Jenis Monyet Yang Hampir Punah Dan Sangat Langka Adalah

By | November 3, 2022

Jenis Monyet Yang Hampir Punah Dan Sangat Langka Adalah

HEWAN LANGKA – Secara umum, hewan dapat digolongkan menjadi dua, yakni
hewan liar
dan
hewan peliharaan.

Hewan liar
adalah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makanan sendiri. Hewan liar tergantung pada makanan yang disediakan oleh alam, hewan liar inilah yang saat ini sudah banyak tergolong hewan langka karena perubahan lingkungan alam.

Berbagai jenis hewan liar yang terdapat di indonesia di antaranya adalah berbagai jenis serangga, burung dan ikan.

Sementara
hewan peliharaan
adalah hewan yang dipelihara manusia untuk sekadar hobi atau kesenangan semata, seperti kucing, burung kakak tua, perkutut, marmut dan sebagainya.

Kemudian hewan ternak adalah termasuk hewan peliharaan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau diperjualbelikan hasilnya. Contohnya adalah sapi, kambing, ayam, itik dan burung puyuh.

Hewan termasuk kekayaan alam yang dapat diperbarui karena hewan terus dibudidayakan dengan cara dikembangbiakkan. Untuk hewan langka bahkan sudah sering diadakan pembiakan buatan.

Hal ini dimaksudkan agar hewan tersebut tidak punah dari muka bumi. Sangat disayangkan jika hewan langka yang merupakan kekayaan alam Indonesia dan dunia itu punah.

Hewan Langka di Indonesia

Peta persebaran hewan di Indonesia, sebagian sudah terancam punah dan perlu upaya serius melestarikannya agar tidak punah –
geogreenphy.wordpress.com

Daratan maupun wilayah laut Indonesia sangat kaya akan aneka flora dan fauna yang unik bahkan endemik (hanya bisa ditemui di wilayah Indonesia). Tetapi sangat sangat disayangkan kekayaan alam tersebut mulai terancam keberadaannya akibat berbagai faktor penyebab. Di antaranya adalah perburuan liar, pembukaan lahan, kebakaran hutan dan sebagainya.

Akibat berbagai aktivitas yang mengancam keberadaan fauna yang sebagian besar dilakukan oleh manusia, hewan langka di Indonesia kini semakin memprihatinkan, populasinya terus mengalami penurunan, tingkat kelahiran yang semakin rendah yang pada akhirnya hewan-hewan tersebut menjadi langka dan kini hampir punah.

Berikut ini adalah hewan langka di Indonesia berdasarkan persebaran tempat hidupnya di berbagai pulau di Nusantara.

Beberapa Hewan Langka di Sumatera

Harimau sumatera
leuserconservation.org

Pulau yang terletak di sebelah barat wilayah Nusantara ini juga dikenal dengan pulau yang sangat kaya dari segi sumber daya alam. Di Pulau Sumatera juga ada beberapa hewan langka dan kini menjadi endemik Pulau Sumatera. Hewan tersebut di antaranya adalah:

Orang Utan Sumatera

Orang utan sumatera adalah kera yang memiliki ukuran tubuh yang besar dengan bulu berwarna kemerah-merahan yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya. Hal yang mengakibatkan mengapa orang utan ini menjadi salah satu hewan langka adalah terjadinya penyempitan kawasan habitatnya yang diakibatkan terus terjadinya pembukaan hutan untuk dijadikan lahan yang baru, kebanyakan untuk perkebunan sawit.

Hal lain yang menyebabkan orang utan menjadi hewan langka adalah pemburuan yang dilakukan oleh manusia terhadap satwa ini, sehingga populasinya semakin hari kian berkurang.

Harimau Sumatera

Harimau Sumatera adalah salah satu jenis kucing besar di dunia yang menjadi hewan langka selanjutnya di Pulau Sumatera. Agak berbeda dengan jenis harimau lainnya di belahan dunia lain, harimau Sumatera memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil.

Saat ini harimau sumatera tinggal sedikit yang masih hidup, penyebabnya tidak jauh berbeda dengan akibat hewan langka lainnya, yakni tempat tinggal yang kian menyempit akibat penebangan hutan dan kebakaran hutan yang seringkali terjadi serta adanya aktivitas ilegal berburu yang dilakukan oleh oknum tertentu. Tak ayal penyebab tersebut mengakibatkan harimau sumatera kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan sehingga kian menjadi langka.

