Mengapa Lumut Tidak Memiliki Pembuluh Angkut

By | November 3, 2022

Mengapa Lumut Tidak Memiliki Pembuluh Angkut

Halo Sobat Zenius! Elo pasti sering melihat tumbuhan lumut, kan? Entah itu di bebatuan, hutan, ataupun rumah kosong. Nah, pada kesempatan ini gue mau ngajak elo semua buat ngebahas klasifikasi tumbuhan lumut bryophyta, contoh, hingga ciri-ciri yang bisa elo ketahui.

Dari sebagian besar dari elo pasti udah pernah, nih, melihat tumbuhan yang satu ini. Nah, tumbuhan lumut atau bryophyta ini ternyata masuk ke dalam salah satu anggota kingdom Plantae, lho, Sobat Zenius!

Kebetulan sekali tumbuhan lumut ini juga dibahas di dalam materi Biologi kelas 10, lho! Oleh karena itu, gue akan ngebahasnya secara detail lewat artikel ini.

Yuk, perhatikan dengan saksama, ya!

Tumbuhan lumut atau Bryophyta merupakan salah satu anggota kingdom Plantae (sumber gambar: unsplash.com/yuralytkin)


Pengertian Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Tumbuhan lumut atau Bryophyta berasal dari bahasa Yunani, yaitu


bryum


yang berarti lumut.

Mungkin, Sobat Zenius bertanya-tanya, “mengapa lumut tidak memiliki pembuluh angkut xilem dan floem?”

Jawabannya adalah karena lumut merupakan jenis tumbuhan yang nggak punya organ sejati (akar, batang, dan daun). Mereka menggunakan rhizoid atau mirip akar yang digunakan untuk menempel pada tanah maupun media lainnya.

Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan peralihan antara talofita (belum dapat dibedakan antara batang, daun, dan akarnya) dengan kormofita (sudah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya).

Menurut John W. Kimball, penulis buku
Biology, lumut merupakan tumbuhan kecil yang tingginya sekitar 1-2 cm hingga kurang dari 20 cm. Selain itu, mereka tumbuh di tempat-tempat yang lembab
lho.

Seorang dosen Biologi Universitas Lampung, Ellyzarti, dalam prosidingnya tahun 2009 tentang kekayaan jenis tumbuhan lumut, juga menyatakan bahwa lumut biasanya tumbuh pada suhu yang rendah, yaitu sekitar 10-30 derajat celcius.

Baca Juga :   Yang Termasuk Kelompok Alat Musik Chordophone Yaitu

Sedangkan, untuk tingkat kelembapannya, lumut bisa hidup pada kisaran 70-98% dengan pH tanah berkisar 4,9-8,3. Itulah mengapa tumbuhan lumut banyak tumbuh di hutan dan tempat-tempat yang dialiri air seperti sungai atau air terjun.


Ciri-ciri Tumbuhan Lumut

Kini Sobat Zenius sudah memahami, nih, pengertian dari tumbuhan lumut. Rasanya kurang lengkap kalau tidak mengetahui ciri-cirinya juga.

Saat mengetahui ciri-cirinya, elo jadi tahu mana yang tumbuhan lumut mana yang bukan. Tumbuhan lumut memiliki ciri utama yang membedakannya dengan tumbuhan lain yaitu:

  • Umumnya hidup di tempat yang lembap dan teduh, seperti sungai dan hutan. Mereka hidup di permukaan batuan, tanah, batang pohon, kayu lapuk, dll.
  • Mengandung klorofil, sehingga bisa memproduksi atau membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis.
  • Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Tapi, mereka memiliki sesuatu yang mirip akar, disebut rizoid.
  • Tumbuhan penghasil spora, dan berkembangbiak melalui gamet (gametofit).
  • Organ kelamin laki-laki pada lumut disebut dengan anteridium, sedangkan organ betinanya disebut arkegonium.
  • Tidak memiliki jaringan pembuluh xilem dan floem.
  • Dinding sel lumut tersusun atas selulosa.
  • Mengalami dua fase kehidupan, yaitu fase gametofit (haploid) dan fase sporofit (diploid).

Persamaan dan Perbedaan Tumbuhan Paku dan Lumut

Nggak sedikit juga yang masih bingung dalam membedakan antara tumbuhan lumut dengan tumbuhan paku.

Saat menemukan pertanyaan seperti di atas beberapa dari elo mungkin bingung sebenarnya apa sih persamaan dan perbedaan tumbuhan paku dan lumut.

