Home  »  Informasi   »   Mengamalkan Ajaran Kitab Kitab Sebelum Al Quran Tidak Diperbolehkan Karena

Mengamalkan Ajaran Kitab Kitab Sebelum Al Quran Tidak Diperbolehkan Karena

By | August 8, 2022

Mengamalkan Ajaran Kitab Kitab Sebelum Al Quran Tidak Diperbolehkan Karena.

Home Kecenderungan Hidup Gaya Lainnya

Senin, 08 Mar 2021 12:26 WIB

Salah suatu nan bukan kalah signifikan dalam menjadi umat Orang islam adalah memahami hikmah beriman kepada Kitab-kitab Allah, khususnya Al-Quran. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia

Keyakinan terletak dalam hati dan diamalkan dengan kelakuan. Religiositas akan menunda seseorang melakukan sesuatu nan sesuai dengan wahi dan permohonan agama.

Iman kepada kitab-kitab Tuhan SWT juga tercermin dalam perilaku seorang Mukmin. Berikut beberapa perilaku dan hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT:

Iman pada kitab-kitab Halikuljabbar SWT bisa meningkatkan kualitas nasib pribadi. Maslahat ini termaktub privat ayat Quran berikut ini:

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan mereka yang beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum kamu serta mereka optimistis akan adanya akhirat. Merekalah yang berbahagia petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang asian.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 4-5).

Selain mendaras, pahami juga hikmah beriman kepada Kitab-kitab Yang mahakuasa (Foto: CNN Indonesia/ Lotek)

Ayat di atas menjelaskan bahwa cucu adam-insan yang berkepastian kepada Alquran dan menjadikannya pedoman vitalitas adalah orang-individu yang mendapat petunjuk bersumber Yang mahakuasa.

Alquran berisi perintah beribadah dan menyembah Allah seharusnya manusia tak terlalai dengan hidup dunia.

Alquran lagi mengajarkan manusia berbuat baik dan tolong-menolong kepada sesama. Selain itu, Alquran pun melarang hal-situasi yang dapat mudarat cucu adam.

Kitab Allah mengajarkan manusia hendaknya memperoleh kepelesiran di marcapada dan akhirat.

Alquran mengajarkan pendirian berpose terhadap sesama n domestik bineka peristiwa. Allah tidak membedakan manusia berdasarkan status sosial ataupun jabatan.

Dengan persamaan tersebut kehidupan masyarakat akan tenang. Masyarakat yang mengamalkan ajaran Quran akan menjadi umum yang baik.

3. Mengait Kesatuan hati

Alquran mengajarkan umat Islam adapun persatuan dan aman dalam bernegara. Rasulullah SAW telah mencontohkan saat membangun negara Madinah.

Ia menerapkan kemerdekaan beragama, ketabahan antar-umat beragama, serta arwah mempertahankan tandingan serangan negara lain yang berniat memecah persatuan.

4. Meningkatkan Keimanan kepada Allah SWT

Alquran berisi perintah, larangan, dan imbauan internal beribadah. Seseorang yang mengamalkan Alquran akan meningkatkan keimanan kepada Sang pencipta SWT.

Baca Juga :   Memasak Bahan Makanan Dengan Udara Yang Dipanaskan

Selain itu, seseorang yang berbuat Alquran berguna melaksanakan perintah, menjauhi larangan, serta mengamalkan imbauan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Hikmah percaya kepada kitab-kitab Yang mahakuasa adalah meningkatan iman kepada Sang Kreator (Foto: Adhi Wicaksono)

Beriman kepada Kitab-Kitab sebelum Alquran

Bilang perilaku nan dapat dilakukan ibarat wujud keimanan kepada kitab nan diturunkan sebelum Alquran, ialah kitab Taurat, Zabur, dan Injil perumpamaan berikut:

  1. Meyakini bahwa kitab Taurat diterima oleh Nabi Musa a.s. bagi menjadi peringatan serta pedoman baginya dan Bani Israel.
  2. Memercayai bahwa kitab Zabur diterima oleh Utusan tuhan Daud a.s. untuk menjadi peringatan serta pedoman baginya dan kaumnya.
  3. Meyakini bahwa kitab Alkitab diterima maka itu Nabi Isa a.s. buat menjadi peringatan serta pedoman baginya dan Anak lelaki Israel.
  4. Meyakini bahwa Yang mahakuasa SWT mengedrop kitab Taurat, Zabur, serta Injil bagi menjadi peringatan hanya bakal kaum pada masanya.
  5. Meyakini bahwa kitab Taurat, Zabur, serta Bibel merupakan wahyu Allah SWT dan bukan goresan nabi dan utusan tuhan.
  6. Meyakini bahwa hanya Yang mahakuasa SWT yang Maha Mengetahui segala sesuatu tentang kitab Taurat, Zabur, dan Injil.

