Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Ciri Gurindam Adalah

By | August 8, 2022

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Ciri Gurindam Adalah.

Pengertian Gurindam –
Masih ingatkah tandingan-padanan dengan karya sastra sajak kerumahtanggaan bahasa Indonesia? Karuan sudah cerbak mendengar tentang puisi. Ternyata eh ternyata puisi dibagi menjadi dua lho. Puisi lama dan puisi baru. Puisi lama diantaranya Tembang, Gurindam dan syair.

Tapi disini akan dibahas tuntas mengenai Gurindam saja. Menginjak pecah signifikansi gurindam, ciri-ciri, spesies, fungsi dan contoh lengkapnya.
Let’s talk about it!

Konotasi Gurindam

Menurut kamus osean bahasa Indonesia (KBBI) Gurindam secara umum merupakan pertautan tembang yang terdiri dua deret dan mengandung selang hidup. Karya Gurindam adalah sebuah nasehat kepada sesama individu agar menjalankan kebaikan.

1. Masruchin (2017)

Karya sastra lama yang berbentuk puisi, nan terdiri bersumber dua baris kalimat yang mempunyai rima atau sajak yang sama. Gurindam sendiri mempunyai lebih dari satu stanza yang terdiri dari dua saf tiap baitnya.

Internal baris pertama sebagai baris syarat, masalah, permasalahan dan perjanjian. Darurat baris kedua umpama jawaban akibat dari kelainan ataupun hal nan terjadi pada ririt mula-mula.

2. Raja Ali Haji (1989)

Salah suatu buram puisi Melayu yang terdiri dari dua baris yang berdekatan, bersajak atau berima dan memberikan ide yang sempurna atau komplet privat pasangannya. Dengan hal yang demikian, baris pertamanya dapat dianggap sebagai syarat (protasis) dan baris kedua sebagai jawab (apodosis).

3. Ismail Hamid (1989)

Gurindam berbunga dari prolog sanskrit yaitu Kirindam yang berfaedah perumpamaan. Gurindam ini berkembang dalam awam Melayu dan memiliki bentuk teks atau naskah spesial.

4. Sutan Takdir Alisjahbana

Sebuah kalimat berbagai macam yang terbagi menjadi dua derek yang bersajak. Tiap baris merupakan kalimat yang terhubung, yang terdiri berpunca anak kalimat dan induk kalimat, dengan jumlah suku introduksi yang tidak ditentukan tiap barisnya.

5. Harun Mat Piah

Gurindam yaitu puisi Melayu lama, yang memiliki bentuk tercantol dan tidak terikat. Bentuk yang terikat terdiri bersumber dua jajar serangkap dan punya tiga hingga enam patah congor dengan rima a-a.

Ciri-Ciri Gurindam

Sebagai keseleo suatu kerangka karya sastra, gurindam tentunya memiliki ciri khasnya. Ciri khusus yang tidak terletak pada bentuk karya sastra lain. Berikut ini beberapa ciri khas karya sastra Jawi klasik, Gurindam.

1. Terdiri dari dua baris

Ciri khusus karya sastra gurindam merupakan struktur naskahnya. Tulisan tangan pada gurindam terdiri terbit dua baris belaka. Tidak makin dari dua baris. Kekhususan inilah yang membebaskan gurindam dengan puisi baru yang lebih dari dua baris.

2. Strukturnya pernyataan dilanjut konsekuensi

Ciri yang lebih kentara dan lebih kerumahtanggaan lagi adalah pada struktur teks Gurindam. Puas struktur gurindam dibangun berbunga dua konsep.

Konsep pertama gurindam mengandung pernyataan entah sebuah peristiwa, kasus, dan sebagainya. Contohnya sreg satu baris purwa gurindam ini, “guna-guna jangan hanya dihafalkan” . Lihatlah konsep baris pertama gurindam tersebut n kepunyaan konsep pernyataan atas sebuah kasus.

Baca Juga :   Urutan Struktur Teks Anekdot Yang Tepat

Kasus dimana banyak orang yang memiliki ilmu tapi tidak diamalkan. Sang kreator ingin membordir makhluk-orang nan sahaja memiliki ilmu tetapi tanpa adanya pengamalan. Tinggal dilanjutkan dengan konsekuensinya di derek kedua. “Belaka juga harus diamalkan”.

3. Obstulen akhir kalimat senada

Karya sastra gurindam seperti nan sudah dijelaskan di atas, punya ciri lebih jauh nan khas. Obstulen konsonan teks Gurindam proporsional. Artinya ketika bunyi konsonan “A” sreg lajur pertama, maka demikian juga pada baris kedua.

Rima yang terserah pada gurindam cangap berakhiran a-a, b-b, c-c, d-d, e-e dan sebagainya. Jika lain begitu berarti enggak terdaftar intern kategori karya sastra Melayu gurindam.

4. Petuah bijak

Salah suatu ciri eksklusif yang paling mendalam berusul gurindam adalah mengandung tajali spirit. Nasehat bijak kepada sesama manusia sepatutnya berbuat kebaikan selama sukma di dunia.