Gajah Sumatera

Gajah Sumatera adalah hewan langka selanjutnya yang ada di Pulau Sumatera. Jumlahnya yang masih hidup saat ini tinggal sedikit. Penyebabnya masih sama, pemburuan yang dilakukan oleh manusia terhadap hewan yang berukuran besar ini untuk dijual gadingnya yang bernilai jual tinggi di pasar gelap.

Karena populasi gajah sumatera yang kian mengkhawatirkan, maka pemerintah Indonesia membuat penangkaran gajah sumatera sehingga lebih aman dan diharapkan bisa terus berkembang biak dan habitatnya tetap terjaga

Yang Termasuk
Hewan Langka
di Pulau Jawa

Macan tutul jawa
grid.id

Meskipun luas Pulau Jawa lebih kecil dari pulau Sumatera tetapi aneka ragam jenis hewan yang hidup di pulau ini tidak kalah banyak. Dari sekian banyak hewan yang ada di Pulau Jawa, tidak sedikit yang sudah terancam punah atau langka.

Hewan langka di Jawa di antaranya adalah:

  1. Macan tutul jawa (Panthera perdus melas)
  2. Banteng Jawa (Bos javanicus)
  3. Kancil (Tragulus javanicus)
  4. Kukang (malu-malu)
  5. Burung elang jawa (Spizaetus bartelsi)
  6. Lutung jawa (Trachypithecus Auratus)
  7. Landak jawa (Porcupine).

Penyebab hewan-hewan langka tersebut di atas lagi-lagi karena ulah perkembangan dunia dan kebutuhan manusia akan tempat tinggal dan pangan sehingga mengakibatkan tempat tinggal hewan-hewan liar kian sempit dan sumber makanan semakin berkurang

Ternyata di Bali Juga Ada Hewan yang Langka

Jalak Bali
steemkr.com

Tidak hanya menyimpan keindahan alam, ternyata pulau dewata (Bali) juga memiliki keragaman fauna yang hanya bisa ditemui di pulau tersebut. Namun patut disayangkan karena keindahan dan keanekaragaman hewan yang ada di Pulau Bali semakin terancam keberadaannya.

Nama hewan langka di Bali di antaranya jelarang (sejenis tupai) yang memiliki hiasan pada bagian bawah kepalanya serta memiliki ekor yang panjang. Tupai jelarang memiliki nama Latin
Ratua Bicolor.

Populasinya saat ini tidak diketahui secara pasti, tetapi selama sepuluh tahun terakhir diperkirakan telah mengalami penurunan sebanyak tiga puluh persen dari populasi sebelumnya.

Baca Juga :   Tari Golek Sulung Dayung Berasal Dari

Jalak bali, gelatik jawa, dan burung kokoan adalah nama hewan langka di Bali saat ini. Ketiga jenis burung tersebut sudah sangat jarang ditemui di ladang maupun persawahan seperti beberapa tahun sebelumnya.

Hal ini karena banyak orang yang memburunya untuk dijadikan hewan peliharaan, habitatnya yang hilang serta ruang lingkungan hidupnya yang semakin terbatas.

Komodo Adalah Hewan Langka yang Dilindungi Dunia

Hewan langka di Nusa Tengggara
journeywonders.com

Hewan langka di Nusa Tenggara di antaranya adalah kuda Sumba, timor monitor, dan komodo. Kuda Sumba adalah kuda asli Indonesia yang merupakan jenis kuda pacu yang bisa ditemukan di Pulau Sumba. Populasi kuda Sumba ini mulai menurun sejak pertengahan abad ke-20 disebabkan penyakit yang meluas dan juga persaingan dengan ternak sapi.

Timor monitor (Varanus timorensis) merupakan suatu jenis spesies kadal dengan ukuran tubuh yang kecil yang bisa dijumpai di Pulau Timor bagian timur dan barat. Ciri khasnya adalah memiliki warna agak gelap dengan balutan bercak kuning terang pada sepanjang bagian punggungnya serta warna kuning jerami di bagian tubuh bawah.