Berkepastian kepada Quran

Alquran adalah kitab yang terasuh keasliannya dan enggak akan berubah sampai akhir zaman.

Alquran berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang hanya berfungsi sebagai peringatan bagi kaum tertentu, pedoman bagi semua umat manusia sampai akhir zaman.

Hikmah percaya kepada kitab-kitab Allah, tercatat Al-Quran (Foto: ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Quran telah menetapi ramalan yang terdapat pada kitab-kitab sebelumnya. Ramalan nan terletak privat kitab-kitab tersebut enggak lagi berlaku setelah Alquran diwahyukan.

Oleh karena itu, kita enggak perlu menjalankan ajaran yang terdapat puas kitab Taurat, Zabur, dan Injil.

Syariat yang berlaku untuk umat sebelum Nabi Muhammad SAW lagi enggak berlaku cak bagi umat momen ini, kecuali lakukan syariat-syariat tertentu yang mutakadim ditetapkan maka dari itu Alquran dan sunah Rasulullah SAW, misalnya syariat Nabi Ibrahim AS.

Hal ini tidak bermanfaat syariat para utusan tuhan dan rasul utama tidak baik, cuma Alquran telah menyempurnakan syariat sebelumnya. Dengan demikian, kita tak perlu menjalankan hukum terdahulu.

Kita cuma diberi kewajiban bakal mengamalkan ajaran yang terletak privat Quran. Perilaku penerapan iman kepada Quran dapat dilakukan dengan beberapa pendirian di atas.

Baca Juga :   Sebutkan Hal Yang Harus Terkandung Dalam Teks Eksposisi

(din/fjr)

Saksikan Video di Bawah Ini:

TOPIK TERKAIT

Selengkapnya

Penghasil: Ummu ‘Ummar dan Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi

Beriman kepada kitab-kitab Tuhan adalah tertulis salah satu rukun iman, sebagai halnya firman Sang pencipta azza wa jalla yang artinya: “Duhai orang-makhluk yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Yang mahakuasa turunkan kepada Nabi-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa nan kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu sudah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisaa’: 136)



Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Sang pencipta ta’ala memerintahkan agar kita beriman kepada-Nya, kepada Rasul-Nya shallallahu’alaihiwasallam, kepada kitab-Nya yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya yakni Al-Qur’an dan pula memerintahkan mudahmudahan kita mengimani kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Qur’an. Dalam hadits dari Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Mudahmudahan dia beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasu-lNya, perian Penghabisan dan kiranya engkau berkeyakinan kepada qadar (sekiranya), yang baik atau yang buruk.” (HR. Muslim)

Saudariku, mesti kita ketahui bersama bahwa religiositas kepada kitab-kitab Allah terkandung di dalamnya empat zarah, yakni:

Pertama, merupakan percaya bahwa kitab-kitab itu benar-bersusila diturunkan berpokok arah Allah ta’ala.

Kedua, beriman kepada apa yang sudah Allah namakan mulai sejak kitab-kitabNya dan memercayai secara menyeluruh kitab-kitab yang kita tidak ketahui namanya. Halikuljabbar ta’ala bertutur yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan perbandingan supaya anak adam bisa melaksanakan keadilan.” Ayat ini menunjukkan bahwa terwalak kitab bagi setiap Utusan tuhan, akan saja kita tidak mengetahui seluruh namanya. Adapun kitab-kitab yang kita ketahui namanya adalah Al-Qur’an Al-Karim nan diturunkan kepada Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam, Injil nan diturunkan kepada Rasul Isa ‘alaihissalaam, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Dawud ‘alaihissalaam, Suhuf Ibrohim, dan Taurat (Ada sebagian cerdik pandai yang menyatakan kitab yang diturunkan kerjakan nabi Musa ‘alaihissalaam yakni Taurat, ada pula nan menyatakan bahwa bagi nabi Musa ‘alaihissalaam terdapat kitab lainnya yaitu Suhuf Musa).

