Surah Al an Am Ayat 103

By | August 8, 2022

Surah Al an Am Ayat 103.

Daftar Isi > Al-An’am > Al-An’am 103

Piagam Al-An’am Ayat 103




لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

Arab-Latin:
Lā tudrikuhul-abṣāru wa huwa yudrikul-abṣār, wa huwal-laṭīful-khabīr

Artinya:
Dia tidak bisa dicapai oleh penglihatan mata, semenjana Anda dapat mengaram segala nan terlihat; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

« Al-An’am 102 ✵ Al-An’am 104 »

Cuma-cuma!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Perkembangan Rezeki Berlimpah, klik di sini bikin detailnya

Tafsir Salinan Al-An’am Ayat 103 (Terjemah Arti)

Paragraf di atas merupakan Surat Al-An’am Ayat 103 dengan text arab, latin dan artinya. Cawis beberapa penjabaran dari berbagai cerdik pandai berkaitan makna pertinggal Al-An’am ayat 103, antara lain seperti mana tersurat:



Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Kamu enggak dapat mengintai Allah maka dari itu rukyat mata di dunia(ini). Adapun di alam baka, sesungguhnya kabilah mukminin akan dapat melihat yang mahakuasa mereka tanpa ada dinding penghalang, sedang Dia dapat melihat semua rukyat dan meliputinya, serta mengetahuinya sesuai dengan apa adanya. Dan Dia maha lembut terhadap para kekasihNya, sekali lagi maha teliti yang Maha mengetahui perkara-perkara yang samar dan detail.




Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)

103. Dia tidak boleh diliputi (diketahui secara menyeluruh) maka itu penglihatan mata, sedangkan Dia -Subḥānahu- dapat merajut dan menutupi penglihatan mata. Dan Kamu Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya yang saleh lagi Maha Mengetahui perihal mereka.




Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah

103. Yang mahakuasa tak menyerupai sesuatupun yang suka-suka di bendera semesta, sehingga penglihatan di dunia enggak bisa meliputi-Nya, karena Dia tak dapat diliputi waktu dan wadah. Adapun di akhirat orang-insan beriman akan melihat Yang mahakuasa mereka seperti dalam firman Allah:

وجوه يومئذ ناضرة. إلى ربها ناظرة

“wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu gemerlap-sorot, kepada Tuhannyalah mereka melihat”

Tuhan Maha lembut kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Memafhumi amal perbuatan mereka.


GRATIS!
Dapatkan pahala jariyah dan pokok Jalan Rezeki Gemuk, klik di sini untuk detailnya

Baca Juga :   Pertidaksamaan Linear Dua Variabel Kelas 10



Zubdatut Kata keterangan Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris kata tambahan Universitas Selam Madinah

103. لَّا تُدْرِكُهُ الْأَبْصٰرُ (Engkau tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata)
Yaitu Dia tidak dilihat seorangpun di bumi ini, enggak dapat dicapai hakikat diri-Nya dengan penglihatan. Dan Anda bisa dilihat oleh khalayak-orang beriman di alam baka namun tidak dapat meliputi seluruh Dzat-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وجوه يومئذ ناضرة إلى ربها ناظرة
“Wajah-tampang (basyar-cucu adam muslim) puas hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat”.
Dan kebolehjadian rukyah orang mukminat kepada Allah di akhirat telah teragendakan dalam hadist-hadist yang diriwayatkan secara mutawattir sehingga tidak terserah keraguan dan syubhat dalam kebenarannya.

وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصٰرَ ۖ( menengah Sira dapat mematamatai segala yang kelihatan)
Yaitu meliputinya dan sampai ke hakikatnya. Tak ada yang tersembunyi bikin-Nya keadaan nan tersembunyi.

وَهُوَ اللَّطِيفُ (dan Dialah Yang Maha Halus)
Yakni litak renik terhadap hamba-hamba-Nya.
Pendapat tidak mengatakan makna (اللطيف) yakni mengerti segala rahasia dengan mudah.

الْخَبِيرُ (lagi Maha Mengetahui)
Yakni nan meliputi apa sesuatu dengan mengetahui segala yang lahir dan nan batin.




Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

103. Dia (Allah) bukan bisa dilihat dengan rukyah di mayapada, bukan pula mereka boleh mengawasinya di alam baka. Dan turunan-khalayak orang islam itu makmur melihatNya karena firmanNya: {Wujuuhun yaumaidzin naadhirah, Ilaa rabbihaa nazhirah} [Surah Al-Qiyamah, 75/22-23] dan (riwayat) penglihatan itu dikuatkan dengan hadits-hadits mutawatir. Cuma Allahlah yang bernas mengawasi dengan penglihatanNya. Dialah Dzat yang mengawasi hamba-hambaNya dan Maha Memberitahu tentang perkara-perkaraa ciptaanNya




Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor adverbia Univ Islam Madinah

Dia tak boleh dijangkau oleh rukyah mata} Kamu tidak bisa dijangkau oleh penglihatan {sedangkan Dia dapat menjangkau barang apa rukyat itu} Dia menjangkau dan meliputi pengelihatan dengan ilmuNya {Dialah Yang Maha Lembut sekali lagi Maha Mengetahui


GRATIS!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Jalan Rezeki Berlimpah, klik di sini lakukan detailnya



Kata keterangan as-Sa’di / Syaikh Abdurrahman polong Nashir as-Sa’di, pandai kata tambahan abad 14 H