Sementara komodo, dengan nama Latin
Varanus komodoensis
yang merupakan spesies kadar terbesar yang ada di muka bumi hingga saat ini, hanya bisa ditemukan di Nusa Tenggara. Ukuran tubuhnya yang besar dan mengerikan menyebabkan spesies ini menjadi sangat populer di dunia.

Hewan Hampir Punah di Sulawesi

Anoa
zoochat.com

Hewan langka di Indonesia selanjutnya yang kita bahasa adalah hewan langka di Sulawesi. Di pulau bagian tengah jajaran pulau Nusantara ini juga terdapat hewan endemik (hewan yang hanya bisa ditemui di daerah tersebut). Fauna yang ada di Sulawesi Selatan agak berbeda dengan hewan-hewan lainnya di propinsi lain di pulau sulawesi, gabungan antara ciri khas Asia dan Australia.

Hewan langka di Sulawesi di antaranya adalah anoa dataran rendah, anoa pegunungan, kaskus kerdil, kupu-kupu
glossogobius matanensis, tersius pulau peleng, monyet hitam Sulawesi, ikan boto-boto, babi rusa, kuskus beruang Sulawesi, monyet Gorontalo, dan burung maleo.

Anoa, salah satu hewan langka yang terancam punah di Sulawesi akibat ulah manusia yang banyak memburunya. Yang paling menyedihkan, saat ini hanya tersisa lima ekor yang masih hidup. Melalui pemerintah, ada upaya untuk melestarikan hewan ini. Ada dua jenis anoa yang termasuk hewan langka dan dilindungi pemerintah, yakni anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa pegunungan (Bubalus quarlesi).

Hewan Dilindungi yang Ada di Maluku

Kakaktua jambul kuning
ruang10.blogspot.com

Kepulauan Maluku juga sangat kaya akan keanekaragaman flora dan fauna. Seperti tempat-tempat lainnya di Indonesia, hewan-hewan yang hidup di daratan ini juga banyak yang langka akibat perubahan lingkungan, baik itu disebabkan oleh manusia maupun oleh alam.

Hewan langka di Maluku di antaranya adalah kakak tua jambul kuning (Cacatua sulphurea), bidadari Halmahera (Semioptera wallaci), nuri raja Ambon (Alisterus amboinensis), babi rusa (Babyrousa babirussa), dan burung maleo (Wulipoa wallaci).

Seperti salah satu hewan langka di Maluku, kakaktua jambul kuning yang populasinya kian menurun dan jarang ditemukan walaupun sebenarnya persebaran wilayah populasinya cukup luas, yakni meliputi Bali, Papua, Maluku, dan timor. Penyebab utamanya adalah perburuan liar oleh manusia dan habitat yang makin sempit.

Di Papua Terdapat Beberapa Hewan Langka

Burung cendrawasih
tabloidjubi.com

Menuju ke bagian timur Indonesia, tepatnya di Papua. Meskipun daratan di sini masih banyak yang terbuka hijau, pegunungan dan hutan-hutan yang masih luas, tetapi karena berbagai penyebab, hewan langka di papua juga sudah banyak. Diperkirakan kelangkaan ini akibat aktivitas perburuan yang dilakukan manusia secara liar, salah satunya adalah burung cenderawasih, yang merupakan
icon
Papua.

Selain burung cendrawasih, ada masih banyak lagi hewan langka di Papua, diantaranya adalah hiu karpet berbintik (Hemyscillium Frecineti), kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus), kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus), nuri sayap hitam (Eos cynogenia), mambruk victoria (Goura victoria), kanguru pohon mbaiso (Dendrolagus mbaiso), kasuari kerdil (Casuari bennetti), burung cendrawasih mati kawat (Seleucidis melanoleuca), dan kura-kura reimani (Chulodina reimanni)

Hewan Langka di Pulau Kalimantan

Bekantan
kabarkalsel.info

Borneo, sebutan lain untuk Pulau Kalimantan. Pulau yang berada di bagian utara Indonesia ini juga memiliki kekayaan yang luar biasa tak terkecuali dari keanekaragaman flora dan faunanya. Ada begitu banyak hewan endemik yang mendiami Pulau Kalimantan yang dianggap sebagai hewan langka.

