Bedakan Antara Corak Karikatur Dan Corak Kartun Pada Gambar Ilustrasi

By | August 9, 2022

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia independen

Karikatur disandingkan dengan orang yang digambarkannya.

Karikatur
adalah rencana atau penggambaran satu mangsa konkret dengan cara melebih-lebihkan ciri khas mangsa tersebut.[1]
Kata karikatur berasal dari kata Italia
caricare
yang bermanfaat memberi muatan maupun melebih-lebihkan.[2]
[3]
Karikatur menggambarkan subjek nan dikenal dan umumnya sampe .dimaksudkan untuk menimbulkan kelucuan buat pihak yang mengenal subjek tersebut.[4]
[5]
Karikatur dibedakan dari kartun karena karikatur tidak membentuk cerita sebagai halnya kartun, namun karikatur bisa menjadi zarah dalam animasi, misalnya dalam kartun tajuk rencana.[1]
[4]
Orang yang membentuk karikatur disebut sebagai karikaturis.

Karikatur sebagaimana nan dikenal sekarang berasal pecah Italia abad ke-16. Puas abad ke-18, pasemon sudah lalu menjangkau umum luas menerobos media cetak dan, terutama di Inggris, telah menjadi ki alat suara minor sosial dan politis.[6]
Pada abad berikutnya, plural majalah karikatur menjadi media utama karikatur; peran yang kemudian dilanjutkan oleh salinan kabar harian lega abad ke-20.[4]
Selain bagaikan bagan seni dan hiburan, travesti pula telah digunakan dalam rataan psikologi untuk meneliti bagaimana sosok mengenali paras.

Sejarah

Dasar usul karikatur

Walaupun rangka satire—seperti rencana sato yang bertingkah laris seperti manusia—sudah ditemukan setidaknya sejak zaman Mesir Kuno,[7]
reputasi seni travesti pecah dari Italia abad Renaisans.[3]
Pada mulanya, karikatur dibuat sebagai lelucon iseng oleh para seniman di studio, sebagai halnya Leonardo da Vinci dan Carracci berkeluarga—Agostino dan Annibale serta Lodovico sepupu mereka,[8]
kerjakan menghibur dirinya sendiri maupun kawan-kawannya dengan menggambar cukong maupun subjek lukisannya secara berlebihan. Carracci bersaudara diyakini ibarat artis-seniman pertama yang tersohor akan karikatur mereka,[3]
dan Annibale diyakini sebagai orang mula-mula yang menggunakan istilah
ritrattini carichi
(potret yang dilebih-lebihkan).[9]
Lebih lanjut, Pier Leone Ghezzi menekuni seni ini dan membangun kariernya dengan bertambah dari 2.000 karya karikatur turunan galibnya maupun pencetus tersohor. Sindiran-pasemon tersebut tidak dipublikasikan alias disebarluaskan, namun menjadi hiburan di kalangan elite. Selepas menyerak di Italia pada abad ke-16, satire seumpama langgam visual hijau menyerak ke pers popular Eropa lebih terbit seabad kemudian.[3]

Abad ke-18 dan awal abad ke-19

Karikatur umpama lembaga seni lukis plonco berkembang di Inggris setelah penerbitan beberapa karya Ghezzi dan seniman Italia lainnya pada tahun 1744. Model karikaturis Inggris yang popular pada abad ke-18 ialah James Gillray, Thomas Rowlandson, dan George Cruikshank nan menggabungkan unsur pelesetan dengan animasi menjadi kartun satire. Cuma, pada tahun 1830-an karya-karya mereka telah minus popular di Inggris dan kemudian diekspor ke Prancis privat mingguan
La Caricature
dan kemudian buletin
Le Charivari
yang lalu sukses, keduanya dipimpin oleh Charles Philipon.[9]

