Cara Mengatasi Kumbang Tanduk Pada Kelapa Sawit

By | November 3, 2022

Cara Mengatasi Kumbang Tanduk Pada Kelapa Sawit

HamaOryctes rhinoceros atau yang sering disebut kumbang tanduk/badak merupakan salah satu hama utama pada tanaman kelapa sawit. HamaO. rhinocerosmenyerang tanaman kelapa sawit yang baru ditanam sampai tanaman tua. Pada areal peremajaan (replanting), serangan hamaO. rhinocerosdapat mengakibatkan tertundanya masa produksi kelapa sawit sampai satu tahun dan kematian tanaman hingga 25 %

Menindaklanjuti laporan adanya serangan hamaO. rhinocerospada lokasi peremajaan sawit rakyat (PSR) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 3-5 Agustus 2022 telah dilakukan pengecekan di lokasi serangan. Kunjungan lapangan dilaksanakan oleh Tim dari Direktorat Perlindungan Perkebunan, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI. Kunjungan lapangan dilakukan ke lokasi serangan hamaO. rhinocerosyang merupakan kebun peremajaan kelapa sawit yang tergabung dalam KUD/Koperasi Produsen Kelapa Sawit (KPKS) Jaya Bersama di Desa Cahaya Mulya, Kecamatan Mesuji Raya; KUD Lempuing Indah Sejahtera di Desa Lempuing Indah, Kecamatan Lempuing Jaya; dan KUD Panca Sawit Mandiri di Desa Balian Makmur, Kecamatan Mesuji Raya.



Gambar 1. Kunjungan ke lokasi serangan hamaO. rhinocerosdi (a) KUD PancaSawit Mandiri dan (b) KUD Tekad Mandiri

Hasil kunjungan lapangan, yaitu ditemukan tanaman kelapa sawit yang berumur ± 1 tahun setelah tanam terserang oleh hamaO. rhinoceros. Gejala serangan hamaO. rhinoceros, yaitu adanya potongan pelepah muda yang khas berupa guntingan segitiga berbentuk huruf “V” (terlihat jelas setelah daun membuka), pelepah melintir/tumbuh ke samping, dan matinya pupus/titik tumbuh bahkan dapat dicabut. Selain itu juga ditemukan larva dan imago hamaO. rhinocerosdi sekitar tanaman kelapa sawit yang terserang dan pada tumpukan cacahan batang kelapa sawit tua (chipping). Larva yang ditemukan padachippingterdiri dari beberapa stadia/instar, sehingga diduga lokasi tersebut telah diletakkan telur oleh kumbang betina selama beberapa kali. Bahkan di KUD Jaya Bersama dengan luas areal PSR sebesar 522 ha setelah dilakukan pengutipan larva dan imagoO. rhinocerosselama 2 bulan mencapai 20 ton.

Baca Juga :   Cara Membuat Jam Dari Stik Es Krim



Gambar 2. (a) LarvaO. rhinocerospada sisa tumpukan tumbangchipping, (b) Lubang bekas gerekan hamaO. rhinoceros, (c) Pupus patah, dan (d) Larva dan imagoO. rhinoceroshasil pengutipan

Sebagian besar tanaman kelapa sawit di lokasi PSR terserang hamaO. rhinoceros. Pada saat dilakukan peremajaan akan menjadi sumber bagi perkembangbiakan hamaO. rhinoceros. Hal ini disebabkan karena batang kelapa sawit yang tidak terdekomposisi dengan baik akan menjadi tempat yang disenangi oleh hamaO. rhinoceros. Untuk memperkecil resiko, sebaiknya segera dilakukan penanamanLegume Cover Crop(LCC) agar semua batang kelapa sawit cepat terdekomposisi akibat tertutup LCC. Selain itu, lokasi PSR berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit yang sudah menghasilkan (TM) yang terserang oleh hamaO. rhinocerosserta berdekatan dengan ternak sapi, sehingga menjadi endemis dan berpotensi terjadi ledakan hamaO. rhinoceros.



Gambar 3. (a) Tumpukan batang kelapa sawit (chipping), (b) Penanaman LCC di lokasi PSR

Untuk mengendalikan serangan hamaO. rhinocerospada tanaman kelapa sawit (TBM), perlu rekomendasi pengendalian yang dilakukan secara terpadu dengan mengkombinasikan berbagai teknik pengendalian, antara lain:


1. Kultur Teknis

– PenanamanLegume Cover Crop(LCC) sebanyak 750 biji/ha, antara lain:Mucuna bracteatasatu bulan sebelum atau bersamaan dengan penanaman kelapa sawit, dengan curah hujan yang cukup tinggi agar mudah tumbuh.

– Perlu dilakukan pengamatan/monitoring lanjutan terhadap serangan hamarhinocerosdi kebun secara berkala (maksimal 1 bulan sekali) terutama dengan memperhatikan dan mencatat jumlah tanaman yang terserang serta jumlah larva dan imago pada tempat-tempat perkembangbiakan hamaO. rhinoceros, yaitu di tumpukan batang kelapa sawit (chipping).

– Pengendalian dapat juga dilakukan dengan memberikan butiran garam kasar 200 g/tanaman. Garam dikemas dalam kantong plastik yang ditusuk jarum di beberapa tempat agar saat hujan turun garam yang terkena tetesan air sedikit demi sedikit ke bagian pucuk kelapa.