Hewan langka di Pulau Kalimantan (Borneo) sangat beragam, mulai dari jenis reptil, primata, serangga, burung, hingga mamalia, hewan yang bertubuh besar. Hewan langka di Pulau Kalimantan di antaranya adalah gajah Kalimantan, macan dahan Kalimantan, musang air, kucing merah, tupai terbang, tupai kerdil, tukak Kalimantan, bekantan, dan orang utan.

Hewan Langka di Dunia Paling Terancam Punah

Hewan Langka di Dunia Paling Terancam Punah
Peta persebaran hewan langka di dunia yang kini terancam punah – slideshare.net

Pada peringatan Hari Spesies Langka di tahun 2016 lalu,
World Wide Fund for Nature
(WWF) mengumumkan sebanyak 17 hewan langka di dunia (terbaru). Dari daftar 17 hewan yang dianggap paling langkah di dunia tersebut ternyata 5 di antaranya berasal dari Indonesia.

Berikut ini adalah 17 hewan langka di dunia versi WWF yang dirilis pada tahun 2016 lalu.

1. Lumba-Lumba Sungai Yangtze

blogunik.com

Pada tahun 2007 daftar merah IUCN mengelompokkan lumba-lumba sungai Yangtze atau Baiji sebagai spesies yang kritis dan ada kemungkinan akan mengalami kepunahan.

Populasi lumba-lumba ini dikatakan menurun drastis dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini disebabkan karena industrialisasi China serta penggunaan habitatnya yakni sungai sebagai tempat memancing, hidrolistik, serta transportasi.

Baiji terakhir kali terlihat dikonfirmasi pada tahun 2004. Terdapat banyak usaha yang telah dilaksanakan demi menyelamatkan spesies kritis ini.

Akan tetapi, pada ekspedisi lumba-lumba air tawar Yangtze ditahun 2006 tak berhasil menemukan Baiji ini.

Baca Juga :   Gambar Kartun Tarian Daerah Dan Asalnya

2. Garila Daratan Lembah Barat

berwacana.blogspot.com

Gorila jenis ini tinggal di dalam hutan hujan deras sehingga menjadi sangat sulit bagi ilmuwan untuk memperkirakan secara tepat bagaimana keadaan mereka saat ini.

Gorila dataran rendah Barat berukuran sedikit lebih kecil dibanding saudara mereka di pegunungan yakni gorila gunung.

Selain itu, mereka juga memiliki rambut yang pendek serta lengan yang terbilang panjang. Mereka termasuk lihai dalam memanjat pohon, namun umum ditemukan mereka lebih suka berkumpul di lapangan terbuka hingga 30 ekor.

Bayi gorila biasanya naik ke atas punggung induk betinanya dari umur 4 bulan hingga 2 atau 3 tahun pertama kehidupan mereka.

Gorila muda yang berumur antara 3-6 tahun bisa dibilang seperti halnya anak-anak manusia menurut pengamat. Hari-hari mereka dihabiskan dengan bermain, memanjat pohon, mengejar antara satu dengan yang lain, serta berayun dari dahan ke dahan.

3. Vaquita

porpoise.org

Hampir bisa dipastikan bahwa sebagian besar dari Anda tak pernah mendengar nama hewan yang satu ini. Vaquita, spesies yang terancam punah.

Spesies cetacean paling kecil di bumi ini diberitakan hanya terdapat sekitar 30 ekor sekarang. Mereka memiliki habitat yang dilindungi di dekat area Gulf of California.

Pada tahun 2014, jumlah spesies vaquita menurun hingga dibawah 100 ekor untuk pertama kalinya. Setahun setelahnya bahkan populasi mereka turun menjadi 60 ekor.

Berdasar studi terakhir sekaranglah yang menghasilkan jumlah populasi yang hanya mencapai 30 ekor di dunia.

Menurut beberapa pengamat, menurunnya populasi vaquita diakibatkan karena jaring yang tak sengaja menjerat mereka.

Para nelayan yang melaut sebenarnya tak berniat untuk menjaring makhluk lucu tersebut. Namun hanya ingin menangkap salah satu jenis ikan yang juga terancam punah, yakni totoaba yang mana siripnya terkenal laris sebagai obat liver.

4. Macan Sumatera

alamendah.org

Harimau khas Indonesia ini memiliki nama Latin Panthera tigris sumatrae yang mana ialah subspesies yang tersisa di tanah air.

