Senyawa Yang Tidak Memenuhi Aturan Oktet Atau Duplet Adalah

By | August 9, 2022

Senyawa Yang Tidak Memenuhi Aturan Oktet Atau Duplet Adalah.

Denotasi Aturan Oktet dan Duplet

Kita luang bahwa sebagian raksasa unsur-zarah nan ditemukan di alam berupa senyawa seperti oksigen (O
2
), zat arang dioksida (CO
2
), air (H
2
O), amonia (NH
3
), dan asam sulfat (H
2
SO
4
). Atom-unsur internal paduan-senyawa tersebut membentuk suatu jalinan agar stabil.

Doang demikian masih ada beberapa unsur yang bisa ditemukan bukan dalam rancangan senyawa maupun unsur tunggal. Unsur tersebut antara lain Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe) dan Radon (Rn). Unsur golongan gas indah jarang ditemukan dengan anasir lain kecuali bagi Kr, Xe dan Rn yang boleh bereaksi meskipun diperlukan kondisi yang khusus.

Kelima arketipe zarah individual tersebut merupakan molekul golongan VIIIA (gas mulia) nan lalu stabil. Aturan kestabilan unsur golongan tabun luhur ini membuat ilmuwan Amerika bernama Gilbert Newton Lewis dan ilmuwan Jerman Albrecht Kossel mengaitkan kestabilan unsur dengan konfigurasi elektronnya.

Kerjakan mengarifi kaitan kestabilan anasir dengan konfigurasi elektron, silakan kita pelajari konfigurasi elektron unsur gas mulia (stabil) dengan konfigurasi unsur selain tabun luhur yang tidak stabil (unsur yang cenderung membentuk ion ataupun senyawa) berikut ini.

1. Tabel Konfigurasi Elektron Anasir Asap Mulia

Unsur

Nomor Molekul

K

L

M

N

O

P

He

2

2

Ne

10

2

8

Ar

18

2

8

8

Kr

36

2

8

18

8

Xe

54

2

8

18

18

8

Rn

86

2

8

18

32

18

8

2. Tabel Konfigurasi Elektron Molekul selain Asap Sani

Zarah

Nomor Partikel

K

L

M

N

Ozon

P

Li

3

2

1

Mg

12

2

8

2

B

5

2

3

N

7

2

5

O

8

2

6

F

9

2

7

Perhatikan kedua tabel di atas. Elektron valensi pada unsur gas mulia berjumlah 8 kecuali helium. Sedangkan pada unsur selain gas mulia elektron valensinya bervariatif. Unsur nan berelektron valensi 8 bersifat stabil padahal unsur yang berlektron valensi bukan 8 bersifat reaktif. Nah elemen-elemen yang bertabiat reaktif ini akan memusat ingin menjadi stabil seperti elemen tabun indah dengan cara membentuk suatu perantaraan yang dinamakan ikatan ilmu pisah.

Baca Juga :   Pidato Perpisahan Kelas 6 Yang Pendek

Pernah kimia bisa terbentuk apabila unsur mejadi bentuk ion baik anion (ion merusak) maupun kation (ion kasatmata). Ion ini dapat terjaga dengan cara menerima ataupun melepas elektron. Anasir-elemen selain asap mulia lakukan menjadi bentuk ion harus menggetah atau melepas elektron sehingga elektron valensinya menjadi 8 atau 2.

Proses unsur non-tabun luhur menjadi stabil

Atom

Nomor Atom

Konfigurasi Elektron

Membuat Ion dengan cara

Bentuk Ion

Melepas

Menerima

Li

3

2

1

1

Li
+

Mg

12

2

8

2

2

Mg
2+

F

9

2

7

1

F

O

8

2

6

2

O
2-

Konfigurasi elektron ion nan stabil

Ion

Nomor Zarah

Konfigurasi Elektron

Li
+

2

2

Mg
2+

10

2

8

F

10

2

8

Udara murni
2-

10

2

8

Molekul Li, Mg, F dan O merupakan unsur yang enggak stabil dan sesudah menjadi gambar Li
+
, Mg
2+
, F

, O
2-

menjadi stabil karena total elektron pada kulit terluar (elektron valensi) sudah setinggi dengan unsur tabun mulia. Gaya unsur buat mempunyai elektron valensi sebagai halnya lega unsur gas luhur ini dinamakan

aturan oktet dan duplet
.

