Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 1 20

By | August 8, 2022

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh –
Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 1-20,
Di kesempatan kali ini saya akan mengomongkan tentang
Tajwid Tindasan Al Baqarahsreg ayat 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20.

Surah Al-Baqarah (Arab: سورة البقرة‎, bahasa Indonesia: “Sapi Lebah ratulebah”)adalah surah ke-2 internal Al-Qur’an. Surah ini terdiri terbit 286 ayat, 6.221 pembukaan, dan 25.500 fonem dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di intern surah ini terwalak cerita penyembelihan sapi betina nan diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat mula-mula di surah berisi tiga aksara arab yakni Alif, Lam, dan Mim.

Setelah mengetahui ayat, bacaan latin, keistimewaan dan tafsirnya berikut yakni pembahasa Syariat BacaanSyariat Tajwid Tindasan Al Baqarah Ayat 1-20
. Perhatikan ayat berikut ini yang sudah diberikan stempel khusus supaya mudah mengetahui Hukum BacaanHukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 1-20 Lengkap :

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ → idhar qomariyah karena ada alif lam (lam ta’rif) diikuti salah suatu huruf qomariyah dalam hal ini adalah huruf kaf, dan mad thobi’i karena ada fathah diikuti alif

هُدًى لِلْمُتَّقِينَ → idghom bila ghunnah karena cak semau tanwin berlawan pelecok satu huruf idghom bila ghunnah dalam kejadian ini huruf lam, dan mad arid pigura sukun karena sebelum waqof suka-suka mad thobi’i

الَّذِينَ → idghom syamsyiyah karena terserah alif lam diikuti lam, dan mad thobi’i karena ada kasro diikuti ya’ sukun

بِالْغَيْبِ → idhar qomariyah karena suka-suka alif lam (lam ta’rif) diikuti salah satu huruf qomariyah privat keadaan ini adalah huruf ‘ain

وَيُقِيمُونَ → mad thobi’i karena terserah kasro diikuti ya’ sukun dan mad thobi’i karena ada dhommah diikuti wawu sukun

الصَّلَاةَ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam diikuti salah satu huruf syamsyiyah, kerumahtanggaan keadaan ini yaitu leter shod, dan mad thobi’i karena terserah fathah diikuti alif

رَزَقْنَاهُمْ → qolqolah sughro karena ada pelecok satu abjad qolqolah yaitu lambang bunyi qof bertanda baca sukun , dan mad thobi’i karena ada fathah diikuti alif

هُمْ يُنْفِقُونَ → idhar syafawi karena terserah mim tenang bertemu huruf ya’ dan mad arid birai sukun karena sebelum waqof ada mad thobi’i

وَالَّذِينَ → idghom syamsyiyah karena ada alif lam diikuti lam, dan mad thobi’i karena ada kasro diikuti ya’ sukun

مِنْ قَبْلِكَ → ihfa’ haqiqi karena terserah nun mati berlawan qof , dan qolqolah sughro karena ada ba’ berharokat sukun

هُمْ يُوقِنُونَ → idhar syafawi karena cak semau mim antap bertemu ya’ dan mad arid lis sukun karena sebelum waqof ada mad thobi’i

هُمُ الْمُفْلِحُونَ → idhar qomariyah karena ada alif lam berbenturan mim dan mad arid lis sukun karena sebelum waqaf ada mad thobi’i

سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ → idhar halqi karena ada tanwin bertemu ‘ain tdk kerumahtanggaan satu kalimah

عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ → idhar syafawi karena ada mim sepi berlanggar alif, ihfa’ haqiqi karena ada nun ranah bersabung dzal

أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا → idhar syafawi karena ada mim mati bertemu alif, mim mati bertemu ta’, mim mati berlawan lam

لَا يُؤْمِنُونَ → mad thobi’i karena terserah fathah diikuti alif, dan mad arid lissukun karena ada mad thobi’i sebelum waqof

عَذَابٌ عَظِيمٌ → idhar halqi karena cak semau tanwin berlanggar ‘indra penglihatan, dan mad arid birai sukun karena sebelum waqof ada mad thobi’i

مَنْ يَقُولُ → idghom bighunnah karena terserah nun ranah bertemu ya’ enggak privat 1 kalimah

