Sebutkan Perubahan Struktur Sosial Menurut Harper

By | August 8, 2022


 A. Signifikasi Transisi Sosial


Menurut   Harper   perubahan   sosial   didefinisikan   sebagai  pertukaran (perubahan) yang signifikan mengenai struktur sosial dalam  kurun  perian  tertentu.  Perlintasan  dalam  struktur  ini  mengandung  beberapa  diversifikasi  pertukaran  struktur  sosial,  yaitu  Pertama  peralihan  dalam personal yang berhubungan dengan pergantian-pergantian peran  dalam individu baru intern album kehidupan individu yang berkaitan  dengan keberadaan struktur. Kedua, perubahan dalam cara bagian-bagian struktur sosial berhubungan. Perubahan ini misalnya terjadi  dalam perubahan alur karja birokrasi dalam rencana pemerintahan.  Ketiga, perlintasan n domestik guna struktur berkaitan dengan apa yang dilakukan    masyarakat    dan    bagaimana    masyarakat    tersebut  melakukannya. Keempat, perubahan intern hubungan struktur yang  berlainan. Kelima, kemunculan struktur baru yang ialah hal  munculnya struktur baru kerjakan mengaplus struktur sebelumnya. Ada bilang pendapat para ahli tentang perubahan sosial antara lain :


1.  William F.Ogburn mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial membentangi unsur-atom kebudayaan baik yang material ataupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap zarah-unsur immaterial.







2.      Kingsley Davis mengartikan perlintasan sosial sebagai perlintasan-perubahan yang terjadi kerumahtanggaan struktur dan fungsi mahajana.








3.    MacIver mengatakan perubahan-pertukaran sosial merupakan seumpama perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai transisi terhadap keadilan (equilibrium) hubungan sosial.








Dengan demikian boleh disimpulkan bahwa pengertian perubahan sosial adalah pergantian perubahan yang terjadi lega masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek struktur berpokok suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya peralihan berbunga faktor lingkung an, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem hubungan sosial, atau perubahan pada susuk kemasyarakatannya.


B.  Matra Perubahan Sosial








            Mengenai matra berpangkal pergantian sosial antara lain :








1.      Dimensi Kultural



Perubahan privat dimensi kultural mengacu kepada perubahan kebudayaan dalammasyarakat, seperti adanya kreasi (discovery) dalam berpikir (ilmu pemberitaan), restorasi hasil (invention) teknologi, kontak dengan kultur lain yang menyebabkan terjadinya difusi dan peminjaman kebudayaan. Kesemuaannya itu meningkatkan adanya integrasi atom-unsur baru kedalam kebudayaan. Kerangka- bentuk sosial lainnya, dimana bentuknya tidak berubah dan tetap dalam rang kerjanya.  Peralihan sosialdan perubahan peradaban runyam dipisahkan. Tetepi secara teoritis dapatlah dikatakan bahwa perubahan sosial mengacu kepada perubahan internal struktur sosial dan hubungan sosial, sedangkan pertukaran kultur mengacu kepada perubahan transendental-pola perilaku, termasuk teknologi dan format berasal ilmu, material dan nonmaterial.

Baca Juga :   Bahasa Yang Digunakan Dalam Percakapan Dengan Teman Sebaya Adalah


2.      Format Struktural


  Dimensi struktural  mengacu kepada perubahan-perlintasan internal bentuk structural umum, menyangkut perubahan kerumahtanggaan peranan, munculnya peranan baru, perubahan intern struktural kelas bawah sosial dan perubahan lembaga sosial.  Secara sederhana perubahan struktural dijelaskan umpama berubahnya rang lama diganti dengan rencana-bentuk baru yang secara tidak serentak dapat menimbulkan difusi kebudayaan. Rang umum dan bentuk bau kencur dapat diganti dan dimodivikasi secara terus-menerus.







3.      Dimensi Interaksional



       Perubahan sosial  menurut dimensi interaksional mengacu pada adanya peubahan sempurna hubungan sosial di internal masyarakat. Modifikasi dan transisi intern struktur ketimbang komponen-suku cadang masyarakat bersamaan dengan pergeseran dari peradaban nan mengirimkan perubahan dalam relasi sosial. Keadaan seperti frekuensi, jarak sosial, peralatan, keakuran dan peranan undang-undang, merupakan skema pengaturan bermula format spesifik dari pergantian relasi sosial. Artinya, perubahan sosial dalam banyak situasi dapat dianalisis dari proses interaksi sosial.

Perubahan dalam dimensi struktural dan kultural sebetulnya tak bisa dipisahkan. Artinya, dalam perubahan struktural secara implisit pula boleh dindikasikan adanya pertukaran kultural serampak. Pembedaan antara keduanya semata-mata dalam janjang analisis semata, namun secara empirik runyam dibedakan. Belaka yang jelas, perubahan sosial internal budaya material lebih mudah terjadi dibanding transisi dalam budaya non-material. Kepincangan persilihan antara keduanya inilah yang oleh  William Ogburn disebutnya dengan istilah cultural lag (ketertinggalam kebudayaan).

Sementara itu perubahan privat dimensi interaksional kian menunjuk plong konsekuensi logis berbunga adanya perubahan berpangkal kedua dimensi lainnya. Misalnya interaksi sosial perumpamaan konsekuensi berasal dari perubahan dalam dimensi struktural, pun bisa juga sebagai akibat berbunga perubahan sistem biji dan maupun prinsip sosial. Yang jelas ketiga dimensi di atas ibarat dua sisi semenjak dolar yang sejajar hanya persoalannya dari jenjang (dimensi) mana pergantian dijelaskan.