Dua subspesies lain yang pernah hidup di Indonesia ialah harimau Jawa dan harimau Bali yang telah punah pada tahun 1940-an dan 1980-an.

Hingga saat ini, Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menjadi salah satu tempat harimau Sumatera untuk melangsungkan hidupnya. Namun, ternyata kawasan ini juga tak aman terhadap perburuan liar.

Sudah diketahui secara umum bahwa kulit serta anggota tubuh harimau yang diburu di Aceh misalnya akan dijual ke Sumatera Utara. Dari situlah lalu kemudian bisa mencapai bahkan ke luar negeri.

Untungnya skarang ini daerah Sumatera Utara dan Aceh telah memberikan hukuman yang sangat berat pada penjual awetan satwa liar yang dilindungi.

Untuk jumlah populasi harimau ini, menurut data dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) diperkirakan hanya tersisa sebanyak 100-150 ekor saja.

5. Badak Sumatera

id.wikipedia .org

Badak Sumatera merupakan satu-satunya badak di dunia yang memiliki bulu. Badak ini juga termasuk yang berukuran kecil dibandingkan dari seluruh jenis badak di dunia.

Bentuk tubuh badak unik ini tergolong gemuk dan agak bulat, berat tubuh bisa mencapai 900 kg lebih. Ukuran tinggi antara 120-145 cm dengan panjang mencapai 250 cm.

Badak ini memiliki dua cula, cula depan memiliki panjang antara 15-25 cm sedangkan cula belakang sekitar 10 cm. Cula pada badak Sumatera betina berukuran lebih kecil dibanding pada badak jantan.

Uniknya, badak ini memiliki bulu yang panjang menyelimuti seluruh tubuhnya. Bulu tersebut tumbuh mulai dari samping luar kaki depan, di perut, hingga kedua kaki belakangnya.

Dikatakan bahwa badak yang hidup di alam liar bahkan memiliki bulu yang lebih lebat dibanding badak yang hidup di penangkaran.

6. Gajah Sumatera

onlinesumut.com

Gajah Sumatera hidup di hutan dataran rendah di bawah 300 mdpl. Namun sering juga ditemukan pada dataran yang kebih tinggi. Jenis hutan yang disukai gajah ini ialah kawasan rawa serta hutan gambut.

Populasi mereka tersebar di 7 provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Di tahun 2007, diperkirakan jumlah populasi mereka hanya tersisa 2400-2800 ekor saja. Jumlah tersebut turun setengahnya dari tahun 1985 yakni 4800-an ekor.

Saat ini, populasi mereka diyakini semakin lama semakin sedikit disebabkan habitat hidup mereka yang semakin menyempit. Selama 25 tahun terakhir, hutan di pulau Sumatera hilang 70%-nya yang mana hutan tersebut menjadi tempat hidup gajah ini.

IUCN pada tahun 2011 menyatakan bahwa gajah Sumatera tergolong hewan yang berada diambang kepunahan.

7. Orang Utan Sumatera

mongabay.co.id

Orang utan merupakan satu-satunya kera besar yang hidup di benua Asia. Sementara tiga kerabat dekatnya seperti gorila, simpanse, dan bonobo hidup di benua Afrika.

Menurut para ahli, kurang dari 20 ribu tahun yang lalu orang utan dapat dijumpai hampir di seluruh Asia Tenggara, dari Jawa di ujung selatan hingga ujung utara di Pegunungan Himalaya serta Cina Selatan.

Akan tetapi, kini mereka hanya terdapat di Sumatera dan Kalimantan saja.

Diperkirakan jumlah total populasi orang utan Sumatera kini hanya mencapai kurang dari 6000 ekor saja. Mereka tersebar di Leuser Bara sebanyak 2500-an ekor, Leuser Timur 1000-an ekor serta Rawa Singkil 1500-an ekor.

Penyebab utama menurunnya populasi mereka ialah rusaknya hutan dataran rendah yang menjadi tempat tinggal utama mereka serta perburuan liar.

Orang utan termasuk satwa yang dilindungi pemerintah sehingga siapa saja yang memelihara atau memperdagangkannya akan mendapatkan hukuman yang berat.

8. Harimau China Selatan

id.wikipedia.org

UICN mengkategorikan harimau Cina Selatan masuk dalam CITES Appendix I yang berarti perdagangan internasional komersial dilarang.