هُمْ بِمُؤْمِنِينَ → ihfa’ syafawi karena ada mim ranah diikuti ba’ dan mad arid lissukun

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ → ihfa’ (nun mati berlanggar fa’), idhar syaafawi (mim mati bertemu wawu) mad arid lissukun

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

idghom mimi (mim ranah bertemu mim), ihfa’ haqiqi (tanwin antuk fa’), tafhim (lam jalalain didahului dhommah), idhar syafawi (mim mati bertemu ‘ain), idhar halqi (tanwin bertemu ‘ain), iqlab (tanwin bersabung ba’), mad arid birai sukun

Di bawah ini penjelasan rinci berasal nomor-nomor plong Akta Al-Baqarah ayat 11 – 13 di atas adalah :

1. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertumbuk alif dan setelahnya tidak antuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya tingkatan 2 harakat.2. Mad ikhlas alias mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah berlaga ya’ sukun dan setelahnya tidak berbenturan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mandu membacanya panjang 2 harakat.

3. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf lam. Kaidah membacanya dengan jelas.

4. Mad tulen maupun mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya enggak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya panjang 2 harakat.

5. Mad tulen atau mad thabi’i karena aksara dal berharakat dhamah bersabung wau sukun dan setelahnya enggak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya tinggi 2 harakat.

6. Alif lam qamariyah karena leter alif lam bertemu huruf hamzah. Dibaca secara jelas.

7. Mad suci atau mad thabi’i karena abjad qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya bukan bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya pangkat 2 harakat.

8. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bersabung hamzah di lain kata. Dibaca strata 2/ 4 atau 5 harakat.

9. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan pendirian membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

10. Mad suci atau mad thabi’i karena abc mim berharakat fathah beradu alif dan setelahnya tidak bertarung hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

11. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

12. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di bukan prolog. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.

13. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan mandu membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

14. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan abc ha. Cara membacanya dengan jelas.

15. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam berbenturan lambang bunyi mim. Dibaca secara jelas.

16. Mad asli alias mad thabi’i karena huruf dal berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tataran 2 harakat.

17. Mad sejati atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertarung alif dan setelahnya tidak bersabung hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya hierarki 2 harakat.

18. Idgham bilaghunnah karena aksara nun sukun bertemu huruf lam bertanda tasydid. Dibaca bertabur tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.

19. Mad kudus ataupun mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya bukan bertumbuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

20. Mad arid lissukun karena fonem mad runtuh sebelum huruf yang diwaqaf. Pendirian membacanya dengan dipanjangkan 2 sebatas 6 harakat.

Baca Juga :   Contoh Soal Ekonomi Kelas 10 Semester 2

21. Mad asli alias mad thabi’i karena lambang bunyi dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya lain berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

22. Mad safi maupun mad thabi’i karena huruf qaf berharakat kasrah berlaga ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya pangkat 2 harakat.

23. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf hamzah. Pendirian membacanya dengan jelas.

24. Mad badal karena huruf mad bertemu hamzah n domestik suatu pengenalan akan namun posisi hamzah makin tinggal terbit fonem mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.

25. Mad asli atau mad thabi’i karena fonem nun berharakat dhamah antuk wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

26. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca tahapan 2/ 4 atau 5 harakat.

27. Mad badal karena huruf mad beradu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu berpokok huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.

28. Alif lam syamsiyah karena abjad alif lam bertemu huruf syamsiyah nun. Dibaca idgham (masuk ke huruf nun ).

29. Ada dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad suci atau mad thabi’i karena aksara nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya lain bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Pendirian membacanya jenjang 2 harakat.

30. Mad steril atau mad thabi’i karena abc  qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak antuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

31. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad berlanggar hamzah di lain kata. Dibaca strata 2/ 4 atau 5 harakat.

32. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain perkenalan awal. Dibaca tangga 2/ 4 atau 5 harakat.

33. Mad perwakilan karena huruf mad beradu hamzah intern satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya panjang 2 harakat.

34. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bersabung huruf syamsiyah sin. Dibaca idgham (masuk ke huruf sin ).

35. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad berlawan hamzah privat suatu kata. Dibaca tangga 4 alias 5 harakat.

36. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad berlawan hamzah di enggak perkenalan awal. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.

37. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

38. Idzhar syafawi karena abjad mim sukun bertemu dengan huruf ha. Cara membacanya dengan jelas.

39. Alif lam syamsiyah karena aksara alif lam berlaga huruf syamsiyah sin. Dibaca idgham (timbrung ke huruf sin ).

40. Mad wajib muttashil alasannya karena abc mad bertumbuk hamzah dalam satu alas kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.

41. Mad asli maupun mad thabi’i karena fonem lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

42. Idgham bilaghunnah karena huruf nun sukun bersabung leter lam bertanda tasydid. Dibaca bertarai minus dengung. Bunyi tanwin hilang.

43. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah berlanggar alif dan setelahnya tak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

44. Mad arid lissukun karena huruf mad ambruk sebelum lambang bunyi yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.


Syariat TAJWID Dokumen AL-BAQARAH AYAT 14 – 15

Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 14-15 Lengkap Dengan Penjelasannya

Di bawah ini penjelasan rinci berusul nomor-nomor pada Kopi Al-Baqarah ayat 14 – 15 di atas adalah :

45. Mad tahir maupun mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertumbuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

46. Alif lam syamsiyah karena lambang bunyi alif lam bertarung fonem syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).

47. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak berlawan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

48. Mad perwakilan karena huruf mad berlanggar hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu bersumber huruf mad. Cara membacanya janjang 2 harakat.

49. Mad bersih ataupun mad thabi’i karena aksara nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

50. Mad tulus atau mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya bukan berlawan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

51. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain pembukaan. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.

52. Mad badal karena abc mad bertemu hamzah dalam suatu kata akan tetapi posisi hamzah lebih adv amat dari aksara mad. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

53. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan prinsip membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

54. Mad ceria alias mad thabi’i karena huruf dzal berharakat fathah bertarung alif dan setelahnya enggak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

55. Mad lin karena lambang bunyi wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.

56. Mad asli atau mad thabi’i karena aksara lam berharakat fathah bertumbuk alif dan setelahnya bukan bertumbuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya hierarki 2 harakat.

57. Mad kudus atau mad thabi’i karena lambang bunyi ya’ berharakat fathah berlanggar alif dan setelahnya tidak antuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tahapan 2 harakat.

58. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf tha berharakat kasrah berlaga ya’ sukun dan setelahnya tidak berlawan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya tahapan 2 harakat.

59. Mad asli ataupun mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah beradu alif dan setelahnya lain berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

60. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad beradu hamzah di lain kata. Dibaca pangkat 2/ 4 atau 5 harakat.

61. Suka-suka dua hukum di sini, mula-mula ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, mad kudrati atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah beradu alif dan setelahnya tak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

62. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun berjumpa dengan huruf hamzah. Cara membacanya dengan jelas.

63. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

64. Mad sejati atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah antuk alif dan setelahnya bukan bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tinggi 2 harakat.

65. Mad arid lissukun karena abjad mad roboh sebelum huruf yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 setakat 6 harakat.

Baca Juga :   Cara Membuat Jurnal Yang Baik Dan Benar

66. Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Pendirian membacanya tebal.

67. Idzhar syafawi karena abc mim sukun bertumbuk dengan huruf wau. Mandu membacanya dengan jelas.

68. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun berdapat huruf fa’. Cara membacanya dengan jelas.

69. Mad kalis atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bertumbuk ya’ sukun dan setelahnya bukan berlanggar hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya strata 2 harakat.

70. Mad tahir alias mad thabi’i karena leter ya’ berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak beradu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tingkatan 2 harakat.

71. Idzhar syafawi karena lambang bunyi mim sukun bertemu dengan huruf ya’. Kaidah membacanya dengan jelas.

72. Mad arid lissukun karena huruf mad runtuh sebelum huruf nan diwaqaf. Mandu membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.