Baca Juga :   Gambar Alat Berat Komatsu


2. Fisik dan Mekanis

– Pengumpulan/pengutipan imagorhinocerossecara manual di sekitar tanaman kelapa sawit yang terserang. Tindakan ini dilakukan tiap bulan apabila populasi imagoO. rhinoceros3 – 5 ekor/ha, setiap 2 minggu jika populasi imagoO. rhinocerosmencapai 10 ekor/ha, dan setiap hari apabila populasi atau serangan sudah sangat tinggi (eksplosif).

– Pembongkaran rumpukan bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna karena menjadi tempat makan dan sarang perkembangbiakan (breeding site) bagi hamarhinocerosdengan cangkul dan dilakukan pengutipan ulat/larvaO. rhinoceros secara manual, kemudian dikumpulkan dan dimatikan.

– Tumpukan batang kelapa sawit serta tunggul – tunggul tanaman lain yang sudah melapuk dapat dilakukan pelindasan dengan menggunakan alat berat (bila tersedia), kemudian disebarkan tipis secara merata di permukaan sehingga tidak menjadi tempat/sarang perkembangbiakan hamarhinoceros

– Pemasangan perangkap feromon berbahan aktifethyl-4-methyloctanoat untuk memerangkap imagorhinocerosdengan dosis 1 sachet feromon/ha. Feromon dapat bertahan selama 2 bulan di lapangan. Pemasangan perangkap feromon dilakukan berulang sampai serangan hamaO. rhinocerosmenurun/terkendali. Pengamatan dilakukan maksimal setiap 1 minggu sekali dengan cara menurunkan perangkap feromon dan menghitung jumlah kumbangO. rhinocerosyang terperangkap. Beberapa lokasi pemasangan perangkap feromon, yaitu:

  1. Perangkap feromon dipasang pada daerah dengan serangan hamarhinocerostinggi, misalnya di pinggir jalan karena imagoO. rhinocerossangat tertarik oleh cahaya/lampu.
  2. Perangkap feromon dipasang pada daerah perbatasan dengan kebun lain atau dengan areal pemukiman penduduk, sehingga imagorhinocerosakan terperangkap.



Gambar 4. Perangkap feromon untuk pengendalian hamaO. rhinoceros


3. Hayati/Biologi

– Larvarhinocerosyang ditemukan mati atau terinfeksi jamurMetarhizium anisopliaeatau virusBaculovirus oryctes dikumpulkan secara terpisah. LarvaO. rhinocerostersebut kemudian diblender atau dihancurkan, lalu ditambahkan air 100 kali berat larvaO. rhinocerosyang ditemukan terinfeksi. Contoh jika larvaO. rhinocerosyang ditemukan terinfeksi olehM. anisopliaeatauB. orycesseberat 100 g, maka air pencampurnya sebanyak 10 l. Larutan larvaO. rhinocerostersebut kemudian disiramkan kembali ke tempat/sarangO. rhinocerosagar larvaO. rhinocerospada sarang tersebut juga terinfeksi olehM. anisopliaeatauB. oryces dan mati.

Baca Juga :   Flora Yang Terdapat Di Papua Tergolong Tipe

– Sisa – sisa tumpukan tumbangchippingditaburi dengan jamuranisopliaedengan dosis 25 g/m2 atau disemprot larutan jamurM. anisopliaehingga cukup basah dengan dosis 10 g/l air.


4. Kimiawi

Penggunaan insektisida butiran yang mengandung bahan aktif karbosulfan 5% maupun karbofuran 5% yang bersifat kontak dan sistemik efektif mengendalikan kumbangO. rhinoceros. Cara penggunaannya dengan cara ditabur di bagian pucuk tanaman dengan dosis 10-15 g/pucuk/pangkal pelepah tanaman muda (TBM) dengan interval 3 minggu hingga 1 bulan. Dosis dapat ditingkatkan sesuai umur tanaman.


Penulis : Yuni Astuti, SP. (POPT Ahli Muda)


D
AFTAR PUSTAKA

Astuti, Y. 2022. Pengenalan dan Pengendalian Hama Utama Tanaman Kelapa Sawit. Direktorat Perlindungan Perkebunan. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Hamdani. 2022. Antisipasi Gangguan Hama Kumbang Tanduk pada Kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kabupaten Landak. Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak. Kalimantan Barat. Dikutip dari https://balaipontianak.ditjenbun.pertanian.go.id/web/page/title/886/antisipasi-gangguan-hama-kumbang-tanduk-pada-kegiatan-peremajaan-sawit-rakyat-psr-di-kabupaten-landak, dan diakses pada tanggal 7 Agustus 2022.

Ida, R.T.U.S., Syahnen, dan Sry E.P. 2022. Monitoring dan Evaluasi PengendalianOryctes rhinocerospada Lahan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di Desa Selayang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan. Sumatera Utara. Dikutip dari: https://balaimedan.ditjenbun.pertanian. go.id/tempatupload/monev%20oryctes%20langkat.pdf, dan diakses pada tanggal 7 Agustus 2022.

Cara Mengatasi Kumbang Tanduk Pada Kelapa Sawit

Source: https://ditjenbun.pertanian.go.id/pengendalian-hama-oryctes-rhinoceros-pada-kegiatan-peremajaan-kelapa-sawit-rakyat-di-kabupaten-ogan-komering-ilir/