Harimau Cina Selatan diyakini sebagai subspesies asal dari subspesies harimau lain. Hal itu berdasarkan pengamatan bahwa morfologinya yang berbeda dan primitif seperti harimau purba.

Subspesies harimau ini memiliki rangka kepala yang terlihat berbeda, yang mana bentuk cekungan matanya lebih dengan sedikit tonjolan di belakang lehernya.

Baca Juga :   Geografi Adalah Ilmu Yang Mempelajari Fenomena Geosfer Yang Meliputi

Pada tahun 1950, populasi harimau Cina Selatan masih lebih adri 4000 ekor. Akan tetapi, pembasmian besar-besaran disebabkan kebijakan anti hama di era 1950 dan 1960-an menjadikan populasi mereka menurun drastis selain juga akibat rusaknya habitat mereka.

Dibanding jenis harimau lainnya, harimau jenis ini memiliki sedikit belang di tubuhnya. Harimau memiliki peran penting dalam kebudayaan Cina yang mana mereka dijadikan sebagai simbol dari arah mata angin.

9. Saola

haikudeck.com

Jika kamu tahu apa itu unicorn, maka Saola merupakan unicorn-nya Asia. Mereka hidup di dalam hutan Laos dan Vietnam.

Mereka memiliki tanduk yang mirip dengan makhluk mitologi unicorn. Tak ayal, karena hal itulah yang menjadikan orang menjulukinya sebagai ‘Unicorn Asia’.

Saola termasuk hewan mamalia yang hampir punah. Pada tahun 1992, populasi mereka hanya kurang dari 250 ekor saja. Saola banyak diburu oleh warga setempat sebagai penghias untuk rumah.

Walaupun dijuluki unicorn Asia, namun wajah Saola lebih mirip seperti sapi. Bedanya hanya pada dua tanduk yang dimiliki Saola di kepalanya.

Panjang tanduk Saola bisa mencapai 50 cm. Tubuh mereka memiliki bulu-bulu yang tebal. berwarna coklat, coklat kemerahan, hingga hitam. Ekor Saola pendek dan juga berbulu lebat.

Saola merupakan hewan duirnal yakni hanya aktif di siang hari dan akan beristirahat ketika matahari sudah tenggalam. Makanan utama hewan ini adalah tumbuh-tumbuhan, rerumputan, serta dedaunan.

10. Trenggiling

kapanlagi.com

Tahukah kamu bahwa perdaganan ilegal hewan ini diperkirakan sudah mencapai sekitar 19 biliun dolar?

Ya, trenggiling diburu dan diperjualbelikan karena diyakini memiliki daging yang istimewa serta kulitnya yang dipercaya menjadi obat yang sangat mujarab.

Trenggiling merupakan satu-satunya mamalia yang memiliki sisik di tubuhnya. Karena mengandung banyak keratin maka dipercaya sangat berkhasiat untuk kecantikan dan kesehatan.

Oleh karena itulah, trenggiling menjadi ramai diburu. Pernah pada tahun 2015, aparat keamanan Indonesia menyita 125 kg sisik trenggiling dalam perjalanan menuju Hongkong.

Di beberapa negara seperti Kamboja, pelestarian hewan ini sudah mulai digalakkan. Sebab jumlah perburuannya yang tinggi, sekitar 100 ribu ekor per tahunnya di Asia Afrika maka UICN mencatat hewan ini termasuk dalam daftar merah hewan terancam punah.

Sisanya adalah ini:

  • Gorila gunung
  • Penyu belimbing
  • Badak Jawa
  • Penyu sisik
  • Gorila cross river
  • Badak hitam Afrika
  • macan tutul Amur

Seperti dijelaskan di laman
metro.co.uk, kampanye di hari spesies langka dunia tersebut berharap kepada semua kalangan mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, kaum dewasa untuk mengetahui apa-apa saja hewan langka saat ini dan keberadaannya di dunia sudah sangat mengkhawatirkan.

Ditekankan juga bahwa semua kalangan untuk mengetahui apa yang harusnya dilakukan untuk melestarikan hewan langka yang disebutkan di atas.

Dari kampanye yang dilakukan tersebut diharapkan semua kalangan, baik itu pengelola kebun raya, kebun binatang, taman marga satwa, sekolah, museum, komunitas pencinta hewan hingga pemerintah ikut aktif dalam mengedukasi tentang pentingnya melindungi lingkungan dan hewan langka tersebut.