Baca Juga :   Cara Melihat History Download Di Play Store

103. “Anda tidak dapat di gapai oleh rukyat mata,” karena kebesaran, izzah dan kesempurnaanNya, maksudnya, mata penglihatan tak boleh mengetahuiNya bersumber barang apa segi meskipun mata boleh melihatNya, dan berbunga-bunga melihat kepada wajahNya nan mulia. Penafian terhadap pengetahua tidak berarti manafikan rukyat, justru ia menetapkanNya dengan cara pemahaman (mafhum), karena momen ayat tersebut manfikan “amanat” (idrak) yang mana ia ialah sifat pandangan (Ru’yah) yang paling distingtif, maka hal itu menunjukan bahwa pandangan adalah loyal (tsabit) dan tidak dinafikan.
Seandanyai ayat ini hendak menafikan rukyah niscaya sira akan mengatakan, “Tak dilihat oleh mata,” atau ucapan lain yang sepersaudaraan. Dari sini di ketahui bahwa ayat ini tidak terletak dalil nan kondusif pendapat para pengingkar resan Allah nan meniadakan probabilitas mengawasi Sang pencipta di Darul baka. Justru ayat ini mengandung bantahan terhadap pendapat tersebut.
“Madya Dia dapat mematamatai rukyat itu.” Maksudnya, Beliau-lah yang ilmuNya menutupi lahir dan batin. pendengaranNya meliputi seluruh celaan yang samar dan nan jelas, dan penglihatanNya meliputi barang apa yang tampak, baik mungil alias yang besar.
Oleh karenya, Sira befirman, “Dan Dia-lah Nan Mahaluas dan Maha Memaklumi.” Maksudnya,ilmu dan pengetahuannya irit dan teliti sehingga Dia mengetahui sesuatu nan rahasia, nan ambigu, yang gadungan dan yang tersimpan. Dan diantara kelembutan Allah adalah bahwa kamu membimbing hamba-hambaNya kepada kemaslahatan agamaNya, mengantarkannya dengan kaidah dimana hamba itu tidak merasa dan tidak berusaha padanya.
Kamu mengantarkannya sreg kegembiraan abadi dan keberuntungan yang kekal dari sisi nan tak tersangka, tambahan pula dia mentakdirkan perkara-perkara yang tidak disukai dan bukan di rasa maka dari itu hamba sehingga beliau memohon kepadanya moga menyembuhkanNya. Hal tersebut bahwa anda mencerna agamanNya, lebih baik dan bahwa kesempurnaan agamanya bergantung kepada ujian tersebut. Mahasuci Yang mahakuasa Nan Mahalembut kepada apa yang Beliau kehendaki, Maha Penyayang kepada orang-orang Mukmin.




Hidayatul Hamba allah bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi polong Musa, M.Pd.I

Inskripsi Al-An’am ayat 103: Tak ada koteng lagi yang dapat mengintai Yang mahakuasa di dunia. Adapun di akhirat, maka kaum mukmin akan meluluk Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga :   Kumpulan Kata Kata Yang Memiliki Nada Disebut

« إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّونَ فِى رُؤْيَتِهِ ،

“Sepatutnya ada anda akan melihat Yang mahakuasa kamu sebagai halnya engkau melihat bulan (purnama) ini, kamu tidak berdesakan dalam melihat-Nya.” (HR. Bukhari-Mukmin)

Ilmu-Nya meliputi apa yang nampak maupun yang jadi-jadian, rungu-Nya mendengar semua suara yang keras maupun yang rahasia, dan rukyah-Nya melihat semua yang kelihatan, besar alias kecil. Oleh karenanya Engkau Mahahalus lagi Mahateliti sehingga segala yang jadi-jadian atau problematis bagi manusia, bukan taksa dan tidak tersembunyi bagi-Nya.

Di antara kelembutan-Nya yaitu Dia menujukan hamba-Nya kepada kejadian yang bermaslahat bagi agamanya, menyampaikannya dengan cara-cara yang tak disadari hamba, mengarahkannya kepada kebahagiaan lestari berpokok arah yang tidak diperkirakannya.




Tafsir Sumir Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 103

Bakal bertambah melantangkan uraian sifat-sifat Allah seperti yang disebut sebelumnya, Allah lewat menyatakan bahwa engkau tak bisa dicapai dalam bentuk apa kembali oleh rukyat netra, medium sira boleh menjangkau dan mengaram dengan sejelas-jelasnya segala apa rukyah itu, dan dialah nan mahahalus sehingga tidak dapat dilihat makanya orang, lagi mahateliti sehingga dapat mengintai segala apa sesuatukemampuan penglihatan khalayak amat rendah seperti diisyaratkan oleh ayat sebelum ini. Namun demikian, manusia dianugerahi oleh Allah dengan mata batin. Ayat ini menegaskan bahwa sungguh, bukti-bukti yang nyata dan sangat jelas telah datang mulai sejak tuhanmu yang disampaikan melalui wahi. Sembarang orang menyibuk kebenaran itu dengan mata hatinya, maka manfaatnya lakukan dirinya seorang, tidak untuk insan lain, dan komoditas siapa buta mata batinnya dan tidak melihat keabsahan itu, maka beliau sendiri-lah yang akan rugi, lain cucu adam tidak. Dan aku, yakni utusan tuhan Muhammad, bukanlah penjaga-Mu, tetapi aku hanya sekadar mengutarakan petuah.


Percuma!
Dapatkan pahala jariyah dan buku Perkembangan Rezeki Berlimpah, klik di sini kerjakan detailnya

Demikian bermacam-macam penafsiran berusul para seks seksolog terkait makna dan kelebihan surat Al-An’am ayat 103 (arab-latin dan artinya), mudahmudahan memberi fungsi cak bagi kita. Dukung kemajuan kami dengan
memberi tautan
memusat halaman ini alias menuju halaman depan TafsirWeb.com.

Surah Al an Am Ayat 103

Source: https://tafsirweb.com/2227-surat-al-anam-ayat-103.html