Dua terbitan Charles Philipon tersebut membuat Prancis menjadi sosi mentah perkarikaturan. Sejumlah karikaturis terbaik puas zaman itu dipekerjakan oleh Philipon; Paul Gavarni, J.J. Grandville, dan terutama Honoré Daumier, yang dianggap sebagai salah satu seniman paling terampil dalam rekaman karikatur.[9]
Baik Philipon ataupun Daumier gayutan ditahan akibat karikatur mereka di kedua terbitan tersebut yang meng-kritik pemerintahan raja Prancis saat itu, Louis-Philippe. Pada salah satu sidang pengadilannya, Philipon menggambar potret Raja Louis-Philippe yang berubah bentuk menjadi biji pelir pir dan menyatakan pembelaan bahwa ada banyak hal nan mirip satu sama lain di alam sehingga tidak bisa ada pembatasan atas daya kreasi seniman.[10]
Daumier koteng pertama mungkin diadili karena
Gargantua, kartun karyanya yang meng-karikaturkan Louis-Philippe bagaikan samudra yang memakan komisi rakyat.[11]

Karikaturisme kemudian memencar ke alat angkut lain, yakni patung, dimulai dari patung-patung travesti karya Jean-Pierre Dantan.[2]
[12]
Gaya arca Dantan ini sangat mempengaruhi para seniman pelesetan, sehingga mereka pun menciptakan patung-reca majikan penyanyi, penulis, musikus dunia tersohor dan banyak aktor naik daun dari Comédie-Française. Bentuknya mungil dan menjadi silam diminati, dipakai sebagai paesan ujung tongkat, pencahanan tiang, topeng, dan alat permainan lainnya.[2]

Akhir abad ke-19

Pada periode 1868 di London, Thomas Gibson Bowles tiba menerbitkan
Vanity Fair, majalah ‘politik, sosial, dan kesusastraan’ nan kemudian terkenal karena memuat karikatur berwarna nan menggambarkan ahli politik, tokoh sastra, raja ataupun ratu berusul luar negeri, intelektual, atlet, dan tokoh-pelopor terkenal lain.[13]
[14]
Sebagian raksasa karikatur tersebut digambar oleh Carlo Pellegrini—kartunis Italia yang menggunakan nama samaran “Singe” (bahasa Prancis untuk monyet) dan “Ape” (bahasa Inggris bagi kera) lakukan mencerminkan pekerjaannya, yaitu mengimak subjeknya dengan tidak abstrak (to ape, internal bahasa Inggris)[15]—dan Leslie Ward (“Spy”), meskipun banyak seniman bukan sekali lagi bekerja bagi majalah tersebut. Setiap parodi tersebut diberi komentar yang mengolok-olok oleh Bowles dan editor-pengedit selanjutnya yang memperalat tera samaran “Jehu Junior”. Majalah ini disebut umpama yang paling banyak dibaca oleh para superior dan bani adam kaya Inggris dibandingkan dengan mingguan lainnya.[14]

Parodi
Vanity Fair
tersebut memengaruhi Joseph Keppler, imigran Austria yang menerbitkan majalah
Puck
di New York, Amerika Serikat. Mulai mulai sejak privat bahasa Jerman lega masa 1876 dan kemudian bahasa Inggris sepotong tahun kemudian, majalah ini juga memuat pasemon pencetus-biang keladi terkenal yang disebut
puckograph.[16]
[17]
Keberuntungan
Puck
mengilhami penerbit tak kerjakan menirunya, dan segera saja surat maklumat-pertinggal takrif dan terbitan konsisten lainnya mulai secara rutin memuat karikatur.[18]

Baca Juga :   Muatan Listrik Yang Berada Dalam Keadaan Diam Disebut

Sementara itu, kartun editorial Thomas Nast nan sering berisi karikatur William M. Tweed, seorang politikus New York yang korup, dimuat di majalah
Harper’s Weekly
dan turut berperan menggulingkan kekuasaan ahli politik tersebut. Setelah Tweed melarikan diri berpunca Amerika Serikat karena tuduhan kriminalitas, sendiri polisi di Vigo, Spanyol, berakibat mengenalinya mendapat kartun-kartun Nast tersebut.[19]

