Hewan Ternak Yang Terkenal Dari Pulau Sumbawa Adalah

By | November 3, 2022

Hewan Ternak Yang Terkenal Dari Pulau Sumbawa Adalah


Kawasan Peternakan Terpadu



Pulau Sumbawa merupakan salah satu sentra peternakan sapi potong di

Indonesia
. Pulau Sumbawa memiliki lahan kosong yang luas dan penduduk yang relatif masih jarang sehingga pemilikan lahan kering per keluarga cukup luas.

Dari jaman dahulu Pulau Sumbawa sudah terkenal dengan hasil ternak, yaitu kerbau dan kuda. Orang-orang kaya pada jaman dahulu dapat diukur kekayaannya dengan jumlah kerbau kerbau yang dimiliki. Belakangan ini produk susu kuda liar dari
Sumbawa
menjadi terkenal karena khasiatnya dipercaya dapat meningkatkan vitalitas.

Di antara masyarakat
Sumbawa
terdapat sebuah bentuk kearifan lokal dalam hal peternakan yang disebut dengan LAR ternak. LAR berupa suatu

padang

penggembalaan terbuka yang cukup luas (antara 10-30 ha) yang dapat dipakai secara bebas oleh siapa saja di sekitar lahan tersebut. Setiap penduduk yang memiliki ternak sapi dapat melepas sapinya di

padang

LAR tersebut. Sapi dilepas begitu saja tanpa perlu dikandangkan atau diberi minum. Untuk mengenali ternak milik masing-masing, setiap peternak memberi tanda pada sapi-sapinya.

Permasalahan yang ada di Pulau Sumbawa adalah kurangnya hujan yang menyebabkan pakan rumput pada musim kemarau berkurang dan air minum untuk sapi juga berkurang. Pada kondisi seperti ini, banyak peternak terpaksa menjual ternaknya karena tidak dapat memberi makan dan minum yang cukup. Ternak tersebut memiliki harga jual yang rendah karena peternak berada pada posisi yang lemah di depan tengkulak dan Karena tubuh sapi yang telah mengurus.

Salah satu cara untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan membangun infrastruktur lahan dan air di kawasan peternakan tersebut.

Kegiatan pembangunan infrastruktur lahan dan air tersebut berupa:

  1. Pembuatan sumur tanah dalam yang dilengkapi dengan pompa
  2. Pembuatan pagar hidup di sekeliling lahan
  3. Menanam rumput di atas lahan yang akan berfungsi sebagai makanan ternak. Rumput dipelihara dan disiram sehingga menghasilkan banyak biomassa.
  4. Membangun kandang pembesaran







Gambar model sistem peternakan terintegrasi

Satu unit kawasan luasnya 35 ha terdiri dari 10 ha lahan HMT (hijauan makanan ternak), 5 ha ladang pembesaran kandang, dan 20 ladang penggembalaan terbuka.







Gambar Skema Pembagian Lahan

Seluruh lahan ditanami rumput dengan terlebih dahulu dibajak/dicangkul. Di lahan HMT, ditanam rumput
king grass
(rumput gajah) yang kemudian dipupuk dan disiram secara teratur.











Gambar Lahan HMT

Di lahan pembesaran dan penggembalaan terbuka ditanam rumput jenis lain yang kuat diinjak-injak oleh sapi. Lahan ini hanya disiram selama penanaman rumput saja, selanjutnya dibiarkan begitu saja.







Gambar Kondisi Lahan dengan Tanaman Rumput Unggul

Ladang penggembalaan terbuka diperuntukkan bagi sapi betina yang nantinya menghasilkan anak (bibit sapi). Bibit sapi berumur 6 bulan selanjutnya dipindahkan ke ladang atau kandang pembesaran.

Ladang Penggembalaan seluas 20 ha ini dapat menampung sekitara 100 ekor sapi, dan diharapkan dapat menghasilkan 100 ekor bibit sapi per tahun dengan harga jual sekitar Rp. 2,5 juta/ekor.

Di ladang pembesaran berkumpul bibit-bibit sapi yang dibesarkan. Di tengah ladang terdapat kandang yang berfungsi sebagai tempat berteduh dan tempat pemberian makan/minum. Sapi-sapi juga dapat merumput di luar kandang. Di ladang/kandang pembesaran seekor sapi dipelihara selama 2 tahun untuk dapat mencapai besar badan 450 kg yang laku dijual dengan harga sekitar Rp. 6750000.







Berikut adalah gambar kandang pembesaran sapi bibit hasil seleksi.

Makanan bagi sapi-sapi yang dibesarkan diambil dari lahan HMT. Rumput di lahan HMT dipanen secara bergiliran dengan periode 42 hari ( satu tempat dapat dipanen setiap 42 hari sekali, 8 kali dalam setahun). Jumlah rumput yang dihasilkan sekitar 40 ton/ha/panen.