Syariat TAJWID Pertinggal AL-BAQARAH AYAT 16 – 18

Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 16-18 Lengkap Dengan Penjelasannya

Berikut ini penjelasan rinci berpokok nomor-nomor pada Akta Al-Baqarah ayat 16 – 18 di atas adalah :

73. Mad wajib muttashil alasannya karena lambang bunyi mad bertemu hamzah dalam satu perkenalan awal. Dibaca tahapan 4 atau 5 harakat.

74. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam. Dibaca idgham (masuk ke huruf lam ).

75. Mad polos atau mad thabi’i karena huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Pendirian membacanya panjang 2 harakat.

76. Alif lam syamsiyah karena aksara alif lam bertemu huruf syamsiyah dlad. Dibaca idgham (masuk ke huruf dlad ).

77. Mad asli alias mad thabi’i karena leter lam berharakat fathah beradu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

78. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam bertemu aksara ha. Dibaca secara jelas.

79. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf dal berharakat fathah berbenturan alif dan setelahnya tak bertarung hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

80. Mad kudus atau mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya janjang 2 harakat.

81. Idgham mutamatsilain karena abjad ta’ sukun bertemu abjad ta’ berharakat kasrah. Cara membacanya huruf pertama diidghamkan ke huruf kedua.

82. Mad ceria atau mad thabi’i karena abjad jim berharakat fathah bersabung alif dan setelahnya tidak berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

83. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun berpadan abc wau. Kaidah membacanya dengan jelas.

84. Mad jati maupun mad thabi’i karena abc mim berharakat fathah berlaga alif dan setelahnya tak berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Pendirian membacanya panjang 2 harakat.

85. Mad sejati atau mad thabi’i karena aksara kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak berlawan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya janjang 2 harakat.

86. Mad tahir alias mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah beradu wau sukun dan setelahnya lain bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tahapan 2 harakat.

87. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum fonem yang diwaqaf. Kaidah membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

88. Idzhar syafawi karena huruf mim sukun bertemu dengan huruf kaf. Cara membacanya dengan jelas.

89. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bertemu abc syamsiyah lam. Dibaca idgham (timbrung ke abjad lam ).

90. Mad lin karena lambang bunyi wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.

91. Mad zakiah ataupun mad thabi’i karena huruf nun berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

92. Mad ‘iwadh karena ra’ berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Cara membacanya tanwin dihilangkan dan panjangnya 2 harakat.

93. Suka-suka dua hukum di sini, pertama ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat. Kedua, Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di lain kata. Dibaca panjang 2/ 4 maupun 5 harakat.

94. Mad wajib muttashil alasannya karena abc mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 alias 5 harakat.

95. Mad asli alias mad thabi’i karena fonem mim berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Pendirian membacanya tataran 2 harakat.

96. Mad lin karena lambang bunyi wau sukun didahului makanya huruf ha’ berharakat fathah. Dibaca tahapan 2 harakat.

97. Mad shilah qashirah sebab abc ha (kata ubah) bertemu dengan leter selain hamzah. Cara membacanya panjang 2 harakat.

98. Tafkhim karena lafaz Yang mahakuasa didahului oleh leter hijaiyah ba’ berharakat fathah. Cara membacanya lebat.

99. Mad asli atau mad thabi’i karena huruf nun berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bersabung hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya panjang 2 harakat.

100. Idzhar syafawi karena leter mim sukun bertemu dengan huruf wau. Cara membacanya dengan jelas.

101. Idzhar syafawi karena lambang bunyi mim sukun berdapat fonem fa’. Cara membacanya dengan jelas.

102. Mad nirmala atau mad thabi’i karena fonem fa’ berharakat kasrah berlanggar ya’ sukun dan setelahnya tidak berlanggar hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Pendirian membacanya panjang 2 harakat.

103. Idgham bilaghunnah karena abc ta’ berharakat kasrah tanwin bertemu huruf lam tasydid. Dibaca peroi tanpa dengung. Bunyi tanwin hilang.

104. Mad salih atau mad thabi’i karena fonem lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

105. Qalqalah sughra karena abc qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Mandu membacanya dipantulkan secara ringan.

106. Mad arid lissukun karena leter mad drop sebelum huruf yang diwaqaf. Kaidah membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.

107. Iqlab karena abc sin berharakat fathah tanwin bersabung huruf ba. Cara membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan sepanjang 3 harakat.