Sebenarnya sangat mudah
lho
membedakan mereka. Ini dia persamaan dan perbedaan di antara keduanya.

tumbuhan lumut

Sedangkan, untuk persamaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku antara lain:

  • Keduanya sama-sama dapat hidup bersama di tempat lembap dan teduh.
  • Anggota tumbuhan lumut dan paku tidak ada yang parasit, mereka dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
  • Tumbuhan tanpa biji.
  • Keduanya sama-sama mengalami pergantian generasi.
  • Lumut dan paku sama-sama membutuhkan air untuk reproduksinya. Alat kelamin jantan mereka terdiri dari flagela, sehingga membutuhkan air untuk pembuahannya.
  • Sama-sama bermanfaat bagi ekosistem, salah satunya dapat mencegah erosi tanah.
Baca Juga :   Ciri Khas Suatu Getaran Adalah Adanya


Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri dari tumbuhan lumut, sekarang kita masuk ke pembahasan klasifikasinya.


Wah

, di sini bakal seru banget pastinya. Karena, elo akan mengetahui berbagai jenis tumbuhan lumut yang terbagi menjadi tiga kelas, yaitu lumut hati (hepaticopsida), lumut daun (bryopsida), dan lumut tanduk (anthocerotopsida).

contoh klasifikasi tumbuhan lumut
Contoh tumbuhan lumut berdasarkan klasifikasi divisinya

Lumut Hati (Hepaticopsida)

Sesuai dengan namanya yang berasal dari bahasa latin


hepatica


yang berarti hati, bentuk lumut ini seperti hati manusia


lho

. Mereka masih berbentuk talus atau talofita. Selain itu, mereka juga berlobus dan membentuk zigot.

Menurut Gembong Tjitrosoepomo, dalam buku Morfologi Tumbuhan tahun 2005, lumut hati bisa hidup dan tumbuh dengan baik di tempat yang tingkat kelembapannya tinggi dan teduh, jadi tidak menerima sinar matahari langsung.

Sehingga, tubuh lumut hati punya struktur tubuh higromorf
(terdapat rongga udara), xeromorf (terdapat alat penyimpanan air), epifit (hidup di kulit kayu), dan saprofit.

Contoh bryophyta hati:


Marchantia polymorpha.

Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun disebut juga dengan lumut sejati. Hal itu karena mereka sudah bisa dibedakan antara batang, daun, dan rizoidnya.

Rizoid itulah yang membuat lumut daun menempel pada tanah atau media lainnya.
Klasifikasi lumut daun yaitu batang, daun, dan akarnya tidak sama dengan tumbuhan vaskuler atau berpembuluh ya,
guys.

Oh
iya, dibandingkan dengan jenis lumut lainnya, lumut daun inilah yang paling banyak spesiesnya.

Habitat lumut daun sangat luas, bisa di tanah gundul, di atas pasir, rawa-rawa, batang pohon, bebatuan, dll. Tapi, kalau di dalam air sulit ditemukan.

Contoh lumut daun:


Sphagnum sp.

Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Jenis tumbuhan lumut yang terakhir akan dibahas adalah lumut tanduk. Mereka merupakan jenis tumbuhan amfibi, alias bisa hidup di air dan di darat.

Baca Juga :   Sebuah Alat Pengangkat Mobil Menggunakan Luas Penampang

Jadi, buat elo yang memelihara ikan di dalam akuarium, elo bisa meletakkan lumut daun di dalamnya


lho

.

Caranya, cukup tempelkan tunas atau beberapa potong lumut yang terdapat rizoidnya di bagian bawah akuarium. Sporofit lumut tanduk bentuknya memanjang seperti tanduk.

Contoh lumut tanduk:


Anthoceros laevis.

Itu dia penjelasan singkat dari gue mengenai pengertian, klasifikasi tumbuhan lumut bryophyta beserta ciri-ciri dan contohnya.

Semoga artikel di atas bermanfaat buat Sobat Zenius, ya, sehingga jadi lebih memahami materi Biologi kelas 10 yang satu ini.

Nah, buat elo yang mungkin tertarik untuk belajar materi klasifikasi tumbuhan lumut melalui video pembelajaran dari tutor Zenius, elo bisa banget, nih!

Tinggal klik banner di bawah ini, lalu sepuasnya, deh, elo bisa belajar mengenai materi yang satu ini. Ada juga contoh soal dan pembahasannya, lho!

Pelajari materi Biologi di video materi belajar Zenius

Nggak cuma biologi, elo juga bisa mempelajari mata pelajaran lainnya dengan berlangganan paket belajar Zenius. Klik gambar di bawah ini ya untuk info lengkapnya!

SKU-BELI-PAKET-BLJR-1

Baca Juga Artikel Lainnya:

Kingdom Plantae

Kingdom Animalia

Klasifikasi Hewan Amfibi

Originally published:
March 9, 2022


Updated by:
Maulana Adieb

Mengapa Lumut Tidak Memiliki Pembuluh Angkut

Source: https://www.zenius.net/blog/apa-itu-tumbuhan-lumut-bryophyta