Tadinya abad ke-20

Pada sediakala dekade ke-2 abad ke-20, Marius de Zayas, seorang karikaturis Meksiko yang hijrah ke New York, mengembangkan gaya seni lukis yang ia tutur sindiran komplet. Sepanjang berkreasi di Meksiko maupun lega perian-musim pertamanya di New York, de Zayas memperalat gaya yang realistik dan representasional.[20]
Belaka, sewaktu mengunjungi Paris sepanjang dekat setahun penuh dan setelah berbenturan Picasso dengan gaya kubismenya, de Zayas mengungkapkan ketidakpuasannya atas metode karikatur tradisional.[21]
Sekembalinya ke Amerika Kawan sreg hari 1911, de Zayas tiba mengeksplorasi tren barunya yang memadukan kerangka-bentuk geometris datar simetris dan pertepatan-pertepatan matematika. Dengan gaya karikaturnya itu, de Zayas disebut “menjembatani kesenjangan antara karikatur pesohor populer n domestik media komersial dengan keprihatinan marcapada seni
avant-garde
untuk menemukan prinsip inovatif menggambarkan manusia minus kemiripan tertera”.[22]

Seusai Perang Dunia I, popularitas satire berkembang secara dramatis di Amerika Kongsi seiring dengan kronologi gambar hidup, fotografi, dan majalah yang membuat paras para pesohor terbit bintang komidi gambar sampai atlet dan politisi dengan mudah dikenali oleh awam.[23]
Karikatur teatris menjadi genre tersendiri dalam seni populer musim tersebut, dimulai oleh Al Frueh yang menerbitkan
Stage Folk, himpunan karikaturnya nan bergaya
Art Deco, plong tahun 1922.[24]
[25]
Pada perian yang sekufu, Ralph Barton sekali lagi terkenal sebagai karikaturis teatris selepas menghiasi tirai teater lega keseleo satu pertunjukan di Broadway dengan 139 karikatur tanda jasa teater, kritikus sandiwara boneka, dan orang-manusia ternama berasal masyarakat kelas atas New York.[23]
Miguel Covarrubias, nan berasal dari Meksiko, menyusul dengan karyanya di berbagai arsip pemberitahuan dan majalah serta buku kumpulan karikatur pertamanya yang berpokok sreg tahun 1925,
The Prince of Wales and Other Famous Americans. Alex Gard nan berimigrasi terbit Rusia juga mengkhususkan diri batik pentolan-tokoh teater, terutama lebih semenjak 700 karyanya nan terpajang di dinding warung kopi “Sardi’s” di New York nan digambar dengan imbalan makan percuma di kedai kopi tersebut sejak tahun 1927 setakat kematiannya waktu 1948.[26]
Namun, Al Hirschfeld adalah seniman yang dianggap sebagai tetua semua karikaturis teatris.[18]

Sindiran teatris Hirschfeld mulai dimuat di sejumlah buku harian di New York setelah karikatur aktor Prancis Sacha Guitry karyanya, yang semula ia gambar lega riuk satu pergelaran teater Guitry dan membuat seorang wartawan terpesona hingga mensyurkan Hirschfeld buat menjualnya, dimuat di halaman depan jurnal
New York Herald Tribune
sreg tahun 1926.[23]
[27]
Akan cuma, tren spesial sindiran kaligrafis linear Hirschfeld hijau berkembang sesudah sira mengunjungi Bali plong tahun 1932 atas pelawaan Covarrubias.[28]
[29]
Kamu mengaku terpincut dengan wayang jangat Jawa dan dipengaruhi oleh tendensi artis
ukiyo-e
Jepang seperti Harunobu, Utamaro, dan Hokusai,[30]
alias oleh Covarrubias.[18]
Selama kariernya, ia membuat karikatur intim semua tokoh penting teater Amerika Serikat,[27]
dan bani adam yang sudah dibuat karikaturnya makanya Hirschfeld menjadi dianggap tokoh sukses. Karyanya tampil pada intim semua terbitan ternama selama sembilan dekade, tersurat hampir sapta desimal lima tahun sreg buku harian
The New York Times, serta banyak poster, buku, dan sampul rekaman, setakat kematiannya puas masa 2003.[31]