108. Idzhar syafawi sebab fonem mim berharakat dhamah tanwin bertemu fonem ‘netra. Dibaca jelas tidak berdengung sama sekali.

109. Idzhar syafawi karena lambang bunyi mim sukun bertemu dengan huruf ya’. Cara membacanya dengan jelas.

110. Ikhfa karena huruf ya’ berharakat dhamah tanwin berlawan leter fa’. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Plong perian menyabdakan fonem nun mati, sikap lidah dan bibir dipersiapkan menempati huruf fa’.

111. Idzhar syafawi karena abc mim sukun berlaga dengan aksara lam. Cara membacanya dengan jelas.

112. Mad sejati atau mad thabi’i karena aksara lam berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya panjang 2 harakat.

113. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwaqaf. Kaidah membacanya dengan dipanjangkan 2 setakat 6 harakat.


HUKUM TAJWID Manuskrip AL-BAQARAH AYAT 19

Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 19 Lengkap Dengan Penjelasannya

Di bawah ini penjelasan rinci berusul nomor-nomor lega Surat Al-Baqarah ayat 19 di atas adalah :

114. Mad pita karena lambang bunyi wau sukun didahului oleh huruf hamzah berharakat fathah. Dibaca tangga 2 harakat.

115. Idgham bighunnah karena lambang bunyi ba’ berharakat kasrah tanwin berbenturan huruf mim. Dibaca turut dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.

Baca Juga :   Jenis Modem Yang Ada Sekarang Ini Adalah

116. Alif lam syamsiyah karena leter alif lam bertemu lambang bunyi syamsiyah sin. Dibaca idgham (masuk ke huruf sin ).

117. Mad teristiadat muttashil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.

118. Mad tahir atau mad thabi’i karena huruf fa’ berharakat kasrah bersabung ya’ sukun dan setelahnya tak antuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

119. Mad asli alias mad thabi’i karena huruf mim berharakat fathah bersabung alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

120. Idgham bighunnah karena huruf ta’ berharakat dhamah tanwin bertemu huruf wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan hingga 3 harakat.

121. Idgham bighunnah karena huruf dal berharakat dhamah tanwin berbenturan lambang bunyi wau. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.

122. Qalqalah kubra karena huruf qalqalah qaf diwaqaf. Cara membacanya dipantulkan lebih deras.

123. Qalqalah sughra karena lambang bunyi qalqalah jim berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

124. Mad jati atau mad thabi’i karena abjad lam berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya jenjang 2 harakat.

125. Mad asli atau mad thabi’i karena leter shad berharakat fathah beradu alif dan setelahnya tak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mandu membacanya panjang 2 harakat.

126. Idzhar syafawi karena lambang bunyi mim sukun bertemu dengan abjad fa’. Pendirian membacanya dengan jelas.

127. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di bukan kata. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.

128. Mad agen karena huruf mad berbenturan hamzah kerumahtanggaan satu perkenalan awal akan namun posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad. Cara membacanya strata 2 harakat.

129. Mad tulus ataupun mad thabi’i karena leter dzal berharakat fathah berlaga alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Kaidah membacanya panjang 2 harakat.

130. Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu fonem mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.

131. Alif lam syamsiyah karena huruf alif lam bersabung huruf syamsiyah shad. Dibaca idgham (ikut ke huruf shad ).

132. Mad tulen alias mad thabi’i karena huruf wau berharakat fathah bersabung alif dan setelahnya lain bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mandu membacanya panjang 2 harakat.

133. Alif lam qamariyah karena leter alif lam bertemu abc mim. Dibaca secara jelas.

134. Mad pita karena huruf wau sukun didahului oleh huruf mim berharakat fathah. Dibaca strata 2 harakat.

135. Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah wau berharakat fathah. Pendirian membacanya tebal.

136. Ada dua syariat, Purwa mad ceria atau mad thabi’i karena huruf ha’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya lain berlaga hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat. Kedua, Iqlab karena huruf tha berharakat dhamah tanwin bertarung huruf ba. Mandu membacanya dengan tanwin berubah menjadi mim dan berdengung serta ditahan selama 3 harakat.

