Jelaskan Karakteristik Tempat Hidup Ikan Patin

By | November 3, 2022

Jelaskan Karakteristik Tempat Hidup Ikan Patin

Tahukah Anda informasi tentang Klasifikasi, Ciri, Jenis, Karakteristik, dan Habitat Ikan Patin? Ingatkah kamu sempat ramai diperbincangkan di jagat dunia maya, menu makanan yang biasa kita kenal sebagai
fish and chips
bukan berbahan dasar ikan
john dory
melainkan ikan patin?

Ikan Patin : Klasifikasi, Ciri, Jenis, Karakteristik, dan Habitat

Ya, tidak disangka ikan patin juga menghasilkan cita rasa yang cukup lezat. Ikan patin termasuk ke dalam genus
Pangasius, beberapa menyebutnya sebagai hiu kecil.

Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis , yaitu yang biasa dan saudaranya patin siam atau biasa disebut dengan istilah jambal siam.

Ikan patin atau dikenal dengan nama lain Pangasius,
catfish, merupakan komoditi yang sangat bernilai, terlebih dikenal sebagai sumber bahan makanan yang berupa sudah dipisahkan dengan tulangnya (dengan nama lain :
fillet). Akibatnya, Indonesia mempunyai asosiasi khusus yang mendistribusikan ikan ini.

Ciri Ikan Patin

Ikan patin, berasal dari keluarga
Pangasiidae
dengan genus
Pangasius, biasanya memiliki tubuh panjang, dengan warna putih keperakan dan warna biru pada punggungnya.

Patin tidak bersisik, dengan kepala yang kecil dan mulut yang kecil pula di bagian bawah kepalanya. Biasa ditemukan setidaknya memiliki panjang sekitar 120 sentimeter.

Patin pula memiliki kumis-kumis di dekat bagian mulutnya yang berfungsi sebagai alat peraba di habitatnya.

Demikian pula patin memiliki sirip ekor yang bercabang serta simetris, dan pada punggungnya pula memiliki sirip kecil yang berlemak berbentuk cagak, seakan seperti hiu.

Bila ikan patin dijadikan bahan konsumsi, akan menghadirkan rasa yang lezat dan gurih. Tak heran, banyak pengelola rumah makan khas santapan laut menyajikan menu makanan yang menggunakan ikan patin.

Beberapa konsumen mengalami kesulitan untuk membedakan jenis ikan yang digunakan dalam makanan. Umumnya mengira ikan yang dijadikan santapan lezat itu adalah jenis
john dory, karena terbukti terdapat kemiripan seperti rasa, tekstur, warna daging, dan ukuran.

Baca Juga :   Materi Peralatan Dan Perlengkapan Kantor

Walau demikian, kamu dapat membedakan ikan patin dari aromanya, biasanya ikan patin hidup di air tawar.

Dapat dipastikan, aroma yang akan dikeluarkan oleh patin seperti bau lumpur. Hal ini dapat terjadi bila patin diolah dengan cara yang tidak sesuai.

Karakteristik

Patin dikenal ikan nokturnal, aktif mencari makanan di malam hari. Selain itu, mereka juga termasuk makhluk omnivora.

Pada habitat aslinya, Ia biasa memakan mulai dari ikan-ikan yang berukuran lebih kecil dari mereka, cacing, udang, siput, serangga, hingga biji-bijian, atau bahkan dalam waktu tertentu mereka dapat berubah menjadi kanibal. Walau demikian, bagi ikan patin budidaya, biasa diberikan makan berupa pelet.

Ikan patin merupakan jenis ikan air tawar, bagi pembudidaya ikan patin biasa membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 bulan hingga masa panen tiba.

Alasan mengapa banyak yang memutuskan untuk menjadi ternak jenis ini ialah, Ia bersifat menguntungkan bagi para pembudidaya dengan ukurannya yang besar, mutu serta rasa yang lezat digemari banyak orang.

Umumnya, benih patin di alam biasanya berkerumun dengan sesekali berenang ke permukaan air untuk menghirup oksigen secara langsung hingga pukul 11 siang, setelahnya akan berenang ke dasar sungai.

Untuk budidaya ikan patin biasanya tidak membutuhkan media serta lingkungan budidaya yang kompleks, karena ikan patin mampu hidup di perairan yang memiliki kualitas air buruk, seperti air keruh. Walau demikian, patin lebih senang dan memilih bersarang di air jernih.

Patin yang berada di habitat aslinya akan melakukan perkawinan pada musim kawin yang terjadi pada musim hujan, yaitu sekitar bulan Maret hingga bulan Mei.

Saat menjelang musim kawin, patin betina yang sudah siap dan matang akan hidup secara berkelompok dan mengeluarkan telurnya hendak tepat memasuki musim hujan.