Akhir abad ke-20

Pada intiha 1960-an dan awal 1970-an, karikatur politik mengalami “kelahiran sekali lagi” dalam musim yang oleh Steven Heller, direktur seni senior
The New York Times, disebut seumpama “perian minimum vital dalam perkarikaturan abad ke-20”.[32]
Peristiwa-kejadian sama dengan Perang Vietnam, kehebohan Watergate, kebudayaan jejaka, feminisme, dan hak-hak sipil menjadi sasaran karikaturis dan kartunis kebijakan plong sekarang yang dipelopori maka itu David Levine, Edward Sorel, dan Robert Grossman dari Amerika Konsorsium serta Ralph Steadman dan Gerald Scarfe terbit Inggris. Karya mereka tampil di majalah-majalah seperti
The New York Review of Books,
New York, dan
Esquire
maupun wahana unjuk rasa lainnya.

David Levine bilang kali disebut ibarat karikaturis terhebat pada masanya.[33]
[34]
[35]
Karyanya tampil laksana ilustrasi artikel pada majalah
The New York Review of Books
menginjak waktu 1963 setakat 44 masa kemudian, dan makin dari 6.000 travesti penulis, artis, dan ahli politik nan digambarnya dengan pena dan mangsi dimuat di berbagai terbitan mengagumkan seperti
Time,
Esquire, dan
The New Yorker.[36]
Lakukan takhlik parodi pada
The New York Review of Books, Levine menelaah sampai-sampai dahulu buram artikel yang akan diberi ilustrasi, bersama dengan foto tokoh nan oleh majalah tersebut diminta dibuat karikaturnya.
The New York Times
mendeskripsikan pelesetan Levine ibarat “berkepala raksasa, berekspresi murung, menyelisik secara drastis, dan hampir tidak pernah memuji”[34]
Riuk satu karyanya yang terkenal ialah satire Kepala negara Amerika Kongsi Lyndon Johnson yang sedang menunjukkan eks luka persuasi yang digambarkan Levine berbentuk sebagai halnya peta Vietnam.[35]

Sreg tahun 1980-an, acara televisi Inggris
Spitting Image
nan menampilkan sindiran kerumahtanggaan rangka anak-anakan mengolok-olok politisi dan para pemimpin partai pada era Margaret Thatcher.[37]
Program nan ditayangkan tahun 1984–1996 ini dimotori oleh Roger Law dan Peter Fluck yang pada tahun 1970-an sudah takhlik travesti bagi
The Sunday Times Magazine,
The New York Times, dan sejumlah majalah internasional.
Spitting Image
mulanya dikritik karena karikaturnya dianggap berwatak ofensif, terutama karikaturnya atas keluarga kerajaan Inggris, namun kemudian menjadi sukses besar. Pasca- itu, program ini ditiru di beragam negara, bersumber Amerika Kawan hingga Iran.[38]

Baca Juga :   Pola Penyerangan Dan Pertahanan Bola Voli

Pembuatan satire

Dalam mewujudkan pelesetan, karikaturis mengerjakan observasi bagi menentukan ciri unik yang membuat subjeknya berbeda pecah orang lain, dan melebih-lebihkan ciri tersebut.[39]
[40]
Untuk itu, karikaturis membandingkan cahaya muka subjeknya dengan wajah makhluk umumnya, dan melebih-lebihkan perbedaannya.[41]
[42]
Misalnya, kalau subjek pelesetan punya indra yang lebih panjang dibandingkan orang rata-rata, cerminan cingur subjek tersebut di karikaturnya akan jauh lebih panjang. Namun, bagaimana ciri khas tersebut dilebih-lebihkan sering mengelepai pada gaya menulis saban karikaturis.[43]