137. Mad jati atau mad thabi’i karena leter kaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertumbuk hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

138. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum aksara nan diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.


HUKUM TAJWID Piagam AL-BAQARAH AYAT 20

Hukum Tajwid Surat Al-Baqarah Ayat 20 Lengkap Dengan Penjelasannya

Berikut ini penjelasan rinci mulai sejak nomor-nomor pada Salinan Al-Baqarah ayat 20 di atas adalah :

139. Alif lam qamariyah karena huruf alif lam berlanggar huruf ba’. Dibaca secara jelas.

140. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di perdua kalimat. Kaidah membacanya dipantulkan secara ringan.

141. Mad asli maupun mad thabi’i karena huruf shad berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Mandu membacanya tahapan 2 harakat.

142. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad bertemu hamzah di enggak introduksi. Dibaca tangga 2/ 4 atau 5 harakat.

143. Mad terbiasa muttashil alasannya karena huruf mad bertarung hamzah dalam satu kata. Dibaca panjang 4 atau 5 harakat.

144. Idgham mislain karena huruf mim bersukun bertemu huruf mim. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat.

145. Mad tali tap karena abc wau sukun didahului oleh abc syin berharakat fathah. Dibaca tahapan 2 harakat.

146. Mad kalis atau mad thabi’i karena leter fa’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun dan setelahnya tidak berlawan hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

147. Mad jaiz munfasil alasannya karena huruf mad berlawan hamzah di enggak pembukaan. Dibaca panjang 2/ 4 atau 5 harakat.

148. Mad reben karena abjad ya’ sukun didahului makanya huruf lam berharakat fathah. Dibaca hierarki 2 harakat.

149. Idzhar syafawi karena abc mim sukun bertemu dengan fonem qaf. Prinsip membacanya dengan jelas.

150. Mad ceria maupun mad thabi’i karena huruf qaf berharakat fathah bertemu alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Prinsip membacanya janjang 2 harakat.

151. Mad asli atau mad thabi’i karena fonem mim berharakat dhamah bertemu wau sukun dan setelahnya lain bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya panjang 2 harakat.

152. Mad reben karena huruf wau sukun didahului oleh huruf lam berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.

153. Mad wajib muttashil alasannya karena huruf mad berlaga hamzah dalam satu kata. Dibaca tangga 4 alias 5 harakat.

154. Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah hamzah berharakat fathah. Prinsip membacanya rimbun.

155. Idzhar syafawi karena abc mim sukun antuk dengan aksara ‘ain. Cara membacanya dengan jelas.

156. Qalqalah sughra karena huruf qalqalah ba’ berharakat sukun dan posisinya di tengah kalimat. Cara membacanya dipantulkan secara ringan.

157. Mad kalis atau mad thabi’i karena leter shad berharakat fathah beradu alif dan setelahnya tidak beradu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya tingkatan 2 harakat.

158. Ghunnah sebab nun bertanda tasydid dan cara membacanya dengan dengung serta ditahan 3 harakat.

159. Tafkhim karena lafaz Allah didahului oleh lambang bunyi hijaiyah hamzah berharakat fathah. Cara membacanya tebal.

160. Mad putih maupun mad thabi’i karena huruf lam berharakat fathah bersabung alif dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid. Cara membacanya strata 2 harakat.

161. Mad reben karena abc ya’ sukun didahului maka dari itu huruf syin berharakat fathah. Dibaca panjang 2 harakat.

162. Ikhfa karena huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf qaf. Cara membacanya samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat. Cara artikulasi seperti bunyi “ng”.

163. Mad arid lissukun karena huruf mad jatuh sebelum aksara yang diwaqaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat

Demikianlah Hukum Tajwid sreg surat

Al-Baqarah Ayat 1 Sampai 20,

agar saudara-saudara mendapat hobatan dan hikma selepas membaca postingan ini, salah dan janggal kami mohon ampunan, sekiranya cak semau yang perlu di koreksi terkait Postingan
Hukum Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 1-20
mohon di infokan di kolam komentar terima kasih.

Tajwid Surat Al Baqarah Ayat 1 20

Source: https://mintailmu.com/hukum-tajwid-surat-al-baqarah-ayat-1-20/