C.  Faktor Transisi Sosial



1.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial berpangkal kerumahtanggaan



           Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan sosial berbunga intern, antara tidak :








a.       Bertambah alias berkurangnya pemukim



Peningkatan penduduk yang sangat cepat di pulau Jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur publik, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Misalnya orang lantas mengenal hak properti hamba allah atas tanah, sewa petak, gadai kapling, buat hasil dan seterusnya yang sebelumnya tidak dikenal.

Berkurangnya warga kali disebabkan berpindahnya pemukim bersumber desa ke kota atau berasal daerah ke daerah lain (misalnya transmigrasi). Evakuasi penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya kerumahtanggaan bidang pencatuan kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-rancangan kemasyarakatan.





b.      . Penemuan-rakitan baru



Satu proses sosial dan kebudayaan yang raksasa, tetapi yang terjadi dalam jangka masa nan enggak plus lama disebut dengan inovasi atau innovation. Proses tersebut meliputi suatu rakitan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke enggak-lain penggalan masyarakat, dan cara-kaidah unsur kebudayaan baru tadi dituruti, dipelajari dan alhasil dipakai internal umum yang bersangkutan.

 Invensi-kreasi baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. Discovery adalah penemuan anasir kebudayaan yang baru, baik faktual alat, ataupun yang berwujud gagasan yang diciptakan oleh koteng individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery hijau menjadi invention jikalau mahajana sudah mengakui, menyepakati serta menerapkan penemuan hijau itu. Sering mungkin proses dari discovery sampai ke invention membutuhkan suatu rangkaian penciptaan.







c.       Penangkisan ataupun konflik



Perdurhakaan masyarakat bisa jadi lagi menjadi sebab terjadinya perlintasan sosial dan kebudayaan. Perkelahian-sambutan bisa jadi terjadi antara individu-cucu adam dengan keramaian ataupun kelompok dengan kerubungan. Lazimnya umum tradisional di Indonesia bersifat kolektif. Segala kegiatan didasarkan sreg kepentingan awam. Lain jarang timbul pertarungan antara kepentingan khalayak dengan kepentingan kelompoknya.








d.      Terjadinya pemberontakan atau distribusi



Revolusi nan meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya pergantian-perubahan lautan Negara Rusia yang mula-mula mempunyai tulang beragangan kerajaan absolut berubah menjadi tangan besi proletariat yang dilandaskan pada ilmu agama Marxis. Semesta lembaga kemasyarakatan, mulai dari buram negara sampai keluarga batih, mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.








1.      Faktor yang Mempengaruhi Peralihan Berbunga Luar








Diantara faktor tersebut antara tidak :








a.       Lingkungan jasad








Sebab-sebab yang pecah dari lingkungan umbul-umbul jasmani nan terserah di sekitar individu. Terjadinya gempa marcapada, topan, banjir dan lain-tak siapa menyebabkan publik-masyarakat yang mendiami negeri-daerah tersebut terpaksa meninggalkan kancah tinggalnya.








b.      Persangkalan








       Pemberontakan pelahap berbuntut puas tingginya biji kematian, rusaknya berbagai ki alat dan infrastruktur kebutuhan sukma sehari, hari, terjadinya kesimpangsiuran ekonomi dan sosial, serta tergoncangnya mental penduduk sehingga merasa frustrasi dan tak bertenaga.








c.             Pengaruh kebudayaan tak








Adanya interaksi antara dua budaya yang berbeda akan menghasilkan peralihan. Rangkaian yang dilakukan secara badan antara dua masyarakat mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal balik. Artinya, masing-masing umum mempengaruhi umum lainnya, tetapi juga memufakati supremsi mulai sejak mahajana yang lain itu.








D. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial








1.      Faktor Pendorong, antara enggak:








a.       Kontak dengan peradaban lain








b.      Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan cak bagi modern








c.       Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation), nan lain                                   yakni delik








d.      Sistem pelapisan sosial yang terbuka. Sistem ternganga memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas atau berarti menjatah kesempatan kepada para turunan lakukan maju atas radiks kemampuan sendiri








e.       Penduduk yang berbagai rupa








f.       Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu








g.      Orientasi ke futur








h.      bahwa khalayak harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya.

Baca Juga :   Tulisan Arab Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Png


2.   Faktor Penghambat, antara lain :








a.       Kurangnya perpautan dengan masyarakat lain








b.      Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat








c.        Sikap awam yang silam tradisional








d.      Adanya kepentingan-kepentingan yang telah ki terpaku dengan kuat atau vested interest








e.       Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan








f.       Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap nan terkatup








g.      Rintangan-hambatan yang bersifat ideologis








h.      Adat atau resan


i.        Angka bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak boleh jadi dapat diperbaiki

KAJIAN SOSIAL

Kajian SOSIAL
Assalamualaikum Wr. Wb Abd Rahman Asril, sudah ngeblog dari tahun 2015, dan ketika ini mengajar di MTs. Area 1 Pohuwato, Gorontalo

Sebutkan Perubahan Struktur Sosial Menurut Harper

Source: https://kjnsosial.blogspot.com/2015/08/dimensi-dan-faktor-faktor-perubahan.html