Sebagaimana ditinjau ulang makanya Susan E. Brennan, karikaturis mulai takhlik karikaturnya dengan model anatomi proporsi paras yang digeneralisasi. Banyak karikaturis memiliki beberapa foto figur awam bakal membuat karikaturnya dan selalu menggunakan lebih bersumber satu foto. Karikaturis boleh lagi mempelajari sejumlah foto subjeknya dan kemudian menggambar berdasarkan ingatan.[41]

Karikatur buatan komputer jinjing

Telah dilakukan berbagai macam usaha untuk membuat karikatur secara automatis alias semi-automatis menggunakan teknik tabulasi komputer. Misalnya, Susan E. Brennan menciptakan suatu organ panjang usus cak bagi membuat sindiran secara interaktif. Dalam sistem yang ia rancang, karikatur dibuat dengan membandingkan dua rajah; bagan paras orang nan akan dibuat dikarikaturnya dan wajah orang yang dianggap kebanyakan. Kemudian, wajah pertama dibuat karikaturnya dengan menambahkan perbedaan antargambar tersebut.[41]

Sejumlah sistem pembuat karikatur terkomputerisasi selanjutnya mengembangkan metode nan digunakan Brennan. Selain itu, terdapat pula sejumlah sistem tidak yang berusaha mempelajari bagaimana karikaturis membuat karikaturnya dengan menerapkan teknik-teknik intelek artifisial atau statistika. Sistem enggak bergantung pada masukan dari pengguna mengenai ciri-ciri roman yang perlu dikarikaturkan sehingga menuntut keterampilan penggunanya.[40]

Travesti dan persepsi wajah

Penggunaan karikatur dalam pengenalan cahaya muka dan skandal tampang sudah ditelaah dalam satah psikologi kognitif, persepsi okuler, visi komputer jinjing, dan pengenalan pola.[40]
Penelitian menunjukkan bahwa gambar wajah nan dilebih-lebihkan—menunggangi sistem pembuat karikatur terkomputerisasi seperti yang disebutkan di atas—secara umum lebih mudah dikenali ketimbang foto orang tersebut. Peristiwa ini dikenal misal
caricature effect
(‘efek karikatur’).[44]
Penelitian sekali lagi menunjukkan adanya
reverse-caricature effect
(‘efek travesti bengot’), yaitu bahwa orang yang sudah pernah menyibuk sindiran seseorang kemudian menjadi lebih mudah mengenali foto sosok tersebut.[45]
Fenomena ini diduga disebabkan maka dari itu ciri-ciri wajah nan memang berbeda dan dilebih-lebihkan dalam pasemon membuat durja bertambah mudah dikenali. Ciri-ciri wajah yang enggak daripada nan enggak adalah hal penting dalam pembukaan wajah dan wajah yang mempunyai ciri khusus memang lebih mudah dikenali daripada wajah yang umum.[46]
Karikatur juga telah dipelajari bak mekanisme lakukan membetulkan tingkat alas kata sketsa atau foto konglomerat wajah pelaku kriminalitas.[42]
[47]
[48]

Lihat pula

  • Kartun
  • Pelesetan

Referensi

  1. ^


    a




    b




    Suprana, J. (2009),
    Naskah-Naskah Kompas Jaya Suprana, Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm. 14–15




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  2. ^


    a




    b




    c




    Waluyanto, H.D. (2000), “Pasemon sebagai karya komunikasi visual dalam penyajian suara minor sosial”,
    Nirmana,
    2
    (2): 128–134




  3. ^


    a




    b




    c




    d




    Petersen, R.S. (2011),
    Comics, Manga, and Graphic Novels: A History of Graphic Narratives
    (dalam bahasa Inggris), Santa Barbara, CA: ABC-CLIO, hlm. 30–35




    (tatap di Penelusuran Buku Google)
  4. ^


    a




    b




    c




    Rhodes, G. (1996),
    Superportraits: Caricatures and Recognition
    (dalam bahasa Inggris), Hove: Psychology Press, ISBN 0-203-30490-X