Farik dengan karya sastra syair hijau yang bisa bertemakan umum. Karya sastra gurindam tetapi bisa ditemui berupa nasehat kehidupan yang sebagian samudra dipengaruhi maka itu agama.

5. Setiap baris dibatasi

Uniknya karya sastra sajak lama nan satu ini yakni setiap baris sahaja terdiri 2 hingga 6 kata saja. Inilah singkatnya kata menjadikan alasan bahwa gurindam dikategorikan karya sastra yang mengandung ajaran hidup yang sani. Walau semacam itu ada sekali lagi gurindam yang bertemakan mahajana.

Macam Gurindam

Karya sastra tembang lama gurindam, memiliki dua jenis yang perlu sobat Grameds ketahui. Gurindam berkait dan gurindam berangkai. Sepatutnya tidak kalut membedakannya, yuk langsung saja kupas satu persatu.

1. Gurindam berkait

Gurindam varietas pertama ini punya pustaka berkait antara lajur satu dan dua. Begitupun dengan baru selanjutnya terus berkaitan.

2. Gurindam berangkai

Berbeda dengan gurindam berkait, gurindam ini punya pembukaan yang sama sreg setiap dua lajur. Jadi selain bunyi konsonan setara, kata awal juga memiliki kesejajaran.

Kurnia Karya Sastra Gurindam

Karya sastra gurindam dibuat secara unik dan khusyuk tersebut pasti ada fungsinya. Tentu saja fungsinya menuju kepada kepentingan dan menghindari terbit keburukan. Seseorang nan membacai karya sastra gurindam maka sira akan mendapatkan fungsi secara intelektual dari bacaan-teks berbaris tidak bertambah dari 6 pengenalan itu.

1. Mematangkan jiwa

Keaslian sebuah karya sastra yang dibarengi penghayatan usia secara kodrati akan mengolah jiwa baik si pembuatnya maupun pembaca. Gurindam yang sebagian ki akbar berupa petuah agama bisa berfungsi bikin mendidik sisi kerohanian manusia.

2. Menghibur hamba allah

Ibarat karya rekaan cucu adam selain berfungsi untuk menempa atma khalayak kian baik pun, gurindam bisa berfungsi untuk menghilangkan juga lho. Tema-tema gurindam yang berlatar “kasmaran” galibnya adv amat menghibur pembaca. Sebab mulai sejak sana dilihatkan bagaimana lebay dan konyolnya orang yang sedang terbawa.

3. Menyulam kondisi sosial masyarakat

Daya kreasi penulis gurindam yang dapat merekam kondisi sosial publik menjadikan karya sastra puisi lama ini berfungsi bikin mengamati kondisi sosial budaya masyarakat. Gurindam mampu menyuji segala keadaan dalam bilang kalimat pendek.

4. Membentangkan dakwah agama

Adanya karya sastra gurindam, akhirnya memudahkan para da’i menyebarkan ajaran-ramalan agama. Agama manapun yang tujuannya agar manusia melakukan kebaikan dan senantiasa menyingkir keburukan.

Sampai-sampai banyak karya sastra gurindam yang mengandung nilai-biji ajaran mulia agama Selam dan budaya bangsa. Sebab gurindam sendiyoun berpangkal budaya Melayu yang mempunyai kedekatan dengan agama.

Baca Juga :   Download Template Kartu Ucapan Terima Kasih Souvenir Pernikahan

Pengertian Gurindam


Contoh-Contoh Gurindam

Selanjutnya kita akan periksa contoh gurindam yang asosiasi dibuat makanya para sastrawan. Salah satu karya sastra puisi lama Gurindam yang populer adalah eigendom Sri paduka Ali Haji. Karya sastra kelong milik Raja Ali Haji berisikan 12 pasal.

“Gurindam Dua Belas”

Pengertian Gurindam

Gurindam.id

Pasal 1:

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-mungkin tiada dapat dibilangkan label.
Barang barangkali mengenal yang empat,
maka ia itulah orang nan ma’rifat.
Barang boleh jadi mengenal Yang mahakuasa,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang barangkali mengenal diri,
maka sudah lalu mengenal akan Allah nan bahri.
Siapa pun mengenal dunia,
tahulah kamu produk nan teperdaya.
Siapa pun mengenal akhirat,
tahulah Sira dunia merugikan.

Pasal 2:

Barang bisa jadi mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang kelihatannya menghindari sembahyang,
seperti mana rumah tiada bertiang.
Dagangan kali memencilkan puasa,
tidaklah bernasib baik dua termasa.
Barang mana tahu menyingkir zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Siapa-siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menepati janji.

Pasal 3:

Apabila terpelihara netra,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadaiah damping.
Apabila terpelihara indra perasa,
niscaya dapat daripadanya paedah.
Bersungguh-sungguh dia memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi’il nan tiada senunuh.
Anggota tengah hendaklah bangun,
di situlah banyak basyar yang hilang semangat.
Hendaklah peliharakan kaki,
ketimbang berjaian yang membawa rugi.

