Jamur Yang Dapat Menghasilkan Antibiotik Adalah

By | November 3, 2022

Jamur Yang Dapat Menghasilkan Antibiotik Adalah

Inilah Jamur-jamur Penghasil Antibiotik

Sejak lama jamur dikenal sebagai sumber awal penghasil antibiotik alami. Makin hari penelitian terus dilakukan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Antibiotoik seperti penisilin, streptomisin, dan kloramfenikol sekarang sudah lazim terdengar ditelinga kita, namun apakah kamu tahu antibiotik itu sebenarnya ? Karena hampir setiap berobat ke dokter atau rumah sakit pasti obat antibiotik ini selalu disertakan dalam deretan resep yang diberikan dokter. Dari sini mari kita coba telusuri asal mula dari obat antibiotik dan penemuannya.

Pengertian Antibiotik

Antibiotik adalah obat golongan senyawa baik alami atau sintetis yang dipakai untuk mencegah proses biokimia organisme terutama pada proses infeksi oleh bakteri, yang bisa diartikan menurut namanya yaitu obat untuk melawan suatu bentuk kehidupan penyebab penyakit (tumbuh kembangnya bakteri). berikut dibawah ini beberapa antibiotik yang sudah dipakai dalam dunia kedokteran :

Antibiotik Penesilin

kelompok antibiotika ß-laktam yang dihasilkan dari jamur atau spora penisilin untuk pengobatan infeksi oleh bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Sebutan “penisilin” juga dapat digunakan untuk menyebut anggota spesifik dari kelompok penisilin, yang memiliki rumus molekul R-C9H11N2O4S dan rangka penam samping yang beragam. Pertama ditemukan oleh Sir Alexander Fleming pada tahun 1928, seorang ilmuan berkebangsaan skotlandia yang lahir pada tanggal 6 Agustus 1881 di kota lochfield. Fleming meninba ilmu di Louden Moor, Akademi Kilmarnock dan sekolah kedokteran Rumah Sakit St. Mary di London. penemuan penisilin berawal dari gagasan bahwa tubuh manusia mempunyai semacam enzim yang bisa membunuh dengan cepat bakteri tertentu, awal mula percobaan dilaboratorium menggunakan media piring yang berisi bakteri-bakteri Staphylococcus dengan enzim yang ada pada rongga hidung, dia melihat ada lingkaran spora yang menghambatan pertumbuhan bakteri di piringan kultur Staphylococcus. Alhasil ia  menyimpulkan bahwa adanya sebuah subtansi penghambat pertumbuhan dan mematikan bakteri. Ia kemudian membuat sebuah kultur murni yang mirip dengan lingkaran spora tersebut dan menemukan Penicillium yang kemudian dikenal sebagai Penicillium chrysogenum.

Baca Juga :   Cara Membuat Pigura Dari Cangkang Kerang

Penicillium notatum

Termasuk Jamur yang dapat menghasilkan zat antibiotik, tergolong dalam jamur kelompok ascomycota yang memiliki ciri jamur uniseluler dan membentuk tubuh buah askokarp dengan spora yaitu askospora. Antibiotik bekerja dalam tubuh dengan menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit sehingga digunakan dalam bidang kedokteran sebagai salah satu alternatif medikasi atau pengobatan terhadap penyakit.

Antibiotik Streptomisin.

Streptomyces dikenal karena kemampuannya untuk mensintesis senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain, antibiotik ini sudah beredar dan digunakan di dunia medis, yang dihasilkan oleh jamur tanah streptomyces griseus. Ciri antibiotik ini mudah larut dalam air, tidak larut dalam alkohol, rasa agak pahit dan tidak  berbau. Digunakan sebagai obat antikanker, atau digunakan sebagai anti-parasit, dan penghasil beberapa enzim penting yang digunakan dalam dunia industri. Walaupun menguntungkan tetap dalam penggunaannya harus diawasi karena streptomisin dapat menimbulkan efek samping seperti ototoksisitas berupa kehilangan pendengaran terhadap frekuensi tinggi, tinitus, dan gangguan vestibuler, gangguan pada fungsi ginjal dan kemerahan pada kulit.

Antibiotik Kloramfenikol

Streptomyces venezuele, menghasilkan sebuah antibiotik yang yang bersifat bakteriostatik, dan pada dosis tinggi bersifat bakterisid. tujuan utama penggunaan ialah menyasar tumbuh kembang bakteri dengan cara menghambat sintesa protein dengan jalan mengikat ribosom subunit 50S, yang merupakan langkah penting dalam pembentukan ikatan peptida. efektifitas penggunaan Kloramfenikol untuk bakteri aerob gram-positif, termasuk Streptococcus pneumoniae, dan beberapa bakteri aerob gram-negatif,sehingga pemakaiannya bisa dikombinasi dengan penisilin.

kamus kecil :

Bakteri Gram Positif
memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan tebal, berwarna ungu jika diwarnai dengan pewarnaan gram. Contoh: Bacillus subtilis, Vibrio cholerae, Neisseria gonorrhoeae, Treponema pallidum.

Bakteri Gram Negatif  memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan tipis, berwarna merah atau merah. muda jika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Contoh: Escherichia coli dan Streptococcus sp.

Baca Juga :   Bunga Melati Berkembang Biak Dengan Cara

Kokus bakteri berbentuk bulat, monokokus, diplokokus, streptokokus, stafilokkus, sarkina

Basil  bakteri berbentuk batang, diplobasil, streptobasil

Spiral  bakteri berbentuk spiral, spirilum (spiral kasar), spiroketa (spiral halus).

Vibrio bakteri berbentuk koma.

 Atrich bakteri bergerak tidak menggunakan flagel / cambuk, contoh: E. Coli

Monotrichbakteri memiliki 1 flagel / cambuk yang digunakan untu bergerak pada salah satu ujungnya, contoh: Vibrio cholera.

Lopotrich bakteri memiliki lebih dari 1 flagel pada salah satu ujungnya untuk begerak, contoh: Rhodospirillum rubrum

Ampitrich bakteri memiliki 1 atau lebih dari 1 flagel pada kedua ujungnya untuk bergerak, contoh: Pseudomonas aeruginosa

Peritrich bakteri yang memiliki flagel di seluruh permukaan tubuhnya untuk berger, contoh: Salmonella typhosa

Bakteri Aerob bakteri yang memerlukan O2 bebas, contoh: Nitrosomonas, Nitrosococcus

Bakteri Anerob
bakteri yang tidak memerlukan O2, contoh; Genus Bacteriodes, phorpyromonas

Bakteri Anerob
obligat bakteri yang hidup di tempat tanpa O2

Bakteri Aerotoleran
bakteri yang tidak perlu O2 tapi bisa hidup di tempat yang mengandung O2

Bakteri Fakultatif
bakteri yang menggunakan fermentasi untuk tumbuh di tempat tanpa O2 dan menggunakan respirasi saat ada di tempat mengandung O2

Masih banyak ulasan mengenai topik diatas yang mesti kita pelajari lagi, namun dengan catatan kecil ini semoga ada manfaatnya, setidaknya. Kita mengetahui apa dan mengapa menggunakan antibiotik serta bisa menjadi motivasi untuk lebih  menjaga kesehatan.

Jamur Yang Dapat Menghasilkan Antibiotik Adalah

Source: https://tetesinfo.blogspot.com/2019/08/jamur-penghasil-antibiotik.html