Gambar Sapi yang sedang Makan di Kandang

Data-data lain:

Umur ekonomis sumur = 15 tahun

Umur ekonomis pompa = 6 tahun

Peremajaan rumput setiap 5 tahun

Tenaga kerja sebanyak 10 orang dengan gaji Rp25000/hari dengan beban kerja 60% di HMT (panen) 30% di kandang dan 10% ladang gembala.

Harga induk sapi Rp3.5 juta dengan umur produksi 6 tahun dan harga jual yang tetap.

Biaya pagar hidup Rp25350000, umur ekonomis selamanya

Penyiapan lahan rumput Rp42500000, umur ekonomis 10 tahun


Daftar biaya-biaya



Rencana anggaran biaya penanaman HMT dan padang penggembalaan



Anggaran biaya pembuatan HMT dengan rumput
King grass

(10 ha)

No


Kegiatan/Bahan


Jumlah satuan


Biaya satuan


1.


Infrastruktur


a. Pembuatan sumur


1 buah *)


20000000


b. Pompa air


1 buah *)


25000000


c. Jaringan pipa


1 paket


30000000


2.



Pemagaran dengan Tanaman Hidup (1800 meter)


a. Bibit/stek kayu



7600 batang


2000


b. Bambu



950 batang


5000


c. Kawat


32 kg


12500


d. Tenaga kerja


5000000


3.


Penyiapan Lahan Rumput


a. Land clearing


3500000


b. Pembajakan


6000000


c. Pembedengan


4000000


d. Penanaman


3000000


e. Penyiangan


2 kali


3500000


f. Pengairan


20 kali


300000


g. Pemupukan


3000000


e. Bibit rumput


10 x 10000 stek


100


4.


Saprotan


a. Pupuk Urea


7500 kg


1400


b. Pupuk SP36


1000 kg


1700


c. Pupuk KCl


1000 kg


5000


d. Insektisida


1500000


Catatan:


Satu sumur dan pompa dipakai oleh 3 unit (HMT, kandang, dan ladang penggembalaan). Porsi biaya HMT dianggap 25%.

Anggaran biaya pembuatan padang penggembalaan

(20 ha)

No


Kegiatan/Bahan


Jumlah satuan


Biaya satuan


1.


Infrastruktur


a. Pembuatan sumur


1 buah *)


24000000


b. Pompa air


1 buah *)


30000000


c. Jaringan pipa


1 paket *)


10000000


d. Bak air


4 buah


15000000


2.



Pemagaran dengan Tanaman Hidup (1800 meter)


a. Bibit/stek kayu



11400 batang


2000


b
Pohon peneduh



20×4 batang


30000


c. Bambu



1425 batang


5000


d. Kawat


46 kg


12500


e. Tenaga kerja


7500000


3.


Penyiapan Lahan Rumput


a. Land clearing


7000000


b. Pembajakan


12000000


c. Pembedengan


8000000


d. Penanaman


6000000


e. Penyiangan


2 kali


7000000


f. Pengairan


20 kali


600000


g. Pemupukan


6000000


i. Bibit rumput benggala


20×7000 pols


125


j. Bibit rumput sentrosema


20×2 kg


25000


4.


Saprotan


a. Pupuk Urea


20 x 250 kg


1400


b. Pupuk SP36


20 x 100 kg


1700


c. Pupuk KCl


20 x 100 kg


5000


d. Insektisida


3000000


Catatan:


Satu sumur dan pompa dipakai oleh 3 unit (HMT, kandang, dan ladang penggembalaan). Porsi biaya HMT dianggap 25%.

Anggaran biaya pembuatan kandang pembesaran

(5 ha)

No


Kegiatan/Bahan


Jumlah satuan


Biaya satuan


1.


Infrastruktur


a. Pembuatan sumur


1 buah *)


36000000


b. Pompa air


1 buah *)


45000000


c. Jaringan pipa


1 paket


5000000


d. Bak air


4 buah


3000000


2


Kandang


a. Kandang pembesaran
(m2)



400


200000


Catatan:


Satu sumur dan pompa dipakai oleh 3 unit (HMT, kandang, dan ladang penggembalaan).

Porsi biaya HMT dianggap 25%.


Soal


Hitung besarnya:

a

Biaya pokok produksi rumput
King Grass
di lahan HMT

b.

Biaya pokok produksi rumput di padang penggembalaan

c.

Biaya pokok produksi sapi

d.

Biaya pokok produksi bibit sapi sampai umur sapih


e.

Biaya pemeliharaan sapi (Rp/tahun)

f.

Biaya pokok produksi sapi siap jual (450 kg)


Jawaban

Hewan Ternak Yang Terkenal Dari Pulau Sumbawa Adalah

Source: http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/ekotek/Minggu_13/M13B3.htm

Baca Juga :   Hasil Utama Dari Negara Thailand Adalah