Ketiga, yaitu membenarkan berita-berita yang benar mulai sejak kitab-kitab tersebut sebagaimana pembenaran kita terhadap berita-berita Al-Qur’an dan juga berita-berita lainnya nan tidak diganti ataupun dirubah, berpangkal kitab-kitab utama (sebelum Al-Qur’an).

Keempat, adalah mengamalkan hukum-hukum yang tidak dihapus (nasakh) serta dengan rela dan beri menerimanya, baik kita ketahui hikmahnya atau tidak. Ketahuilah saudariku, bahwa seluruh kitab yang ada telah terhapus (mansukh) dengan turunnya Al-Qur’an. Tuhan ta’ala berucap nan artinya, “Dan Kami telah turunkan kepadamu Alquran dengan mengangkut kebenaran, membenarkan apa nan sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan sebagai muhaimin terhadap kitab-kitab nan lain itu.” (QS. Al-Maa’idah 5:48). Artinya, Al-Qur’an sebagai ‘hakim’ atas kitab-kitab yang ada sebelumnya. Maka tidaklah diperbolehkan kerjakan melakukan hukum apapun berbunga hukum-syariat terdahulu, kecuali nan sah dan diakui oleh Al-Qur’an.

Baca Juga :   Nonton Film Little Mom Episode 1

Buah Keyakinan Kepada Kitab-Kitab Yang mahakuasa

Setelah memahami bagaimana mengimani kitab-kitab Almalik secara benar, maka tentunya keagamaan tersebut akan berdampak untuk diri seorang muslim. Diantara buah keagamaan tersebut adalah:

  1. Mengetahui pertolongan Allah ta’ala lega hamba-hamba-Nya dimana Allah menaruh kepada setiap kabilah kitab nan membagi wangsit pada mereka.
  2. Mencerna dengan hikmah-Nya, Almalik ta’ala mensyari’atka kepada setiap kaum sesuai dengan keadaan mereka. Seperti mana internal firman-Nya, “Buat tiap-tiap umat diantara engkau, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (QS. Al-Maa’idah 5:48)

Moga kini engkau memahamibagaimana beriman kepada kitab-kitab Allah ta’ala secara etis. Kitab-kitab nan seluruhnya merupakan kalamullah yang disampaikan oleh malaikat Roh kudus kepada setiap Rasul. Tunduk dan berserah diri dengan apa yang suka-suka pada kitab terakhir yang diturunkan merupakan Al-Qur’an dengan minus menafikan validitas yang ada plong kitab-kitab sebelumnya. Mengamalkan seluruh hukumnya tanpa memilih sebagian ayat dan mendorong ayat lainnya nan ini yakni tindakan kekufuran – na’udzubillahi min dzalik-. Semoga Yang mahakuasa memudahkan kita dalam menjalankan syari’at ini. Hanya Yang mahakuasa-lah wadah bersandar dan memohon pertolongan.

Maroji’:

  1. Pelajaran Tauhid bagi Tingkat Lanjutan. Dr. Abdul Aziz kedelai Muhammad Alu Abdul Lathif. Darul Haq.
  2. Khotbah Tsalaatsatul Ushuul – terjemahan -, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin/. Al Qowam.
  3. Syarah Al ‘Aqidah Al Wasithiyah li Jam’il ‘Ulama. Dar Ibnul Jauzi.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Sahabat muslimah, ayo berdakwah bersama kami. Untuk informasi seterusnya silakan

klik disini.


Jazakallahu khairan

🔍 Pengetahuan Islam Tentang Wanita, Namimah Artinya, Hukum Air Kencing Bayi, Lama Tahun Nifas, Hadits Puasa Di Bulan Rajab, Batas Waktu Menukar Puasa Ramadhan, Hadist Tentang Petaka, Sifat Rasam Hantu penunggu, Cara Pelukan Setimpal Inai, Dalil Tentang Guru

Mengamalkan Ajaran Kitab Kitab Sebelum Al Quran Tidak Diperbolehkan Karena

Source: https://lovelyristin.com/mengamalkan-ajaran-kitab-kitab-sebelum-al-quran-tidak-diperbolehkan-karena-brainly