Baca Juga :   Daerah Penghasil Minyak Bumi Di Pulau Jawa Terdapat Di

Musim hujan merupakan situasi yang cocok bagi patin untuk bertelur, karena mereka akan memanfaatkan arus air untuk mengambil lumpur-lumpur di dasar sungai untuk meninggalkan telur-telur mereka dan siap dibuahi oleh para patin jantan.

Bentuk telur ikan patin yang sehat akan berwarna putih kekuning-kuningan. Setelah telur-telur dibuahi oleh patin jantan, mereka akan menetas dalam kurun waktu 18 hingga 24 jam lamanya di kondisi suhu 29 hingga 30 derajat Celsius.

Apabila suhu air tidak mencapai yang seharusnya, penetasan akan mengalami waktu yang lebih lambat daripada semestinya, sekitar 27 jam lamanya.

Namun, bila kamu berniat untuk budidaya, teknik alami ini tidak dapat mereka lakukan, oleh karena itu adanya bantuan yang dilakukan manusia untuk turut membantu perkembangbiakannya.

Habitat, Klasifikasi, dan Jenis

Famili
Pangasiidae
berhabitat asli di perairan tawar, biasa ditemukan di sungai-sungai. Bahkan, mereka dapat hidup di air yang berlumpur atau keruh.

Pada dasarnya ikan patin kerap tak mempermasalahkan lingkungan tempat mereka tinggal, dengan kata lain cukup baik untuk melakukan adaptasi lingkungan.

Namun, terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan patin, terlebih lagi untuk budidaya, seperti kualitas air, suhu lingkungan, kadar oksigen, dan juga tingkat keasaman.

Suhu ideal untuk tempat tinggal patin setidaknya berada di antara 25 hingga 33 derajat Celsius. Selain itu, tingkat keasaman atau pH idealnya berada pada kisaran 7 hingga 8,5.

Namun, tak menutup kemungkinan patin masih dapat hidup di air yang memiliki tingkat keasaman 6 dan 9

Dominan diketahui patin banyak hidup di Sungai Mekong, mereka yang hidup di sana berukuran besar dengan panjang kurang lebih sekitar 2 meter.

Ikan patin di Indonesia itu sendiri tersebar luas dan hampir seluruh wilayah perairan air tawar dihuni, biasa ditemukan di Pulau Sumatera seperti di Sungai Musi, lalu sungai yang ada di Pulau Kalimantan yaitu Sungai Mahakam, selain itu juga berada di Sungai Brantas di Pulau Jawa, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga :   Sebagian Besar Masyarakat Laos Menganut Agama

Jenis-jenis ikan patin yang tersebar di Indonesia, antara lain :

  1. Pangasius
    djambal
  2. Pangasius macronema
  3. Pangasius
    micronema
  4. Pangasius
    nasutus
  5. Pangasius
    lithostoma
  6. Pangasius
    humeralis
  7. Pangasius
    nieuwenhuisii
  8. Pangasius
    Helicophagus typus
  9. Pangasius
    waandersii
  10. Pangasius
    pangasius

Walau demikian banyak jenis yang beredar, kita mampu mengenali perbedaan tiap jenis ini dengan mudah dengan melihat tanda-tanda yang ada sebagai berikut :

  1. Bentuk kepala antar jenis dapat berbeda-beda, namun ciri utamanya tidak berubah. Masih berbentuk kecil di bagian depan.
  2. Bentuk mulut beberapa jenis juga terlihat berbeda.
  3. Gigi-gigi yang ada di langit-langit juga berbeda tiap jenisnya

Namun, untuk jenis yang paling umum kita dapat temukan untuk dibudidayakan ialah,
Pangasius
pangasius
yang berasal dari India,
Pangasius
hypopthalmus
yang ramai ada di Thailand dan Indonesia, dan juga
Pangasius
djambal.

Pangasius
hypopthalmus
memiliki ciri khas yang terdapat pada tapis insang yang selalu berkembang dan terkadang memiliki ukuran yang kecil serta bergerigi.

Habitat aslinya berasal dari perairan Sungai Mekong, Chao Phraya, dan Delta Mekong. Walau demikian, ikan yang diberi nama lain patin siam ini tengah mengalami status spesies dalam bahaya atau terancam punah di dunia.

Sementara saudaranya
Pangasius
djambal, memiliki ciri khas pada bentuk moncong yang bulat namun tidak tajam, memiliki pola warna atau corak salur pada tubuhnya.

Jenis patin ini dikenal berasal dari Jawa dan Borneo. Secara genetik,
Pangasius
djambal
memiliki kerabat dekat dengan Pangasius
bocourti, dengan memiliki kesamaan pada ukuran telur dan larva, namun demikian memiliki perbedaan pada jumlah tapis insang.

Pangasius
djambal
juga merupakan salah satu jenis patin yang disukai oleh banyak orang di Indonesia.


Jelaskan Karakteristik Tempat Hidup Ikan Patin

Source: https://agrotek.id/hewan/ikan-patin/