Terutama pemerintah, ditekankan untuk memberikan ancaman yang serius bagi pelaku pengrusakan alam dan perilaku-perilaku yang mengancam keberadaan hewan-hewan yang telah masuk kategori terancam punah.

Upaya Perlindungan Hewan Langka

Upaya Perlindungan Hewan Langka
sapakabar.blogspot.com

Dalam perlindungan hewan langka yang mulai terancam punah, hal yang penting adalah sikap manusia dalam menghargai satwa-satwa langka tersebut. Namun sampai saat ini masih saja terjadi penangkapan atau perburuan bahkan pembunuhan secara tidak terkendali terhadap satwa-satwa langka tersebut.

Dalam usaha melestarikan hewan langka, cara-cara yang telah ditempuh oleh berbagai pihak adalah sebagai berikut.

Membuat undang-undang perburuan

Aturan-aturan yang menyangkut masalah perburuan antara lain sebagai berikut:

  • Para pemburu harus memiliki izin berburu
  • Senjata untuk berburu harus tertentu macamnya
  • Ditentukannya batas-batas daerah pemburuan
  • Masa buru, dibatasi hanya pada waktu-waktu tertentu
  • Jumlah hewan yang diburu oleh seseorang harus dibatasi
  • Hasil buruan tidak untuk diperjualbelikan, dan
  • Ditentukannya jenis hewan, umur, dan kelamin hewan tertentu yang diburu.

Membiakkan hewan-hewan langka yang hampir punah

Misalnya dengan mengisolasi hewan tertentu, memelihara, serta membiakkannya. Jika telah berkembang biak dengan baik, kemudian dilepas ke habitatnya.

Memindahkan hewan langka yang hampir punah

Hewan-hewan itu dipindahkan ke tempat lain yang habitatnya lebih cocok dan lebih aman.

Mengambil telur hewan-hewan tertentu

Kemudian menetaskannya hingga melepaskannya ke habitat aslinya.

Nilai yang Terkandung dalam Upaya Perlindungan Satwa

Nilai yang Terkandung dalam Upaya Perlindungan Satwa
trendingtopik.blogspot.com

Nilai-nilai yang ada pada usaha pelestarian dan perlindungan alam mencakup nilai ilmiah, nilai spiritual, nilai budaya, serta ekonomi yang semuanya memiliki keterkaitan. Untuk lebih jelas, nilai-nilai yang terkandung pada usaha pelestarian dan perlindungan alam termasuk di dalamnya perlindungan terhadap hewan langka adalah seperti uraian berikut ini.

  • Nilai ilmiah

    Berupa kekayaan alam yang terkandung. Misalnya semua flora dan fauna yang hidup di dalam hutan, dapat dijadikan sebagai bahan untuk penelitian di bidang biologi mau disiplin ilmu lainnya dalam upaya pengembangan pengetahuan untuk keberlangsungan hidup dan juga demi kemaslahatan manusia.
  • Nilai spiritual dan mental

    Dengan melakukan perlindungan terhadap alam sekitarnya, termasuk hewan langka, manusia lebih belajar untuk menghargai keindahan alam sebagai suatu karunia dan nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
  • Nilai budaya

    Baik flora maupun fauna yang menjadi khas serta hasil budaya manusia pada suatu daerah dapat menjadi suatu kebanggaan tersendiri, contohnya adalah peninggalan candi borobudur yang hingga kini dirawat keberadaannya, bunga melati, dan komodo yang kini telah menjadi hewan yang hanya ada di Indonesia
  • Nilai ekonomi

    Melestarikan lingkungan alam, termasuk di dalamnya melestarikan hewan langka ditujukan untuk kepentingan ekonomi, contohnya adalah dijadikan wisata alam suaka margasatwa. Hal tersebut tentu saja akan menjadi sumber devisa negara dan menjadi lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Nah, itulah berbagai hewan langka di Indonesia dan dunia yang patut untuk kita ketahui dan kita lestarikan. Semoga menambah wawasan dan kecintaan kita terhadap alam sekitar.

Jenis Monyet Yang Hampir Punah Dan Sangat Langka Adalah

Source: https://kompas.web.id/hewan-langka/