Dengan demikian aturan atau kaidah duplet dan oktet dapat dituliskan sebagai berikut:

Aturan Duplet

:

Konfigurasi elektron stabil dengan jumlah dua elektron puas jangat terluar (elektron valensi = 2)

Aturan Oktet

:

Konfigurasi elektron stabil dengan jumlah okta- elektron puas alat peraba terluar (elektron valensi = 8)

Contoh Fusi yang Menunaikan janji Mandu Duplet dan Oktet

1. Fusi Duplet

Contoh campuran yang menepati kaidah duplet yakni H
2
. H
2

terdidik dari 2 atom H. Elemen H punya elekron valensi = 1. Buat mencapai kestabilan adat duplet, atom H memerlukan 1 elekron lagi berasal atom H nan bukan. Struktur lewis H

2
digambarkan misal berikut:

2. Senyawa Oktet

Contoh fusi yang menunaikan janji resan oktet adalah SiF
4
. Atom Sang memiliki elektron valensi 4. Untuk mencapai kestabilan, partikel Sang memerlukan 4 elektron lagi. Atom F memiliki elektron valensi 7, untuk stabil F memerlukan 1 elektron. Dengan tukar memasangkan 1 elekton maka campuran SiF
4

menciptakan menjadikan pertautan kovalen yang memenuhi kaidah oktet. Struktur lewis fusi ini adalah sebagai berikut:

contoh senyawa oktet

3. Sintesis Oktet-Duplet

Contoh fusi nan memenuhi kaidah oktet dan duplet serempak ialah NH
3
. Atom N n kepunyaan elektron valensi 5. Bagi mencapai kestabilan, N memerlukan 3 elektron semenjak tiga atom H dan berikatan bersama menciptakan menjadikan senyawa kovalen. Struktur lewis NH
3

adalah sebagai berikut:

contoh Senyawa Oktet-Duplet

Pengecualian Aturan Oktet

Pada kenyataannya tak semua senyawa nan bersimpai demap memenuhi aturan oktet atau aturan duplet, oleh karena itu aturan oktet memiliki sejumlah pengecualian n domestik menyusun senyawa. Pengecualian pendirian oktet dibagi dalam tiga kelompok perumpamaan berikut:

1. Senyawa yang enggak menjejak aturan oktet (oktet lain teoretis)

Senyawa yang anasir pusatnya punya elektron valensi terbatas dari 4 termasuk privat kategori ini. Hal ini menyebabkan setelah semua elektron valensi dipasangkan tetap saja belum mencapai oktet. Contohnya adalah fusi BeCl
2
, BCl
3
, BF
3

dan AlBr

3
.

pengecualian aturan kaidah oktet: Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet (oktet tidak sempurna)

2. Campuran dengan jumlah elektron valensi ganjil

Contoh senyawa nan memiliki elektron valensi ganjil merupakan NO
2
. Atom Lengkung langit memiliki elektron valensi 5 dan atom O mempunyai elektron valensi 6. Bintang sartan kuantitas elektron valensi dalam sintesis NO
2

adalah 5 + 6 + 6 = 17 (gangsal). Kemungkinan struktur lewis senyawa NO

2

yaitu perumpamaan berikut:

pengecualian kaidah aturan oktet: Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil

3. Senyawa yang melampaui adat oktet (oktet terekspansi)

Oktet terekspansi terjadi sreg partikel-unsur waktu 3 atau lebih yang bisa menampung lebih berasal 8 elektron valensi pada kulit terluarnya (perlu kalian ingat bahwa kulit M dapat menabok sampai 18 elektron). Bilang contoh senyawa yang mengalami oktet terekspansi merupakan PCl
5
, SF
6
, ClF
3
, IF
7

dan SbCl

5
.

pengecualian kaidah aturan oktet: Senyawa yang melampaui aturan oktet (oktet terekspansi)

Kemusykilan Aturan Oktet

Sifat oktet gagal dalam meramalkan rumus kimia senyawa dari partikel-unsur transisi (golongan B) maupun elemen postransisi (unsur logam setelah unsur transisi dalam SPU), seperti galium (Ga), timah (Sn) dan Bismut (Bi). Karena pada rata-rata, elemen pergantian maupun postransisi tidak memenuhi pendirian oktet.

Laksana contoh, unsur Sn mempunyai 4 elektron valensi, sekadar senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2 sama dengan Sn(OH)
2
. Begitu lagi dengan Bi yang memiliki 5 elektron valensi, tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3 seperti Bi(OH)
3
.

Demikianlah kata sandang akan halnya definisi adat atau prinsip oktet-duplet, contoh paduan oktet-duplet, pengecualian resan oktet dan kegagalan resan oktet. Semoga dapat bermanfaat untuk Sira. Terimakasih atas kunjungannya dan setakat jumpa di artikel berikutnya.

Senyawa Yang Tidak Memenuhi Aturan Oktet Atau Duplet Adalah

Source: https://blogmipa-kimia.blogspot.com/2017/05/aturan-oktet-duplet.html