  5. ^


    “caricature and cartoon”,
    Encyclopædia Britannica Online
    (privat bahasa Inggris), diakses tanggal
    3 Juli
    2012






  6. ^


    “Caricatura”,
    Enciclopedie on line
    (intern bahasa Italia), Treccani, l’Enciclopedia Italiana, diakses rontok
    3 Juli
    2012






  7. ^


    Wright, Cakrawala. (1875),
    A history of caricature and grotesque in literature and art
    (internal bahasa Inggris), London: Chatto and Windus




    (lihat varian digitalnya di Internet Archive)

  8. ^


    Honour, H.; Fleming, J. (2010),
    The Optis Arts: A History
    (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-7), Upper Saddle River, NJ: Pearson Education, hlm. 569




    (lihat di Penelusuran Buku Google)
  9. ^


    a




    b




    c




    Matthews, R.T.; Mellini, P. (1982),
    In ‘Vanity Fair’
    (dalam bahasa Inggris), London: Scolar Press, hlm. 20–21




    (tatap di Penelusuran Buku Google)

  10. ^


    Ramus, C.F., ed. (1978),
    Daumier: 120 Great Lithographs
    (internal bahasa Inggris), New York: Dover Publication, hlm. xii




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  11. ^


    Robinson, J.H. (1998),
    Musical Bloknot by Honoré Daumier: prints from the collection of Egon and Belle Gartenberg
    (privat bahasa Inggris), University Park, PA: Penn State Press, hlm. 7




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  12. ^


    Baridon, L. (2006), “Jean-Pierre Dantan, le caricaturiste de la statuomanie”,
    Ridiculosa: Caricature et sculpture
    (dalam bahasa Prancis), Université de Bretagne Occidentale (13): 127–143, diarsipkan bermula varian steril tanggal 2010-02-06, diakses rontok
    2011-06-30






  13. ^


    Brake, L.; Demoor, M., ed. (2009),
    Dictionary of Nineteenth-Century Journalism in Great Britain and Ireland
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris), Gent: Academia Press, hlm. 67–68




    (lihat di Penelusuran Trik Google)
  14. ^


    a




    b




    Savory, J.; Marks, P. (1985),
    The Smiling Muse: Victoriana in the Comic Press
    (dalam bahasa Inggris), Cranbury, NJ: Associated University Presses, hlm. 16




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  15. ^


    Room, A. (2010),
    Dictionary of Pseudonyms: 13,000 assumed names and their origins
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris) (edisi ke-5), Jefferson, NC: McFarland & Company, hlm. 30




    (lihat di Penelusuran Pusat Google)

  16. ^


    Ritchie, D.A. (2006), “The Senate Theatre: 19th-Century Cartoonist and the U.S. Senate”,
    United States Senate Catalogue of Graphic Art
    (n domestik bahasa Inggris), Government Printing Office, hlm. 316




    (tatap di Penelusuran Buku Google)

  17. ^


    Weitenkampf, F. (1924),
    American Graphic Art
    (n domestik bahasa Inggris) (edisi ke-2), New York: Macmillan, hlm. 232–233




    (tatap di Penelusuran Sosi Google)
  18. ^


    a




    b




    c




    Wilmeth, D.B., ed. (2007),
    The Cambridge Guide to American Theatre
    (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-2), Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 143–144




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  19. ^


    Lester, P.M. (2006),
    Okuler Communication: Images with Messages
    (privat bahasa Inggris) (edisi ke-4), Belmont, CA: Thomson Wadsworth, hlm. 209–210




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  20. ^


    Bohn, W. (2002),
    The Rise of Surrealism: Cubism, Dada, and the pursuit of the marvelous
    (internal bahasa Inggris), Albany, NY: State University of New York Press, hlm. 32




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  21. ^


    de Zayas, M. (1996), Naumann, F.M., ed.,
    How, When, and Why Modern Art Came to New York
    (privat bahasa Inggris), Cambridge: MIT Press, hlm. xi




