mematahkan sebagian tubuhnya jika merasa terancam.

Jenis hewan amfibi yang satu ini termasuk ke dalam anggota kelompok hewan ovovivipar, dimana hewan yang dapat melahirkan dan juga menyusui. Salamander juga lebih sering menghabiskan waktunya di dalam air.

  1. 7 Hal yang Bisa Disiapkan Anak Perempuan agar Sukses di Masa Depan
  2. 7 Tips Meningkatkan Keterampilan Pemahaman Membaca pada Anak
  3. 5 Cara Membantu Anak Menghilangkan Kebiasaan Menunda Mengerjakan Tugas

5. Sesilia/Apoda (Caecilia sp)

Kaskus/venomoth27

Jenis hewan yang satu ini termasuk ke dalam golongan hewan amfibi yang langka. Sesilia memiliki bentuk yang panjang seperti ular, hanya saja ukurannya lebih kecil dan menyukai tempat yang lembab.

Tak heran karena bentuknya yang mirip, banyak yang menganggap hewan sesilia adalah jenis cacing atau anak ular.

6. Axolotl (Ambystoma mexicanum)

Pexels/Artem Lysenko

Contoh hewan amfibi selanjutnya adalah axoloti, dimana hewan amfibi yang satu ini banyak menghabiskan waktunya berada di dalam air. Bentuknya yang mirip tak jarang membuat Axolotldisebut sebagai salamander Meksiko.

Banyak pecinta binatang yang menjadikannya sebagai hewan peliharaan, karena hewan ini berwarna putih dan memiliki bentuk yang imut dan lucu.

Baca Juga :   Satu Hektar Sama Dengan Berapa Meter Persegi

7. Diplocaulus

Amazon/Posterazzi

Diplocaulus merupakan salah satu hewan amfibi yang ada pada zaman purba. Menurut para ilmuwan, jenis hewan ini termasuk kelompok hewan pemakan ikan.

Dilansir dari ARK Fandom, Diplocaulus menyerupai kadal air besar dengan tubuh rendah dan lembek, kulit berlendir, dan ekor seperti dayung untuk bergerak melalui air rawa yang tergenang.

8. Common Mudpuppy (Necturus maculosus)

Citizen/Karen Chávez

Hewan ini menjadi salah satu jenis hewan yang berada di bagian timur laut Amerika Serikat. Tak hanya itu, hewan endemik ini juga banyak ditemui di wilayah Kanada dan menyukai tempat yang lembab.

Common Mudpuppy lebih suka bersembunyi di dalam air dengan kedalaman 90 kaki. Makanan dari hewan amfibi ini adalah serangga, telur ikan, dan lainnya yang membuat ia mampu bertahan hidup hingga 20 tahun.

9. Olm (Proteus anguinus)

Fandom.com

Olm dengan nama latin Proteus anguinus berasal dari wilayah Eropa Selatan dan banyak ditemui di perairan tanah berkapus.

Hewan amfibi ini memiliki warna kulit yang khas, yaitu berwarna merah muda sama halnya seperti kulit manusia di kawasan Eropa.

10. Purple Frog (Nasikabatrachus sahyadrensis)

Edgeofexistence.org

Purple frog merupakan hewan asal India dengan warna kulit yang cenderung berwarna ungu. Katak jenis ini dikenal sebagai hewan yang suka bersuara sama halnya seperti ayam.

Hewan amfibi ini sering menghabiskan waktunya dengan berdiam di dalam tanah dan akan muncul ke permukaan saat musim kawin saja.

Nah itulah beberapa contoh hewan amfibi yang kamu perlu ketahui. Hewan amfibi juga bisa menjadi salah satu hewan yang bisa kamu pelihara lho. Kamu harus teliti memilihnya, karena beberapa jenis hewan amfibi memiliki lendir yang beracun.

Baca juga:

  • 13 Manfaat Energi Matahari bagi Alam, Tumbuhan, Hewan dan Manusia
  • 7 Manfaat Hewan bagi Manusia, Mulai dari Makanan sampai Pakaian
  • Inilah 5 Proses Daur Hidup Katak yang Perlu Anak Ketahui

Mengapa Katak Disebut Sebagai Hewan Amfibi

Source: https://termasyhur.com/mengapa-katak-disebut-hewan-amfibi-jelaskan