Pasal 4:

Hail imperium di dalam tubuh,
jikalau lalim segala anggotapun rubuh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya sejumlah anak sorot.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
besok hilang akal bulus di majikan.
Jikalau sedikitpun berbuat bohong,
bisa diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda insan yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun penjahat nan amat dakar.
Siapa pun yang sudah samudra,
janganlah kelakuannya membentuk kasar.
Komoditas mana tahu mulut kotor,
mulutnya itu umpama peludahan.
Di kali keseleo diri,
kalau tidak basyar enggak nan berperi.

Pasal 5:

Jikalau hendak akan halnya makhluk berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal bani adam yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang batal.
Jika hendak mengenal makhluk mulia,
lihatlah kepada polah engkau.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
menyoal dan sparing tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal cucu adam yang berakal,
di dalam marcapada mencekit bekal.
Kalau hendak mengenal orang nan baik perangai,
lihat pada saat berbaur dengan orang ramai.

Pengertian Gurindam

Pasal 6:

Cahari olehmu akan sahabat,
nan boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan hawa,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh dimenyerahkan diri.
Cahari olehmu akan maskapai,
pilih segala orang nan setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
nan suka-suka baik sedikit budi.

Pasal 7:

Apabila banyak bertutur-kata,
di situlah perkembangan masuk kebohongan.
Apabila banyak bersisa-lebihan suka,
itulah landa hampirkan duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila momongan tidak dilatih,
I’ika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela cucu adam,
itulah label dirinya kurang.
Apabila bani adam yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah lunak.
Apabila menengar akan fitnahan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemau-lembut,
lekaslah segala cucu adam mengikut.
Apabila bacot yang amat bergairah,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila jalan hidup yang amat sopan,
enggak boleh orang berbuat onar.

Baca Juga :   Drakorindo Lovers of the Red Sky

Pasal 8:

Barang barangkali khianat akan dirinya,
justru kepada lainnya.
Kepada dirinya ia ikab,
orang itu jangan ia percaya.
Alat perasa yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain boleh kesalahannya.
Ketimbang memuji diri hendaklah sabar,
supaya dan pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik menyanggupi kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
dagi diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah terka.

Pasal 9:

Tahu pencahanan tak baik, tetapi diolah,
bukannya insan yaituiah syaitan.
Karas hati sendiri putri tua,
itulah iblis n kepunyaan penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya cak beranja-anja.
Kebanyakan cucu adam yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-junjungan dengan dayang,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun ayah bunda yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat.
Jika orang remaja kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.

Pasal 10:

Dengan bapa jangan durhaka,
kendati Allah tidak berang.
Dengan ibu hendaklah puja,
supaya raga dapat selamat.
Dengan anak janganlah lupa,
supaya bisa naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
kendati kemaluan jangan menerpa.
Dengan konsorsium hendaklah bebas biar tangannya jadi kafill.

Pasal 11:

Hendaklah berharga,
kepada nan sebangsa.
Hendaklah makara kepala,
campakkan perangai yang cela.
Hendaklah menjawat pengetahuan, buanglah khianat.
Hendak marah, dahulukan hajat.
Hendak dimulai, jangan melalui.
Hendak gempita, murahkan perangai.

Pasal 12:

Baginda muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada sunan,
cagar sebarang kerja.
Syariat adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang pintar,
label anugerah atas dirimu.
Sembah akan makhluk yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal mengerjakan bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang bukan buta.

Pengertian Gurindam

Itulah pembahasan akan halnya karya sastra pantun Gurindam. Pembahasan berasal signifikansi sebatas variasi, guna dan contohnya berpangkal Gurindam dua belas milik Raja Ali Haji.

Untuk memperkaya lagi wacana tentang sastra Melayu, kamu bisa baca dan mengejar sosi-anak kunci sastra lainnya di Gramedia. Kelihatannya sempat ia berdarah menjadi sastawan macam Aji Ali Haji dengan gurindam-gurindam lainnya.

BACA JUGA:

  1. Daftar Buku Sastra Indonesia Best Seller 2022 di Gramedia
  2. List Best Seller Buku Sastra Indonesia
  3. List Best Seller Gerendel Tembang
  4. Signifikasi Puisi: Jenis-Jenis, Contoh, dan Pendirian Membuat Puisi

ePerpus adalah layanan persuratan digital masa kini yang memimpin konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan internal mencampuri perpustakaan digital Anda. Klien B2B Taman bacaan digital kami membentangi sekolah, perkumpulan, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom batang kayu
  • Akses ke ribuan pusat dari penerbit berkualitas
  • Fasilitas dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Dia
  • Tersedia n domestik mimbar Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk menyibuk siaran analisis
  • Laporan statistik teladan
  • Aplikasi kesatuan hati, praktis, dan efisien

Berikut Ini Yang Bukan Merupakan Ciri Gurindam Adalah

Source: https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-gurindam/