    (lihat di Penelusuran Siasat Google)

  22. ^


    Spolsky, E., ed. (2004),
    Iconotropism: turning toward pictures
    (dalam bahasa Inggris), Cranbury, NJ: Associated University Presses, hlm. 151




    (tatap di Penelusuran Daya Google)
  23. ^


    a




    b




    c




    Drowne, K.; Huber, P. (2004),
    The 1920s
    (dalam bahasa Inggris), Westport, CT: Greenwood Press, hlm. 277–278




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  24. ^


    Lee, J.Y. (2000),
    Defining New Yorker Humor
    (n domestik bahasa Inggris), Jackson, MS: University Press of Mississippi, hlm. 73




    (tatap di Penelusuran Taktik Google)

  25. ^


    Heller, S.; Pettit, E. (2000),
    Graphic Design Timeline: A Century of Design Milestones
    (dalam bahasa Inggris), New York: Allworth Press, hlm. 64




    (tatap di Penelusuran Buku Google)

  26. ^


    Bernardo, M.P. (2010),
    Mad Men’s Manhattan: The Insider’s Guide
    (dalam bahasa Inggris), Berkeley, CA: Roaring Forties Press, hlm. 20




    (tatap di Penelusuran Buku Google)
  27. ^


    a




    b



    United States of America,
    Congressional Record: Proceedings and Debates of the 108th Congress, First Session, vol. 149—part 4, February 25, 2003 to March 10, 2003 (Washington, D.C.: U.S. Government Printing Office), hlm. 4382–4384 (lihat di Penelusuran Buku Google)

  28. ^


    D. Leopold (2000), “Al Hirschfeld: Beyond Broadway. Exhibition of Work by Famed Graphic Artist Opens”,
    Library of Congress Information Bulletin
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris), Library of Congress,
    59
    (12), diakses terlepas
    19 Juli
    2011






  29. ^


    Leopold, D. (18 Juni 2005), “What’s my line?”,
    The Guardian
    (dalam bahasa Inggris), diakses terlepas
    19 Juli
    2011






  30. ^


    Stanchfield, W. (2009), Hahn, D., ed.,
    Drawn to Life: 20 Golden Years of Disney Temperatur Classes
    (privat bahasa Inggris), Burlington, MA: Focal Press, hlm. 119




    (lihat di Penelusuran Buku Google)

  31. ^


    Leopold, D. (2004), “Al Hirschfeld”, dalam Art Directors Club,
    Art Directors Annual
    (dalam bahasa Inggris),
    83, Mies: RotoVision, hlm. 454–455




    (tatap di Penelusuran Anak kunci Google)

  32. ^


    Heller, S. (1996), “Drawn and Quartered”,
    Mother Jones
    (n domestik bahasa Inggris), diakses sungkap
    12 Juli
    2012






  33. ^


    Kimmelman, M. (30 Desember 2009), “Starting With Lines, but Ending With Truth”,
    The New York Times
    (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal
    12 Juli
    2012





  34. ^


    a




    b




    Weber, B. (29 Desember 2009), “David Levine, Biting Caricaturist, Dies at 83”,
    The New York Times
    (privat bahasa Inggris), diakses tanggal
    13 Juli
    2012





  35. ^


    a




    b




    Margolick, D. (2008), “Levine in Winter”,
    Vanity Fair
    (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal
    12 Juli
    2012






  36. ^


    Gable, B. (2008), “A Steady Eye”,
    Literary Review of Canada
    (dalam bahasa Inggris), diakses rontok
    13 Juli
    2012






  37. ^


    Collins, Cakrawala. (ed.), “Caricature Art”,
    Art Encyclopedia
    (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal
    16 Juli
    2012






  38. ^


    Brillenburg, K. (2011), “Spitting Image and Pre-Televisual Political Sindiran: Graphics and Puppets to Screens”,
    Image [&] Narrative
    (dalam bahasa Inggris): 113–136, diarsipkan bersumber versi asli copot 2011-11-24, diakses tanggal
    2012-07-16






  39. ^


    Liang, L.; Chen, H.; Xu, Y.-Q.; Shum, H.-Y. (2002), “Example-based caricature generation with exaggeration”,
    10th Pacific Conference on Computer Graphics and Applications
    (dalam bahasa Inggris), hlm. 386–393, doi:10.1109/PCCGA.2002.1167882




  40. ^


    a




    b




    c




    Sadimon, S.B.; Sunar, M.S.; Mohamad, D.; Haron, H., “Computer Generated Caricature: A Survey”,
    2010 International Conference on Cyberworlds
    (dalam bahasa Inggris), hlm. 383–390, doi:10.1109/CW.2010.33




  41. ^


    a




    b




    c




    Brennan, S.E. (1985), “Caricature Generator: The Dynamic Exaggeration of Faces by Computer”,
    Leonardo
    (privat bahasa Inggris),
    18
    (3): 170–178




  42. ^


    a




    b




    Austen, B. (15 Juli 2011), “What Caricatures Can Teach Us About Facial Recognition”,
    Wired
    (dalam bahasa Inggris), diakses copot
    4 Juli
    2012






  43. ^


    Shet, R.N.; Lai, K.H.; Edirisinghe, E.A.; Chung, P.W.H. (2005), “Use of neural networks in automatic caricature generation: an approach based on drawing style capture”,
    Lecture Notes in Computer Science
    (dalam bahasa Inggris),
    3523: 121–137, doi:10.1007/11492542_43





  44. ^


    Lee, K.; Byatt, G.; Rhodes, G. (2000), “Caricature effects, distinctiveness, and identification: Testing the face-space framework”,
    Psychological Science
    (dalam bahasa Inggris),
    11: 379–385, doi:10.1111/1467-9280.00274





  45. ^


    Rodríguez, J.; Bortfeld, H.; Rudomín, I.; Hernández, B.; Gutiérrez-Osuna, R. (2009), “The Reverse-caricature Effect Revisited: Familiarization with Frontal Facial Caricatures Improves Veridical Face Recognition”,
    Applied Cognitive Psychology
    (dalam bahasa Inggris),
    23: 733–742, doi:10.1002/acp.1539





  46. ^


    Mauro, R.; Kubovy, M. (1992), “Caricature and face recognition”,
    Memory & Cognition
    (dalam bahasa Inggris),
    20: 433–440, doi:10.3758/BF03210927





  47. ^


    Frowd, C.D.; Bruce, V.; Ross, D.; McIntyre, A.; Hancock, P.J.B. (2007), “An application of caricature: how to improve the recognition of facial composites”,
    Okuler Cognition
    (dalam bahasa Inggris),
    15: 954–984, doi:10.1080/13506280601058951





  48. ^


    Zhang, Y.; McCullough, C.; Sullins, J.R.; Ross, C.R. (2010), “Hand-drawn Face Sketch Recognition by Humans and A PCA-based Algorithm for Forensic Applications”,
    IEEE Transactions on Systems, Man, and Cybernetics, Part A: Systems and Humans
    (internal bahasa Inggris),
    40: 475–485, doi:10.1109/TSMCA.2010.2041654




Pranala luar

  • (Inggris)
    International Society of Caricature Artists (ISCA), situs web stereotip Kontak Seniman Satire Antarbangsa.
  • (Inggris)
    Wittygraphy, jejaring sosial nan didedikasikan untuk seni parodi.
  • (Inggris)
    Celebrity Caricature in America, pameran karikatur pesohor di National Portrait Gallery, Amerika Kawan.
  • (Inggris)
    Al Hirschfeld…The Line King, video Al Hirschfeld menggambar parodi Paul Newman.
Baca Juga :   Berikut Beberapa Fungsi Dari Gambar Teknik Kecuali



Bedakan Antara Corak Karikatur Dan Corak Kartun Pada Gambar Ilustrasi

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Karikatur